Keterampilan Berpikir Kreatif
Kreativitas adalah seni membuat koneksi dan mengajarkan kita bahwa segala sesuatu di alam semesta terhubung. Dengan kata lain, kreativitas mengumpulkan ide-ide bersama dan menampilkannya dengan cara yang belum pernah ada. Salah satunya melihat sekeliling dan menjelajahi dunia di sekitar, semua yang dilihat dan didengar menjadi saling terkait sehingga dapat menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Dalam kehidupan ini kreativitas sangat penting, karena kreativitas merupakan suatu kemampuan yang sangat berarti dalam proses kehidupan manusia. Treffinger (dalam Reni Akbar Hawadi, dkk, 2001:13) mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang tidak memiliki kreativitas.
Pada dasarnya, setiap orang dilahirkan di dunia dengan memiliki potensi kreatif. Kreativitas dapat diidentifikasi dan dipupuk melalui pendidikan yang tepat. Kreativitas merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, yaitu kebutuhan akan perwujudan diri (aktualisasi diri) dan merupakan kebutuhan paling tinggi bagi manusia.
Kreativitas yang tinggi disertai dengan rasa ingin tahu yang besar dan haus akan tantangan berpikir membuat seseorang gemar melakukan eksplorasi sehingga kreativitas, bakat dan kecerdasan dapat berkombinasi dalam meningkatkan prestasi dan hasil belajar siswa. Munandar (2012:49) mengemukakan teori yang mendasari proses terbentuknya suatu kreativitas yaitu teori Wallas tentang tahap-tahap proses kreatif dan teori tentang belahan otak kiri dan kanan (hemisphere theory). Hemisphere theory mengatakan bahwa otak manusia itu menurut fungsinya terbagi menjadi dua belahan, yaitu belahan otak kiri (left hemisphere) dan belahan otak kanan (right hemisphere) (Danim, 2013:133). Belahan otak kiri mengarah kepada cara berpikir konvergen (convergent thinking) dan berkaitan dengan IQ seseorang, sedangkan otak belahan kanan mengarah kepada cara berpikir divergen atau berpikir menyebar (divergent thinking) yang berkaitan dengan EQ seseorang. Otak kiri cenderung kepada cara berpikir secara kritis dan analitis sedangkan otak kanan cenderung kepada cara berpikir kreatif. Pada proses pengembangan kreativitas seseorang, otak kiri dan otak kanan bekerja secara bersamaan namun yang lebih mendominasi adalah kerja belahan otak kanan dengan kata lain kreativitas merupakan hasil dari proses berpikir kritis dan kreatif.
Menurut Agustina (2011:1), pada umumnya anak yang kreatif, dan kritis dapat memecahkan masalah, karena diawali dari berpikir kritis terlebih dahulu yang berpikir secara cepat dan rasional kemudian dia mampu berpikir kreatif dimana berpikir kreatif mampu menghasilkan sesuatu yang baru dan berbeda namun tetap bisa diterima, dari pemikiran tersebut anak akan dapat memecahkan masalah yang ada. Rochmad (2013:5) berpendapat bahwa karakter kritis dan karakter kreatif merupakan salah satu komponen pendidikan karakter yang dapat dibangun melalui pembelajaran di sekolah. Untuk membangun karakter kreatif diperlukan karakter kritis. Sebaliknya siswa yang berkarakter kreatif dia berkarakter kritis. Karakter kritis dan karakter kreatif seperti dua sisi mata uang logam yang terkait erat antara satu dengan yang lainnya. Seluruh manusia adalah pemikir kritis dan kreatif, hasil pemikiran kritis dan kreatif itulah yang disebut kreativitas.
Kreativitas merupakan suatu konstruk yang multidimensional, terdiri dari berbagai dimensi yaitu dimensi kognitif (berpikir kreatif), dimensi afektif (sikap dan kepribadian) dan dimensi psikomotor (keterampilan kreatif). Masing-masing dimensi meliputi berbagai kategori, seperti dimensi kognitif dari kreativitas yaitu berpikir divergen yang mencakup antara lain, kelancaran, keluwesan, orisinal dalam berpikir, kemampuan untuk berpikir mendetail.
Dari penjelasan diatas dapat dikatakan bahwa kreativitas merupakan hasil dari proses yang terjadi pada sistem kognisi individu yaitu berpikir kreatif, tampak pada sikap yang ditunjukkannya melalui tindakan dan mencirikan kepribadian individu tersebut. Jadi jelaslah bahwa kemampuan berpikir kreatif (kognitif) dan keterampilan berpikir kreatif (afektif dan psikomotor) merupakan bagian dalam pengembangan kreativitas. Dengan kata lain cakupan kreativitas lebih luas dibandingkan dengan kemampuan berpikir kreatif dan keterampilan berpikir kreatif .
Dalam studi-studi faktor analisis seputar ciri-ciri utama dari kreativitas, Guilford (1959) membedakan antara aptitide dan non-aptitude traits yang berhubungan dengan kreativitas. Ciri-ciri aptitude dari kreativitas (berpikir kreatif) meliputi kelancaran, kelenturan (fleksibilitas), orisinalitas, elaborasi yang dioperasionalisasikan dalam bentuk berpikir divergen. Namun pruduktivitas kreatif tidak sama dengan produktivitas divergen. Sejauh mana seseorang mampu menghasilkan prestasi kreatif ikut ditentukan oleh ciri-ciri non-aptitude atau afektif (Munandar, 2012:11).
Menurut Davis (2012:259) ciri-ciri aptitude meliputi kelancaran, fleksibilitas, keaslian, dan elaborasi sedangkan ciri-ciri non-aptitude meliputi rasa ingin tahu,bersikap imajinatif, merasa tertantang oleh kemajemukan, sikap berani mengambil resiko. Berikut ciri-ciri aptitude dan non-aptitude serta penjelasannya.
(di blog ini aspek non-aptitude yang saya ambil hanya rasa ingin tahu, bersikap merasa tertantang dan berani mengambil resiko)
Berikut adalah kisi-kisi aspek kreativitas:
| Aspek Kreativitas | Indikator | |
| Aptitude | 1. Keterampilan Berpikir Lancar | Mencetuskan banyak gagasan, jawaban, saran dalam penyelesaian masalah |
| 2. Keterampilan berpikir luwes(fleksibilitas) | Menghasilkan gagasan yang bervariasi | |
| Dapat melihat masalah dari berbagai sudut pandang yang berbeda | ||
| 3. Keterampilan berpikir orisinil (orisinalitas) | Mencetuskan masalah, gagasan atau hal-hal yang tidak terpikirkan orang lain | |
| Menciptakan ide-ide atau hasil karya yang berbeda dan betul-betul baru | ||
| 4. Keterampilan berpikir detail (elaborasi) | Mengembangkan atau memperkaya gagasan orang lain | |
| Mengungkapkan cara kerja yang ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan | ||
| Membuat laporan dengan detail dan berbeda (untuk indikator ini lebih dijabarkan pada ranah psikomotor/melalui portofolio) | ||
| Non-aptitude | 5. Rasa ingin tahu | Keinginan untuk mencari tahu, mendalami pengetahuan lebih dalam |
| Mempertanyakan segala sesuatu | ||
| 6. Bersikap merasa tertantang | Melibatkan diri dalam tugas yang diberikan | |
| 7. Berani mengambil resiko | Percaya diri dalam mengerjakan sesuatu | |
RUBRIK PENILAIAN OTENTIK KREATIVITAS
Pada rubrik penilaian kreativitas siswa ini, saya menyusunnya menjadi 3 aspek yakni kognitif, afektif dan psikomotor. Untuk kognitif khusus untuk melihat Aptitude siswa, sedangkan afektif untuk melihat Non-Aptitude siswa. Nah, psikomotor untuk menilainya melalui portofolio yang disusun oleh siswa (didalam portofolio yang disusun siswa keterampilan aptitude siswa juga dapat dinilai).
ASPEK KOGNITIF
Soal uraian ini merupakan soal uraian terstruktur yang harus dikerjakan oleh siswa satu per satu yang tiap jawaban soal 1 dan lainnya akan berkaitan baik dari segi jawaban dan bagaimana jawaban itu nantinya dinilai.
berikut soal uraiannya:
Salah satu kegiatan pramuka adalah perkemahan dan penyalaan api unggun, biasanya untuk menyalakan api unggun menggunakan ranting kayu yang berukuran kecil, dan tidak menggunakan balok kayu besar. apa yang dapat diamati dari proses pembakaran ranting kayu an balok kayu besar?
Jika kalian telah menjawab pertanyaan diatas maka pertanyaan lainnya yang akan muncul yakni:
1. bagaimana pendapat anda tentang fenomena tersebut? Mengapa demikian?
2. bagaimana hubungan antara ukuran, luas permukaan dan laju reaksi?
3. teori apa saja yang mendukung bahwa laju reaksi dipengaruhi oleh luas permukaan?
4. berikan fakta dan data serta teori pendukung yang relevan!
5. alasan apa yang tepat yang dapat kalian simpulkan dari data/fakta serta teori pendukung yang telah didapatkan
6. apakah benar bahwa ukuran kayulah yang mempengaruhi cepat lambatnya kayu tersebut terbakar? Berikan pendapat anda jika benar/salah dan berikan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
7. tuliskan kesimpulanmu dari jawaban atas pertanyaan 1-6 yang telah kamu jawab!
Berikut rubrik soal uraian yang telah saya susun:
| Aptitude | Aspek | Butir soal | Deskripsi skor |
| Keterampilan Berpikir Lancar | apa yang dapat diamati dari proses pembakaran ranting kayu dan balok kayu besar? | Skor 4 siswa mencetuskan semua kemungkinan jawaban seperti berikut:· Dari proses pembakaran ranting kayu dan balok kayu besar didapat bahwa kayu cepat habis terbakar jika ukurannya kecil· Dari proses proses pembakaran ranting kayu dan balok kayu besar pembakaran merupakan contoh reaksi kimia· Dari proses pembakaran ranting kayu dan balok kayu besar didapatkan bahwa api pada balok kayu lebih besar dibandingkan dengan pada ranting kayu· Dari proses pembakaran ranting kayu dan balok kayu besar diketahui bahwa luas permukaan ranting kayu lebih besar daripada luaspermukaan balok kayuSkor 3 jika siswa menulis 3 dari 4 jawaban dari kriteria skor 4Skor 2 jika siswa menulis 2 dari 4 jawaban dari kriteria skor 4Skor 1 jika siswa menulis 1 dari 4 jawaban dari kriteria skor 4 | |
| 3. teori apa saja yang mendukung bahwa laju reaksi dipengaruhi oleh luas permukaan? | Skor 4 jika siswa dapat mencetuskan semua kemungkinan jawaban berikut: · Teori tumbukan · Teori luas bidang sentuh · Teori LavoisierSkor 3 jika siswa hanya menyebutkan 2 teori sajaSkor 2 jika siswa hanya menyebutkan 1 teoriSkor 1 jika siswa tidak menyebutkan teori namun hanya berdasarkan asuminya sendiri saja. | ||
| 4. berikan fakta dan data serta teori pendukung yang relevan! | Skor 4 jika siswa dapat mencetuskan lebih dari 3 contoh dalam kehidupan sehari-hari dan didukung teori yang relevanSkor 3 jika siswa hanya mencetuskan 2 contoh dalam kehidupan sehari-hari dan didukung teori yang relevanSkor 2 jika siswa hanya mencetuskan 1 contoh dalam kehidupan sehari-hari dan didukung teori yang relevanSkor 1 jika siswa hanya mencetuskan teori tanpa contoh dalam kehidupan sehari-hari | ||
| Keterampilan berpikir luwes(fleksibilitas) | 2. bagaimana hubungan antara ukuran, luas permukaan dan laju reaksi? | Skor 4 jika siswa mencetuskan semua kemungkinan jawaban berikut: · hubungan ukuran benda dengan luas permukaan yakni semakin kecil ukuran benda semakin besar luas permukaannya · hubungan antara luas permukaan dan laju reaksi yakni semakin luas permukaan suatu benda maka laju reaksinya akan semakin cepat · hubungan antara ukuran dan laju reaksi yakni tidak ada · mengemukakan hubungan antara ukuran, luas permukaan dan laju reaksi melalui contoh dalam kehidupan sehari-hariSkor 3 jika siswa hanya mecantumkan 3 dari 4 jawaban kriteria skor 4Skor 2 jika siswa mencantumkan 2 dari 4 jawaban kriteria skor 4Skor 1 jika siswa hanya mencantumkan salah satu dari 4 jawaban kriteria skor 4 | |
| 6. apakah benar bahwa ukuran kayulah yang mempengaruhi cepat lambatnya kayu tersebut terbakar? Berikan pendapat anda jika benar/salah dan berikan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. | Skor 4 jika siswa mengemukakan semua kemungkinan jawaban berikut: · siswa menyanggah faktor ukuran yang mempengaruhi laju reaksi · siswa memberikan contoh yang mendukung sanggahannya · siswa menyebutkan teori yang mendukung sanggahannyaSkor 3 jika siswa hanya mengemukakan 2 dari 3 jawaban kriteria skor 4Skor 2 jika siswa hanya mengemukakan 1 dari 3 jawaban kriteria skor 4Skor 1 jika siswa membenarkan pernyataan pada pertanyaan | ||
| Keterampilan berpikir orisinil(orisinalitas) | 7. tuliskan kesimpulanmu dari jawaban atas pertanyaan 1-6 yang telah kamu jawab! | Skor 4 jika siswa mengemukakan kesimpulan dengan jelas, berbeda dari siswa lain, dan menyebutkan contoh yang belum pernah ada(baru), didukung sumber yang bervariasiSkor 3 jika hanya 2 dari 3 kriteria skor 4 yang siswa cantumkanSkor 2 jika hanya salah satu dari 3 kriteria skor 4 yang siswa cantumkanSkor 1 jika siswa hanya menyimpulkan asal-asalan | |
| 1. bagaimana pendapat anda tentang fenomena tersebut? Mengapa demikian? | Skor 4 jika siswa mampu mengaitkan antara fenomena yang terjadi tersebut dengan teori tumbukan, laju reaksi dan luas permukaan dengan akurat, lengkap dan berbeda dari siswa lainSkor 3 jika siswa hanya mengaitkan mengaitkan antara fenomena yang terjadi tersebut dengan teori tumbukan dan laju reaksi dan luas permukaan dengan akurat, lengkap tapi sama dengan siswa lainSkor 2 jika siswa hanya mengaitkan antara fenomena yang terjadi tsb dengan luas permukaan dan laju reaksiSkor 1 jika siswa tidak menjawab | ||
| Keterampilan berpikir detail (elaborasi) | 5. alasan apa yang tepat yang dapat kalian simpulkan dari data/fakta serta teori pendukung yang telah didapatkan | Skor 4 siswa mengemukakan alasan didukung oleh fakta/data dan teori yang memadai dengan tepat dan akuratSkor 3 siswa mengemukakan alasan didukung oleh fakta/data dan teori yang memadai namun kurang tepatSkor 2 siswa mengemukakan alasan didukung oleh fakta/data dan teori yang seadanya dan masih kurang tepatSkor 1 siswa hanya mengemukakan alasan berdasarkan pendapatnya saja tanpa didukung data/fakta serta teori |
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.