Makalah Komunikasi dan Promosi

Komunikasi dan Promosi

Bab I. Pendahuluan

 A. Latar Belakang Masalah

Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan sampai pada saat sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa bertahan di dalam pangsa pasar. oleh karena itu diperlukan strategi pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan produknya.

Dalam pemasaran  moderen membutuhkan lebih dari sekadar produk atau jasa perkualitas, harga kompetitif, dan ketersediaan produk bagi pelanggan sasaran. Pemasaran modern juga memerlukan komunikasi interaktif yang bekesinambungan dengan para pelanggan dan cara promosi yang menarik para konsumen.  Komunikasi pemasaran merupakan pertukaran informasi dua-arah antara pihak-pihak atau lembaga-lembaga yang terlibat dalam pemasaran. Pertukaran dua-arah ini kadang-kadang disebut sebagai dialog pemasaran. Sedangkan promosi merupakan arus informasi atau persuasi satu-arah, dan hanya dilakukan oleh satu organisasi atau individu tertentu. Ini berbeda dengan komunikasi pemasaran yang bertujuan untuk memuaskan semua pihak.

Dalam pembuatan makalah ini akan dibahas tentang komunikasi dan promosi pemasaran yang akan dibahas pada bab selanjutnya.

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana proses komunikasi?
  2. Bagaimana menentukan bauran promosi (promotion mix)?
  3. Bagaimana keberadaan DPS?
  4. Bagaimana tugas pokok dan kewenangan DPS?

C. Tujuan Penulisan

  1. Mengetahui proses komunikasi.
  2. Mengetahui menentukan bauran promosi (promotion mix).
  3. Mengetahui keberadaan DPS.
  4. Mengetahui tugas pokok dan kewenangan DPS.

Bab II. Pembahasan

 A.  Proses Komunikasi

Komunikasi adalah “suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain.

Marketing adalah sebuah konsep yang dimunculkan untukmenghasilkan sebuah penjualan sehingga bisa mendatangkan keuntungan bagi perusahaan ataupun individu. (Shimp,2000 : 4).

Komunikasi pemasaran adalah salah satu dari empat elemen utama bauran pemasaran perusahaan. Pemasar harus tahu bagaimana menggunakan iklan, promosi penjualan, publisitas, yang dituju/target. Komunikasi pemasaran (marketing communication) adalah sarana di mana perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual. Komunikasi pemasaran mempresentasikan “suara” perusahaan dan mereknya serta merupakan sarana di mana perusahaan dapat membuat dialog dan membangun hubungan dengan konsumen.

Proses komunikasi pemasaran harus melalui empat tahap yaitu harus ada sumbernya, encoding, trasmisi, dan decoding. Detailnya sebagai berikut:

Proses Komunikasi PemasaranSumberEncodingTransmisiDecoding
ImplementasiProses Komunikasi PemasaranMenentukan TujuanMenciptakan pesan untuk mengomunikasikan manfaat produkMenyampaikan pesan pada target konsumenRespons persepsi dan interpretasi dari pesan yang diterima
Hambatan komunikasiPendefinisian tujuan dan konsep produk yang burukPesan yang tidak sesuai dengan kebutuhan atau iklan yang burukKejanggalan menjangkau target konsumen / meningkatnya persaingan dalam iklanIklan yang tidak bisa dipercaya atau iklan yang tidak menarik

Berdasarkan tabel di atas proses komunikasi pemasaran pertama sekali datang dari sumber, bisa melalui tenaga pemasar secara langsung iklan  atau publisitas. Dalam melakukan komunikasi tersebut pemasar terlebih dahulu harus menentukan tujuan dan kampanye iklan yang akan dibuat, siapa target marketberikut segmentasinya dan positioning sehingga pesan yang disampaikan menarik dan berbeda dari pesan yang sudah ada. Selanjutnya pemasar menterjemahkan tujuan dan target konsumen dalam bentuk format pesan. Intinya adalah menciptakan pesan untuk mengkomunikasikan manfaat produk, termasuk dalam kegiatan ini adalah jenis komunikasi apa yang akan digunakan. Proses ini disebut encoding. Proses berikutnya adalah transmisi yaitu proses menyampaikan pesan pada target konsumen melalui suatu media yang tepat sesuai dengan karakteristik target market. Pesan yang disampaikan ini diharapkan dapat diterima konsumen. Apabila pesan ini sudah diterima konsumen, maka penerima akan memberikan respons yang disebut dengan decoding. Respons ini dapat bersifat positif, negatif atau netral.[3]

Hambatan yang terjadi pada proses encoding, hambatan yang sering terjadi adalah pesan yang disampaikan tidak sesuai dengan target market, placement media dan ketidak sesuaian antara iklan yang disampikan dan kebutuhan target market. Hambatan yang terjadi pada proses transmisi adalah pemahaman konsumen dalam menangkap pesan iklan yang tidak sesuai dengan yang dimaksud oleh pemasang iklan. Atau, akibat iklan yang buruk dan menyinggung produk pesaing yang menyebabkan timbulnya reaksi terhadap iklan yang ditayangkan sehingga semakin meningkatnya perang iklan yang saling menjatuhkan.  Hambatan yang terjadi pada proses decoding adalah timbulnya reaksi negatif akibat iklan yang tidak bisa dipercaya atau iklan yang tidak menarik.

  1. Mengembangkan Komunikasi yang Efektif

Guna mengembangkan komunikasi yang efektif, ada beberapa keputusan yang harus diambil, yaitu:

a.  Mengidentifikasi Audiens Sasaran

Komunikator harus mengidentifikasi target market atau calon pembeli yang dituju, audiens yang dituju akan sangat memengaruhi “keputusan komunikator tentang apa yang dikatakan, bagaimana mengatakannya, kapan mengatakannya, dimana pesan tersebut akan disampaikan, kepada siapa pesan tersebut akan disampaikan”.

b.  Menentukan Tujuan Komunikasi (mission)

Pemasar/komunikator harus memutuskan “tanggapan apa yang diharapkan dari audiense”. Pemasar mungkin menginginkan “tanggapan kognitif, atau efektif, atau konatif”. Artinya, pemasar mungkin ingin menstimuli/memasukkan stimuli ke dalam pikiran, atau mengubah sikap, atau mendorong nasabah untuk bertindak.

c.  Merancang Pesan (Message)

Setelah menentukan tanggapan yang diinginkan dari audiens komunikator selanjutnya mengembangkan pesan yang efektif. Idealnya, pesan itu harus menarik perhatian (attention),mempertahankan ketertarikan (interest), membangkitkan keingininan (desire), dan menggerakkan tindakan (action).

  • Isi pesan : Dalam menentukan isi pesan yang terbaik, manajemen mencari daya tarik, tema, ide atau usulan penjualan yang unik. Contoh : pesan yang menunjukkan mutu, nilai, ekonomis, manfaat, atau kinerja suatu produk.
  • Struktur dan format pesan : Struktur pesan bagaimana mengatakannya secara logis sedangkan Format pesan bagaimana mengatakannya secara simbolis. Contoh Jika pesan disampaikan melaui radio, yang harus diperhatikan adalah memilih kata-kata, mutu suara, dan voklais suara sumber pesan. Jika pesan melalui TV, yang harus diperhatikan adalah judul, kata-kata, ilustrasi, warna, dan lain-lain.
  • Sumber pesan : Siapa seharusnya mengatakannya, faktor kredibilitas sumber pesan meliputi, keahlian, dapat dipercaya, kemampuan untuk disukai, dan pengalaman.[4]

 d.  Memilih Saluran Media Komunikasi/Promosi

Saluran komunikasi terdiri atas dua jenis:

  • Saluran komunikasi personal : Saluran komunikasi personal melibatkan dua orang atau lebih yang berkomunikasi secara langsung satu sama lain. Mereka dapat berkomunikasi dengan cara tatap muka, satu orang berbicara dengan audiens, melalui telepon, atau melalui e-mail.
  • Saluran komunikasi nonpersonal : Saluran komunikasi nonpersonal mencakup media, atsmosfer, dan acara-acara khusus. Media terdiri atas media cetak (koran, majalah, surat langsung), media penyiaran (radio, televisi), dan media elektronik dan media pajangan (papan reklame, tanda reklame, poster). Sebagian besar pesan nonoperasional berasal dari media yang dibayar. Atsmosfer adalah “lingkungan yang dikemas” yang menciptakan atau memperkuat kecenderungan pembeli untuk membeli produk. Acara khusus adalah kejadian yang dirancang untuk mengkomunikasikan pesan tetentu kepada pelanggan sasaran.[5]

e.  Menentukan Total Anggaran Promosi

Ada 4 metode utama yang digunakan dalam menyusun anggaran promosi.

  1. Metode sesuai kemampuan
  2. Metode presentasi penjualan
  3. Metode keseimbangan persaingan
  4. Metode Tujuan dan tugas
  1. Model Proses Komunikasi

a.  Model Makro Proses Komunikasi

Model makro adalah model komunikasi yang terdiri dari sembilan elemen. Dua elemen sebagai pihak utama yaitu pengirim dan penerima. Dua elemen lainnya merepresentasikan alat komunikasi utama yaitu pesan dan media. Empat elemen merepresentasikan fungsi komunikasi utama yaitu penyandian, pengartian, respons, dan umpan balik. Elemen terakhir adalah gangguan yang dapat menganggu proses komunikasi.

b.  Model Mikro Respons Konsumen

capture2

Model mikro komunikasi pemasaran berkonsentrasi pada respons spesifik konsumen terhadap komunikasi. Ada empat model hierarki respons klasik yaitu AIDA, Hierarki Pengaruh, Inovasi-adopsi, dan Komunikasi. Semua model mengasumsikan bahwa pembeli melewati tahap kognitif, afektif dan perilaku.

  • Kesadaran : Jika sebagian besar konsumen sasaran tidak menyadari produk, tugas komunikator adalah membangun kesadaran dengan memperkenalkan produk dengan informasi awal seperti nama produk.
  • Pengetahuan : Informasi lebih dalam mengenai produk. Konsumen sasaran mungkin memiliki kesadaran tetapi tidak tahu banyak tentang produk. Pengetahuan sangat penting untuk diberikan kepada sasaran agar informasi yang dimiliki sasaran tentang produk menjadi lengkap.
  • Rasa suka : Jika konsumen sasaran mengetahui merek, apa yang mereka rasakan tentang merek tersebut? Dalam hal ini komunikator harus bisa membangkitkan rasa suka konsumen sasaran terhadap produk.
  • Preferensi : Konsumen sasaran mungkin menyukai produk, tetapi tidak lebih baik dibandingkan produk lain. Komunikator harus berusaha membangun preferensi konsumen dengan membandingkan kualitas, nilai, kinerja, dan fitur lain terhadap pesaing.
  • Keyakinan : Komunikator harus membangun dan memperkuat keyakinan dan minat konsumen sasaran untuk membeli.
  • Pembelian : Konsumen sasaran memiliki keyakinan dan minat yang kuat, namun tidak cukup tergerak untuk membeli.

Komunikator harus mengarahkan konsumen agar mengambil langkah terakhir untuk membeli dengan cara menawarkan produk dengan harga terjangkau, menawarkan premi, atau membiarkan konsumen mencoba produk.[6]

Kesimpulan yang dapat diambil dari pengertian komunikasi dan pemasaran jadi komunikasi pemasaran adalah sarana yang digunakan perusahaan dalam upaya untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen langsung atau tidak langsung tentang produk dan merek yang mereka jual.

Sebagai contoh Talangan haji merupakan salah satu produk pembiayaan yang memberikan bantuan dana bagi nasabah/calon jamaah haji yang memiliki kesulitan dana pada saat jatuh tempo pendaftaran haji. Produk ini menyasar konsumen yang ingin menunaikan ibadah haji tetapi dana yang dimiliki untuk mendapatkan porsi haji tidak mencukupi dan konsumen yang memiliki dana cukup untuk mendapatkan porsi haji akan tetapi dana itu digunakan untuk keperluan bisnis atau usahanya. Dan untukmendapatkan pembiayaan ini calon nasabah dalam mendaftar hanyadengan membawa KTP (Kartu Tanda Penduduk) saja. Untuk mengajukanproduk pembiayaan jenis ini, Bank Syariah Mandiri Cabang Medan memberikan alternatif nominal talangan haji diantaranya:

  • 10.000.000 dengan biaya atministrasi Rp 1.000.000
  • 15.000.000 dengan biaya administrasi Rp 1.300.000
  • 18.000.000 dengan biaya administrasi Rp. 1.500.000

yang kesemuanya maksimal pelunasnya selama 12 bulan.

B.  Menentukan Bauran Promosi (Promotion Mix)

Promosi adalah suatu aktivitas komunikasi dari pemilik produk atau jasa yang ditujukan kepada masyarakat, dengan tujuan supaya produk atau jasa, merek dan nama perusahaan dapat dikenal masyarakat sekaligus mempengaruhi masyarakat supaya mau membeli serta menggunakan produk atau jasa perusahaan.

Yang dimaksud dengan buruan promosi adalah gabungan dari berbagai macam jenis promosi untuk produk atau jasa yang sama supaya hasil dari kegiatan promosi yang dilakukan dapat membuahkan hasil semaksimal mungkin.[7]

  1. Variabel-variabel yang terdapat dalam promotion mix atau Bauran Promosi
  • Advertising (Periklanan) yaitu semua bentuk penyajian dan promosi nonpersonal atas ide, barang atau jasa yang dilakukan oleh perusahaan sponsor tertentu.
  • Sales Promotion (Promosi Penjualan) yaitu berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau membeli suatu produk atau jasa.
  • Public relation and publicity (Hubungan masyarakat dan publisitas) yaitu berbagai program untuk mempromosikan dan/atau melindungi citra perusahaan atau masing-masing produknya.
  • Personal selling (Penjualan pribadi) yaitu interaksi langsung dengan satu calon pembeli atau lebih guna melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesanan.
  • Direct Marketing (Pemasaran langsung) yaitu penggunaan surat, telepon, faksimil, e-mail, dan alat penghubung nonpersonal lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan dan calon pelanggan tertentu.[8]
  1. Sifat-sifat Promotion Tools ( Marketing Communication Mix)

a.  Sifat Advertising :

  • Presentasi Umum, artinya advertising yg bersifat umum tsb memberikan semacam keabsahan pada produk dan menyarankan tawaran yang terstandarisasi.
  • Tersebar Luas, artinya advertising adalah media yg berdaya sebar luas yang me-mungkinkan penjual mengulang pesan berkali-kali. Advertising juga memungkinkan pembeli menerima dan membandingkan pesan dari berbagai pesaing.
  • Ekspresi yang lebih kuat, artinya periklanan memberikan peluang untuk mendramatisir perusahaan dan produknys melalui penggunaan cetakan, suara, dan warna yang penuh seni.
  • Tidak bersifat pribadi, artinya audience sasarannya tidak merasa wajib untuk mem-berikan perhatian & menanggapi advertising. Iklan hanya mampu melakukan monolog, bukan dialog, dengan audiens.

b.  Sifat Sales Promotion (Promosi Penjualan).

  • Komunikasi, artinya promosi penjualan menarik perhatian dan biasanya memberikan informasi yg dapat mengarahkan konsumen ke produk yang bersangkutan
  • Insentif, artinya promosiu penjualan menggabungkan sejumlah kebebasan dorongan , atau kontribusi yang memberi nilai bagi konsumen.
  • Ajakan, artinya promosi penjualan merupakan ajakan unt melakukan transaksi pembelian sekarang.

c.  Sifat Public Relation & Publicity

  • Kredibilitas yang tinggi, artinya ceritera dan gambar mengenai beritanya lebih otentik dan dipercaya oleh pembaca dibandingkan dengan iklan.
  • Kemampuan menangkap pembeli yang tidak dibidik sebelumnya, artinya humas dapat menjangkau anyak calon pembeli yg cenderung menghindari wiraniaga dan iklan.
  • Dramatisasi, artinya humas memiliki kemampuan untuk mendramatisasi suatu perusahaan atau produk.

d.  Sifat Personal Selling.

  • Konfrontasi Personal, artinya personal selling mencakup hubungan yg hidup, langsung dan interaktif antara dua orang atau lebih. Masing2 pihak dapat mengobservasi reaksi dari pihak lain dengan lebih dekat.
  • Mempererat, artrinya personal selling memungkinkan timbulnya berbagai jenis hubungan, mulai dari hubungan penjualan sampai dgn hubungan persahabatan.
  • Tanggapan, artinya personal selling membuat pembeli merasa berkewa- jiban untuk mendengarkan pembicaraan wiraniaga.

e.  Sifat Direct Marketing

  • Nonpublik, artinya pesan melalui direct marketing biasanya ditujukan kepada orang tertentu
  • Disesuaikan, artinya pesan melalui direct marketing dapat menarik orang yg dituju.
  • Terbaru, artinya melalui direct marketing pesan dapat disiapkan dengan sangat cepat.
  • Interaktif, artinya pesan melalui direct marketing dapat diubah tergantung pada tanggapan orang tersebut.[9]
  1. Faktor-faktor yang Memengaruhi dalam Menyusun Bauran Promosi

Faktor dalam mengembangkan bauran promosi antara lain:

a.  Jenis Pasar Produk

Menentukan pasar yang akan di masuki, pemenfaatan alat promosi bervariasi antara pasar konsumen dan pasar bisnis. Pemasar konsumen mengeluarkan uang untuk promosi penjualan, periklanan, perjualan personal, dan hubungan masyarakat, sesuai dengan urutannya. Pemasar bisnis mengeluarkan uang untuk penjualan personal, promosi penjualan, periklanan, dan hubungan masyarakat, sesuai urutan tersebut. Secara umum, penjualan personal lebih banyak digunakan dalam penjualan produk yang rumit, mahal dan berisiko serta di pasar dengan jumlah penjual besar yang sedilit (yaitu pasar bisnis).

b.  Strategi Dorong Lawan Strategi Tarik

Bauran promosi sangat dipergunakan oleh apakah suatu perusahaan akan memilih strategi dorong atau strategi tarik guna menciptakan penjualan. Strategi dorong (push strategy) mencakup produsen yang menggunakan tenaga penjual dan promosi dagang untuk membujuk perantara suapaya mengambil, mempromosikan dan menjual produk kepada pemakai akhir. Strategi dorong sangat tepat digunakan jika kesetiaan merek dalam suatu kategori rendah, pilihan merek dilakukan di took, produk itu merupakan barang implus, dan manfaat produk sangat jelas. Strategi tarik (pull strategy) mencakup produsen yang menggunakan iklan dan promosi konsumen guna mendorong pemakai akhir untuk meminta produk tersebut kepada perantara dan dengan demikian mendorong perantara memesan produk itu dari produsen.

c.  Tahap Kesiapan Pembeli

Alat-alat promosi memiliki biaya yang berbeda-beda pada berbagai tahap kesiapan pembeli. Efektivitas biaya relative dari empat alat promosi, periklanan dan publiksitas memainkan peran yang penting dalam tahap membangun kesadaran, lebih penting daripada peran yang dimainkan oleh kunjungan wiraniaga atau oleh promosi penjualan.[10]

C.  Keberadaan DPS Pada Bank Syariah

Salah satu perbedaan yang mendasar dalam struktur organisasi perbankan konvensional dengan perbankan syariah adalah kewajiban memposisikan Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam perbankan syariah.

Keputusan Dewan Pimpinan MUI tentang susunan pengurus DSN-MUI, No: Kep-98/MUI/III/2001 DPS adalah badan yang ada di lembaga keuangan syariah dan bertugas mengawasi pelaksanaan keputusan DSN di lembaga keuangan syariah tersebut.

DPS merupakan suatu badan yang diberi wewenang untuk melakukan supervises/pengawasan dan melihat secara dekat aktivitas lembaga keuangan syariah agar lembaga tersebut senantiasa mengikuti aturan dan prinsip-prinsip syariah. DPS berkedudukan di kantor pusat dan berkewajiban melihat secara langsung pelaksanaan suatu lembaga keuangan syariah agar tidak menyimpang dari ketentuan yang telah difatwakan Dewan Syariah Nasional (DSN).

DSN merupakan bagian dari MUI yang terdiri atas para ulama, praktisi dan pakar dalam bidang-bidang yang terkait dengan perekonomian dan syariah muamalah yang bertugas menumbuhkembangkan penerapan nilai-nilai syariah dalam kegiatan perekonomian pada umumnya dan sektor keuangan pada khususnya, termasuk usaha bank, asuransi dan reksadana.

Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam struktur bank syariah berada sejajar dengan komisaris sebagai pengawas direksi. Jika komisaris memiliki peran sebagai pengawas kinerja manajemen suatu bank, maka DPS merupakan pengawas menejemen bank yang berkaitan dengan operasionalnya sehari-hari agar selalu sesuai dengan prinsip-prinsip syariah yang telah difatwakan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN). Oeh sebab itulah keberadaan DPS di bank syariah sangatlah penting sebagai pihak yang memiliki peran di dalam sebuah pengawasan operasionalnya agar benar-benar berjalan sesuai dengan landasan syariah yang murni dan tidak hanya namanya saja.

DPS diharapkan dapat menjamin dan memastikan bahwasannya suatu bank syariah dalam semua kegiatannya telah menerapkan prinsip syariah. Pemberdayaan DPS pada masa yang akan datang sangat penting dilakukan, diantaranya adalah melibatkan DPS dalam berbagai program marketing dan sosialisasi perbankan syariah. Hal ini dimaksudka n untuk mensinergikan antara DPS dengan pihak manajemen perbankan syariah dan masyarakat. Karena masih banyak pelaksana perbankan syariah yang masih belum benar-benar menguasai secara keseluruhan produk-produk perbankan syariah sehingga sangat sulit untuk melakukan sosialisasi terhadap masyarakat. Oleh sebab itu, peran dan fungsi DPS dalam hal ini sangat diharapkan.[11]

D.  Tugas Pokok dan Kewenangan DPS

Mekanisme kerja DPS yang antara lain:

  1. Melakukan pengawasan secara periodik pada lembaga keuangan syariah yang berada di bawah pengawasannya.
  2. Mengajukan usul-usul pengembangan lembaga keuangan syariah kepada pimpinan lembaga yang bersangkutan dan kepada DSN.
  3. Melaporkan perkembangan produk dan operasional lembaga keuangan syariah yang diawasinya kepada DSN sekurang-kurangnya dua kali dalam satu tahun anggaran.
  4. DPS merumuskan permasalahan-permasalahan yang memerlukan pembahasan-pembahasan DSN

Karena penting dan strategisnya keberadaan Dewan Pengawas Syariah tersebut, untuk berada langsung di dalam LKS tersendiri, dalam hal manajerial (pemberian saran dan nasihat mulai dari direksi sampai kepala kantor cabang pegadaian syariah), pembinaan terhadap segenap stakeholder dan shareholder, dan komunikasi dengan pihak eksternal terutama dalam hal perkembangan produk dan operasional LKS yang tetap berada di jalur syariah seperti pegadaian unit layanan syariah, sudah selayaknyalah manajemen pegadaian syariah membentuk dewan pengawas syariah sendiri (tidak menggabungkan lagi ke DPS Bank Muamalat Indonesia). Dengan demikian efektivitas dan efisiensi manajemen pegadaian syariah, dalam pengembangan produk dan operasionalnya, dapat diwujudkan dan berjalan lancar. Meskipun boleh jadi anggota DPS itu secara individu menjadi anggota DPS di perusahaan atau lembaga keuangan syariah lain, secara organisasi anggota DPS itu akan bertanggung jawab kepada perusahaan atau LKS, tempat dia menjadi anggota Dewan Pengawas Syariah.

Oleh karena itu, agar keberadaan DPS efektif (mencapai tujuan yang tepat dan benar) dan efisien (melakukan kegiatan dengan benar), yaitu menggunakan teknik dan metode yang tidak menyebabkan kemubaziran, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh DPS dalam menjalankan wewenang dan fungsinya, yaitu sebagai berikut :

  1. Karena sangat menentukan dalam mengawasi operasi pegadaian syariah agar tetap memenuhi prinsip-prinsip syariah, DPS harus secara aktif dan rutin melakukan pengawasan terhadap operasi pegadaian syariah, bukan hanya pasif menunggu datangnya pengaduan dari pihak manajemen pegadaian syariah.
  2. DPS sejak dini harus tegas untuk meluruskan apabila ada penyimpangan-penyimpangan sebelum pegadaian syariah menjadi bermasalah, antara lain tentang batas waktu pembayaran pinjaman (marhun bih) dan tarik simpanan (ijarah) yang dikenakan terhadap nasabah.
  3. Salah satu cara untuk mewujudkan efektivitas dan efisiensi adalah keberadaan DPS pegadaian syariah harus berdiri sendiri (mandiri), meskipun boleh jadi ada anggota DPS yang merangkap juga sebagai anggota di DPS lembaga keuangan syariah atau perusahaan syariah lairmya.
  4. DPS didorong agar tetap independensi dan memperkuat peranannya agar lebih optimal.[12]

BAB III

PENUTUP

Komunikasi pemasaran adalah salah satu dari empat elemen utama bauran pemasaran perusahaan. Pemasar harus tahu bagaimana menggunakan iklan, promosi penjualan, publisitas, yang dituju/target.

Proses komunikasi pemasaran harus melalui empat tahap yaitu harus ada sumbernya, encoding, trasmisi, dan decoding.

Guna mengembangkan komunikasi yang efektif, ada beberapa keputusan yang harus diambil, yaitu: Mengidentifikasi Audiens Sasaran, Menentukan Tujuan Komunikasi (mission), Merancang Pesan (Message), Memilih Saluran Media Komunikasi/Promosi, Menentukan Total Anggaran Promosi.

Variabel-variabel yang terdapat dalam promotion mix atau Bauran Promosi adalah : Advertising (Periklanan), Sales Promotion (Promosi Penjualan) , Public relation and publicity (Hubungan masyarakat dan publisitas), Personal selling (Penjualan pribadi) , Direct Marketing (Pemasaran langsung)

Keputusan Dewan Pimpinan MUI tentang susunan pengurus DSN-MUI, No: Kep-98/MUI/III/2001 DPS adalah badan yang ada di lembaga keuangan syariah dan bertugas mengawasi pelaksanaan keputusan DSN di lembaga keuangan syariah tersebut.

Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam struktur bank syariah berada sejajar dengan komisaris sebagai pengawas direksi. Jika komisaris memiliki peran sebagai pengawas kinerja manajemen suatu bank, maka DPS merupakan pengawas menejemen bank yang berkaitan dengan operasionalnya sehari-hari agar selalu sesuai dengan prinsip-prinsip syariah yang telah difatwakan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN). Oeh sebab itulah keberadaan DPS di bank syariah sangatlah penting sebagai pihak yang memiliki peran di dalam sebuah pengawasan operasionalnya agar benar-benar berjalan sesuai dengan landasan syariah yang murni dan tidak hanya namanya saja.

DAFTAR PUSTAKA

Suyanto, M. Marketing Strategy. Yogyakarta: CV. Andi Offset, tt.

Rangkuti, Freddy. Strategi Promosi Yang Kreatif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009.

Pradja, Juhaya S. Manajemen Pemasaran Bank Syariah. Bandung: CV Pustaka Setia, 2013.

https://alvanlovi.wordpress.com/2013/11/23/12/.

http://www.pengertianku.net/2015/12/pengertian-promosi-dan-tujuannya.html.

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/35739/5/Chapter%20III-V.pdf.

https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi.

http://www.gomarketingstrategic.com/2016/08/faktor-faktor-yang-dipertimbangkan.html.

[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi, diunduh pukul, 12.10 WIB, hari/tanggal: Senin, 17/10/2016.

[2] M. Suyanto, Marketing Strategy (Yogyakarta: CV. Andi Offset, tt), h. 141.

[3]Freddy Rangkuti, Strategi Promosi Yang Kreatif (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2009), h.  55

[4] Juhaya S. Pradja, Manajemen Pemasaran Bank Syariah, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2013), h. 377-379.

[5] https://alvanlovi.wordpress.com/2013/11/23/12/, diunduh pukul, 11.15 WIB, hari/tanggal: Senin, 21/11/2016.

[6] Opcit, https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_pemasaran.

[7] http://www.pengertianku.net/2015/12/pengertian-promosi-dan-tujuannya.html, diunduh jam 12.20 WIB, hari Senin, 17/10/2016.

[8] Juhaya S. Pradja, Manajemen Pemasaran Bank Syariah, h. 380.

[9] Ibid., h. 382.

[10] http://www.gomarketingstrategic.com/2016/08/faktor-faktor-yang-dipertimbangkan.html, diunduh jam 11.20 WIB, hari Selasa, 22/11/2016.

[11] http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/35739/5/Chapter%20III-V.pdf, diunduh jam 12.05 WIB, hari Senin, 21/11/2016.

[12] Juhaya S. Pradja, Manajemen Pemasaran Bank Syariah, h. 415.

Comments

Leave a Reply