Daftar isi
Analisa Laporan Keuangan
Bab I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
Analisis laporan keuangan adalah suatu proses penelitian laporan keuangan beserta unsure-unsurnya yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memprediksi kondisi keuangan perusahaan atau badan usaha dan juga mengevaluasi hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan atau badan usaha pada masa lalu dan sekarang.Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengetahui tingkat keuntungan dan tingkat risiko dan tingkat kesehatan suatu perusahaan.
Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengetahui tingkat keuntungan dan tingkat risiko dan tingkat kesehatan suatu perusahaan. Analisis semacam ini mengharuskan seorang analis untuk melakukan beberapa hal :
1) Menentukan dengan jelas tujuan analisis2) Memahami konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang mendasari laporan keuangan danrasio-rasio keuangan yang diturunkan dari laporan keuangan tersebut3) Memahami kondisi perekonomian dan kondisi bisnis lain pada umumnya yang berkaitan dengan perusahaan dan mempengaruhi usaha perusahaanSebelum melakukan analisis seorang analis harus memahami ketiga langkahdiatas,baru kemudian melakukan analisis dengan menggunakan alat-alat analisis seperti rasio-rasio keuangan atau rasio-rasio lainnya.
Dalam melakukan analisis terhadap laporan keuangan tersebut diperlukan beberapa tolak ukur. Analisis yang biasa dipakai adalah rasio atau indeks yang merupakan perbandingan di antara data-data keuangan. Analisis rasio keuangan merupakan alat utama yang dapat digunakan dalam melakukan analisis terhadap laporan keuangan.Melalui analisis rasio dapat dihasilkan pengukuran dalam bentuk rasio atau relatif dan bukan dalam angka yang absolut. Dengan demikian dapat mempermudah dalam melihat perubahan perubahan yang terjadi, apakah menunjukkan arah yang tetap, meningkat atau bahkan menurun. Faktor-faktor yang paling utama untuk mendapatkan perhatian analisis adalah tingkat likuiditas, profitabilitas atau rentabilitas, solvabilitas dan aktivitas. Likuiditas dapat menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya pada saat ditagih. Profitabilitas dapat menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Solvabilitas dapat menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut dilikuidasikan, baik kewajiban jangka pendek maupun kewajiban jangka panjang. Aktivitas dapat mengukur sejauh mana efektivitas perusahaan dalam menggunakan sumber dayanya.
Bab II. Pembahasan
I. Analisis Common Size dan Analisis Rasio
A. Analisis common-size
Analisis Common Size adalah analisis yang disusun dengan menghitung tiap-tiap rekening dalam laporan laba-rugi dan neraca menjadi proporsi dari total penjualan (untuk laporan laba-rugi) atau dari total aktiva (untuk neraca).
Laporan keuangan dalam persentase per-komponen (Common-size statement) menyatakan masing-masing posnya dalam satuan persen atas dasar total kelompoknya, cara penyusunan laporan keuangan ini disebut teknik analisis common-size dan termasuk metode analisis vertikal.Suatu neraca yang disusun dalam persentase perkomponen (Common-size statement) dapat memberikan informasi sebagai berikut: 1. Komposisi investasi (aktiva) suatu perusahaan dapat memberikan gambaran tentang posisi relatif aktiva lancar terhadap aktiva tak lancar. 2. Struktur modal (komposisi pasiva), yang dapat memberikan gambaran mengenai posisi relatif utang perusahaan terhadap modal sendiri.
Informasi hasil analisis bermanfaat untuk menilai tepat tidaknya kebijakan (operasi, investasi, dan pendanaa) yang diambil oleh perusahaan di masa lalu, serta kemungkinan pengaruhnya terhadap posisi dan kinerja keuangan perusahaan di masa yang akan datang.Persentase per komponen setiap elemen laporan keuangan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :1. Elemen2 Aktiva = Elemen ybs / Total Aktiva2. Elemen2 Pasiva = Elemen ybs / Total Pasiva3. Elemen2 Laba/Rugi = Elemen ybs / PenjualanLaporan dengan prosentase per komponen menunjukan prosentase dari total aktiva yang telah diinvestasikan dalam masing-masing jenis aktiva. Dengan mempelajari laporan dengan prosentase ini dan memperbandingkan dengan rata-rata industri sebagai keseluruhan dari perusahaan yang sejenis, akan dapat diketahui apakah investasi kita dalam suatu aktiva melebihi batas-batas yang umum berlaku (over investment) atau justru masih terlalu kecil (under investment), dengan demikian untuk periode berikutnya kita dapat mengambil kebijaksanaan – kebijaksanaan yang perlu, agar investasi kita dalam suatu aktiva tidak terlalu kecil ataupun terlalu besar.
Laporan dengan cara ini juga menunjukan distribusi daripada hutang dan modal, jadi menunjukan sumber-sumber darimana dana yang diinvestasikan pada aktiva tersebut. Study tentang ini akan menunjukan sumber mana yang merupakan sumber pokok pembelanjaan perusahaan., juga akan menunjukan seberapa jauh perusahaan menggunakan kemampuannya untuk memperoleh kredit dari pihak luar, karena dari itu juga dapat diduga atau diketahui berapa besarnya margin of safety yang dimiliki oleh para kreditur.
Prosentase per komponen yang terdapat pada neraca akan merupakan prosentase per komponen terhadap total aktiva, sehingga perbandingan secara horizontal dari tahun ke tahunnya akan menunjukan trend daripada hubungan (trend of relationship), dan tidak menunjukan ada tidaknya perubahan secara absolut. Perubahan ini dapat dilihat kalau dikembalikan pada data absolutnya. Jadi perubahan dari tahun ke tahun tidak menunjukan secara pasti adanya perubahan dalam data absolut.
Laporan dalam prosentase per komponen dalam hubungannya dengan laporan rugi-laba, menunjukan jumlah atau prosentase dari penjualan netto atau net sales yang diserap tiap-tiap individu biaya dan prosentase yang masih tersedia untuk income. Oleh karena itu Common Size percentage analysis banyak digunakan oleh perusahaan dalam hubungannya dengan income statement, karena adanya hubungan yang erat antara penjualan, harga pokok dan biaya operasi, sedang untuk neraca tidak banyak digunakan.
Dalam laporan prosentase per komponen (Common Size statement) semua komponen atau pos dihitung prosentasenya dari jumlah totalnya, tetapi untuk lebih meningkatkan atau menaikan mutu atau kwalitas data maka masing-masing pos atau komponen tersebut tidak hanya prosentase dari jumlah totalnya tetapi juga dihitung prosentase dari masing-masing komponen terhadap sub totalnya, misalnya komponen aktiva lancar dihubungkan atau ditentukan prosentasenya terhadap jumlah aktiva lancar, komponen hutang lancar terhadap jumlah hutang lancar dan sebagainya.
Contoh Analisis Common-Size:Cara perhitungan persentase per-komponen adalah: Pos-pos di dalam neraca dikategorikan menjadi dua, yaitu aktiva dan pasiva. Masing-masing kategori ini (total aktiva dan total pasiva) dinyatakan sebesar 100%, sedangkan masing-masing pos yang termasuk pada masing-masing kategori dinyatakan dalam persentase atas dasar total aktiva atau pasiva (kategori).% Kas = (Saldo Kas/Total Aktiva) x 100% = (Rp 1.300/Rp 14.000) x 100% = 9,29%⇒ Yang lainnya dihitung dengan cara yang sama.Dari neraca yang disusun dalam persentase per-komponen tersebut, tampak bahwa selama dua tahun, telah terjadi perubahan pada komposisi, baik aktiva (misalnyakas, persediaan) maupun pasiva (misalnya utang jangka panjang).PT. BAGAS PERKASA JAYALaporan Laba-Rugi Komparatif dalam Persentase Per-KomponenPer 31 Desember 2009 dan 2010(Dalam Ribuan Rupiah)LABA-RUGITahunCommon-Size (%)2009201020092010
Penghasilan Rp 150.000 Rp 200.000100%100%Harga Pokok Penjualan Rp (50.000) Rp (60.000)(33,33)(30,00)Laba Kotor Rp 100.000 Rp 140.00066,6770,00Biaya Pemasaran Rp (25.000) Rp (34.000)(16,67)(17,00)Biaya Administrasi Rp (20.000) Rp (28.000)(13,33)(14,00)Biaya Bunga Rp (10.000) Rp (14.000)(6,67)(7,00)Laba Sebelum Pajak Rp 45.000 Rp 64.00030,0032,00Pajak (15%) Rp (6.750) Rp (9.600)(4,50)(4,80)Laba Bersih Rp 38.250 Rp 54.40025,5027,20Cara perhitungan persentase per-komponen adalah: Pos-pos dalam perhitungan laba-rugi yang dinyatakan dalam persentase per-komponen atas dasar total penghasilan (total penghasilan dinyatakan sebesar 100%).% Harga Pokok Penjualan = (Saldo Harga Pokok Penjualan/Total Penghasilan) x 100% = Rp 60.000/Rp 200.000 x 100% = 30%⇒ Yang lainnya dihitung dengan cara yang sama.
Dari perhitungan laba-rugi, tampak bahwa distribusi setiap Rp 1,00 penjualan kepada harga pokok penjualan misalnya mengalami penurunan, meskipun distribusi untuk biaya lainnya (pemasaran, administrasi, dan bunga), secara total mengalami kenaikan.
B. Analisis Rasio
1. Pengertian Analisis Rasio
Analisa rasio adalah analisis yang menghubungkan perkiraan neraca dan laporan laba rugi terhadap satu dengan yang lainnya, yang memberikan gambaran tentang sejarah perusahaan serta penilaian terhadap suatu perusahaan tertentu. Analisis rasio keuangan memungkinkan manajer keuangan meramalkan reaksi para calon investor dan kreditur dapat ditempuh untuk memperoleh dana.
2. Manfaat Analisis Rasio
1. Membantu penganalisis untuk mengetahui keadaan
2. Perkembangan keuangan perusahaan yg bersangkutan.Untuk mengambil manfaat rasio keuangan kita memerlukan standar untuk perbandingan. Salah satu pendekatan adalah membandingkan rasio-rasio perusahaan dengan pola industri atau lini usaha di mana perusahaan secara dominan beroperasi.3. Kategori Analisis Rasio1) Rasio LikuiditasMenurut Jusuf (2006:50), rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya termasuk bagian dari kewajiban jangka panjang yang telah berubah menjadi kewajiban jangka pendek). Pengertian rasio likuiditas menurut Munawir (2004:31) adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya pada saat ditagih.
2) Rasio Profitabilitas
Menurut Agnes (2005:21), profitability ratio (rasio profitabilitas) adalah suatu rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri. Menurut Munawir (2004:43), rentabilitas atau profitability adalah menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Pengertian profitabilitas (kemampuan mencapai laba) menurut Aliminsyah dan Padji (2003:206) adalah suatu kemahiran untuk memperoleh hasil dalam dunia usaha dengan perhitungan yang seksama.
3) Rasio Solvabilitas
Pengertian rasio solvabilitas menurut Riyanto (2001:224) adalah kemampuan perusahaan untuk membayar semua utang-utangnya (baik jangka pendek maupun jangka panjang). Solvabilitas suatu perusahaan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi segala kewajiban finansialnya apabila perusahaan sekiranya saat ini dilikuidasikan.
4) Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas atau sering disebut rasio efisiensi. Menurut Riyanto (2001:235) adalah mengukur sejauh mana efektivitas perusahaan dalam menggunakan sumber dayanya.
5) Rasio Pasar
Rasio pasar mengukur harga pasar relatif terhadap nilai buku.Sudut pandang rasio ini lebih banyak berdasar pada sudut investor (atau calon investor), meskipun pihak manajemen juga berkepentingan terhadap rasio‑rasio ini.
5. Perhitungan Beberapa Analisis RasioPT. BAGAS PERKASA JAYAPER 31 DESEMBER 2001( dalam ribuan rupiah )Aktiva LancarHutang lancarKas200.000Hutang dagang300.000Efek200.000Hutang wesel100.000Piutang160.000Hutang Pajak160.000Persediaan840.000Jumlah A.L.1.400.000Jumlah H.L.560.000Aktiva TetapHutang jk. PanjangMesin700.000Obligasi600.000Akum. Penyusutan100.000600.000Modal sendiriBangunan1.000.000Modal saham1.200.000Akum. Penyusutan200.000Agio saham200.000800.0001.400.000Tanah100.000Laba ditahan440.000Intangibles100.000Jumlah A.T.1.600.000Juml. Modal sendiri1.840.000Jumlah Aktiva3.000.000Jumlah pasiva3.000.000Statemen Laba – RugiPT ABCPeriode 31 Desember 2001( dalam ribuan rupiah )Penjualan4.000.000Harga pokok penjualan3.000.000Laba kotor1.000.000Biaya-biaya570.000Keuntungan sebelum bunga & pajak430.000Bi. Bunga obligasi ( 5 % x Rp 600.000 )30.000Keuntungan sebelum pajak400.000Pajak penghasilan160.000Keuntungan bersih setelah pajak240.000Perhitungan analisis rasio sebagai berikut :RASIO KEUANGANMETODE PERHITUNGANINTERPRETASI1) RASIO LIKUIDITASa) Current RatioAktiva Lancar——————–Hutang Lancar1.400.000————- = 2,5 : 1 = 250%560.000Kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar. Setiap hutang Lancar Rp 1,00 dijamin oleh oleh aktiva lancar Rp 2,50b) Cash RatioKas + Efek = 400.000 =HL 560.000= 0,71 atau 71%Kemampuan membayar utang dengan segara yang harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang segera dapat diuangkan.Setiap hutang Lancar Rp1,00 dijamin oleh kas dan efek Rp 0,71c) Quick ratio (Acid Test ratio)Kas +Efek + HutangHutang Lancar200.000 + 200.000 + 160.000560.000= 1 : 1 atau 100%· Kemampuan untuk membayar utang yg segera hrs dipenuhi· Dg aktiva lancar yg lebih likuid.· Setiap utang lancar Rp 1,00 dijamin dengan quick assets 1,00d) Working Capital toTotal Assets RatioAktiva Lancar – Ht LancarJumlah Aktiva1.400.000 – 560.0003.000.000= 0, 28 : 1 atau 28 %Likuiditas darin total aktiva dan posisi modal kerja neto.Setiap Rp 1, 00 assets perusahaan Rp 0,28 terdiri dari modal kerja (aktiva lancar)2) RATIO LEVERAGEa) Total Debt to Equity RatioH Lancar + H JK PanjangJml Modal Sendiri560.000 + 600.0001840.000= 0,63 : 1 atau 63 %Bagian setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk keseluruhan hutang.63% dari setiap rupiah modal sendiri menjadi jaminan utang.b) Total debt to total capital Assets Utg Lancar + Utg JK PJJumlah Modal/Aktiva560.000 + 600.0003.000.000= 0,39 : 1 atau 39%Beberapa bagiam dari keseluruhan dana yang dibelanjai dengan utang. AtauBerapa bagian dari aktiva yang digunakan untuk menjamin utang.39 % dari setiap aktiva digunakan untuk menjamin utangc) Long Term Debt ToEquity ratioHutag JK PanjangModal Sendiri600.000————— = 0,33 : 1 = 33%1.840.000Bagian setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk hutang jk panjang.33 % dari setiap rupiah modal sendiriDigunakan untuk menjamin hutang jangka panjang.d) Tangible Assets Debt CoverageJml Aktiva – Intangibles HLHutang Jk Pjg3.000.000 – 100.000 – 560.000600.00002. 340.000600.000= 3,9 :1 atau 390%Besarnya aktiva tetap tangible yang digunakan untuk menjamin hutang jangka panjang setiap rupiahnyaSetiap rupiah Hutang JKPJ dijamin oleh aktiva tangible sebesare RP 390e) Times Interest Earned RatioEBITBunga HTG JK panjang 430.000 = 14,3 X30.000Besarnya jaminankeuntungan yang digunakan untuk membayar bunga Hutang JK PJG3) RASIO AKTIVITASa) Total Assts Turn OverPenjualan Neto 400.000——————— = ————Jumlah Aktiva 300.000 = 1,33Kemampuan dana yang tertanam dlm keseluruhan aktivaberputar dalam satu periode tertentu, Atau kemampuan dana yang diinvestasi- kan untuk menghasilkan revenue.Dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva rata-rata dlm 1 thn berputar 1,33X. Atau setiap 1 Rupiah setiap thn dpt meng- hasilkan Rp1,33b) Receivable Torn OverPenjualan Kredit————————Piutang Rata-rata4.000.000———————— = 25 X160.000Kemampuan dana yang tertanam dalam piutang berputar dalam suatu periode tertentu.Dalam satu tahun rata-rata dana yang tertanam dalam piutang berputar selama 25Xc) Average Collection PeriodPiutang rata-rata X 360Penjualan Kredit160.000 X 360—————— = 14,4 hari4.000.000Periode rata-rata yang dibutuhkan dalam pengumpulan pihutangPiutang rata-rata dikumpulkan setiap 15 hari sekali.d) Inventory Turn OverHarga Pokok Penjualan———————————Inventory Rata-Rata= 3000.000. ————- = 3,6 X 840.000Kemampuan dana yang tertanam dalam inventory berputar dalam satu periode tertentu.Dana yang tertanam dalam inventory berputar rata-rata 3,6 X dalam satu tahun.e) Average Day’s InventoryInventory rata-rata X 360———————————–Harga Pokok Penjualan 840.000 X 360——————- = 10 hari 3.000.000Periode rata-rata persediaan berada di gudang .Inventory berada di gudang rata-rata selama 10 hari.f) Working Capital Turn over Penjualan Netto———————————- Aktiva lancar – H Lancar 4.000.000· ————————– 1.400.000 – 560.000 = 4,76 X atau 4,8 XKemampuan modal keja perusahaan berputar dalam satu periode siklus kas perusahaanDana yang tertanam dalam modal kerja berputar rata-rata 4,8 X dalam satu tahun.4) RASIO KEUNTUNGANa) Gross Profit Margin Penjualan Neto – Harga Pokok Penjualan ———————————- Penjualan Neto4.000.000 – 3.000.000————————– X 100 %4.000.000= 25%Laba Bruto per rupiah penjualanSetiap Penjualan menghasilkan laba bruto Rp 0,25.b) Operating Income Ratio ( Operating Profit Margin)Penjualan Neto – Harga pokokPenjualan – Biaya ADM danUmum—————————————-Penjualan Netto4.000.000 – 3.000.000 –570.000————————————— 4.000.000= 10, 75%Laba sebelum Bunga dan Pajak (net operating income) oleh setiap rupiah penjualanSetiap rupiah penjualan menghasilkan laba operasi Rp 0,11.c) Operating RatioHrg Pokok P enjualan + Biaya ADM + Biaya Penj + Biaya Umum—————————————Penjualan Neto3.000.000 + 570.000————————- = 89,25 %4.000.000Biaya operasi per rupiah penjualan .Setiap rupiah penjualan memerlukan biaya Rp 0,89Makin besar rasio makin burukd) Net Profit MarginKeuntungan Neto sesudah Pajak————————————–Penjualan Neto240.000———————- = 6 %4.000.000Keuntungan neto per rupiah penjualanSetiap rupiah penjualan menghsilkan keuntungan neto sebesar Rp 0,06e) Earning Power of Total Investmen rate of return of total assets)EBIT————————–JML AKTIVA 430.000—————— = 14,3 % 3.000.000Kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhanAktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi semua investor.Setiap satu rupiah modal yang diinvestasikan menghasilkan keuntungan Rp 0,14 untuk semua investor.f) Net Earning Power ratio /Return On Investment (ROI)Earninf After Tax—————————–Jumlah Aktiva 240.000= ——————– = 8% 3.000.000Kemampuan modal yang diinvestasikanDalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan netog) Rate of Return forthe Owners (Rate of Return on Net Worth)Earning After Tax—————————-ML Modas Sendiri 240.000= —————- = 13 % 1.840. 000Kemampuan modal sendiri dalam menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham preferen dan biasa.Setiap rupiah modal sendiri menghasilkan keuntungan neto Rp 0,13 yg tersedia bagi pemegang shm preferen dan biasaPendekatan lain dalam analisis laporan keuanganLangkah pertama : Pengelompokkan Pengukuran dalam 3 aspeka) Ukuran kinerjab) Ukuran Efisiensi Operasic) Ukuran Kebijakan Keuangan1. Ukuran kinerja dianalisis dalam tiga kelompok:a) ratio profitabilitasb) ratio pertumbuhanc) ratio PenilaianUKURAN KINERJA/RATIOKEUANGANMETODE PERHITUNGANINTERPRETASIa) RATIO PROFITABILITAS1. Kinerja laba operasi Laba Operasi Bersih (NOI)/Penjualan Laba Operasi Bersih —————————- Penjualan $ 700,8 = —————- = 15,2 % $ 4.620,0Kemampuan penjualan untuk menghasilkan laba bersih.Setiap satu dollar penjualan mampu menghasilkan laba operasi bersih $ 0.132. Hasil pengembalian atas total aktiva (ROI)Laba operasi terhadap total aktiva Laba Operasi Bersih —————————- Aktiva $ 700,8 = —————- = 20% $ 3.390,4Kemampuan penggunaan aktiva untuk menghasilkan laba operasi bersih.Setiap satu dollar aktiva mampu menghasilkan laba operasi bersih $ 0.203. Laba Operasi Bersih terhadap Total Modal Laba Operasi Bersih —————————- Total Modal (Total Modal / Hutang berbeban bunga atas total modal bunga + ekuitas pemegang saham) $ 700,8 = —————- = 28,2% $ 2.484,0Kemampuan penggunaan modal untuk menghasilkan laba operasi bersih.Setiap satu dollar modal mampu menghasilkan laba operasi bersih $ 0.284. Laba bersih terhadap penjualan / Marjin laba atas penjualan Laba Bersih —————————- Penjualan $ 470,2 = —————- = 10,2% $ 4.620,0Kemampuan penjualan dalam menghasilkan laba bersih.Setiap satu dollar penjualan mampu menghasilkan laba bersih $ 0.285. Hasil pengembalian atas equitas / Return on Equity hasil pengembalian atas equitasLaba Bersih—————————-Equitas pemegang saham $ 470,2 = —————- = 28,8 % $ 1.634,4Mengukur pengembalian nilai buku kepada pemilik perusahaan.Setiap satu dollar Equitas mampu menghasilkan laba bersih $ 0,2886. Tingkat profitabilitas marjinalPerubahan NOI—————————-Perubahan total modal $ 237,6 = —————- = 18,4 % $ 1292,1Mengukur perubahan margin profitabilitas dari beberapa periode.Margin profitabilitas dari periode (lima tahun terakhir) 18,4%7. Hasil pengembalian Marginal atas Equitas / Marginal return to equity)Perubahan NI—————————-Perubahan equitas $ 219,7 = —————- = 15,3 % $ 1147,2Marginal return to equity 15,3%b) Rasio PertumbuhanPertumbuhan penjualan, Laba Operasi bersih, Laba bersih, Laba per saham da dividen per sahamc) Rasio Penilaian1. Rasio harga/labaHarga pasar per saham terhadap laba per saham (price /earning ratio atau P/E ratio Harga pasar per saham —————————- Laba per saham $ 69.69 = —————- = 15,9 % $ 3,85Semakin tinggi risiko tinggi faktor diskonto dan semakin rendah rasio P/E, semakin tinggi P/E, maka semakin bagus sebuah perusahaan.2. Rasio Harga Pasar terhadap nilai Buku (market –to – book – value) Harga pasar per saham —————————- Nilai buku ekuitas $ 69.69 = —————- = 5,2 % $ 13,41Mengukur nilai yang diberikan pasar keuangan kepada manajemen dan organisasi perusahaan sebagai sebuah perusahaan yang terus tumbuh.2. Ukuran Efisiensi OperasiMengukur rasio aktivitas atau rasio perputaran adalah mengukur seberapa efektif perusahaan memanfaatkan investasi dan sumber daya ekonomis yang dimilikinya.UKURAN KINERJA/RATIOKEUANGANMETODE PERHITUNGANINTEPRETASIPerputaran Persediaan Harga Pokok Penjualan —————————- Persediaan $ 700,8 = —————- = 15,2 % $ 4.620,0Sama dengan di atas (aspek yang lain)3. Ukuran Kebijakan KeuanganMengukur sampai seberapa jauh total aktiva dibiayai oleh pemilik, jika dibandingkan dengan pembiayaan yang disediakan oleh para kreditur.UKURAN KINERJA/RATIOKEUANGANMETODE PERHITUNGANINTEPRETASIa) Faktor leverage Total Aktiva —————————- Ekuitas $ 3.390 = —————- = 2,07 $ 1.6334,4 Menegukur sampai seberapa jauh investasi ekuitas pemegang saham diperbesar oleh penggunaan penggunaan hutang dalam membiaya total aktiva.BAB IIIPENUTUPA. KESIMPULANAnalisis keuangan sangat penting untuk diterapkan dal sistem suatu perusahaan. Karena dengan menggunakan analisis keuangan ini perusahaan dapat mengetahui keuntungan dan kerugian yang dicapai perusahaan dalam suatu periode.Analisis laporan keuangan adalah suatu proses penelitian laporan keuangan beserta unsure-unsurnya yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memprediksi kondisi keuangan perusahaan atau badan usaha dan juga mengevaluasi hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan atau badan usaha pada masa lalu dan sekarang.Analisis Common Size adalah analisis yang disusun dengan menghitung tiap-tiap rekening dalam laporan laba-rugi dan neraca menjadi proporsi dari total penjualan (untuk laporan laba-rugi) atau dari total aktiva (untuk neraca).Analisa rasio adalah analisis yang menghubungkan perkiraan neraca dan laporan laba rugi terhadap satu dengan yang lainnya, yang memberikan gambaran tentang sejarah perusahaan serta penilaian terhadap suatu perusahaan tertentu.Beberapa isu yang harus dipertimbangkan dalam analisis laporan keuangan agar laporan keuangan bis diperbandingkan (comparable). Analisis berdasarkan laporan keuangan yang melibatkan beberapa perbandingan baik terhadap perusahaan lainnya atau terhadap data pada periode-periodde sebelumnya.B. SARANSaran saya sebuah perusahaan harus menggunakan Analisis Laporan Keuangan dalam sistem operasional perusahaannya,dan juga perusahaan tersebut harus memilih seorang analis yang mampu untuk menganalisis data perusahaansehingga dapat mencapai tujuan yang telah direncanakan atau akan memperoleh hasil yang memuaskan.DAFTAR PUSTAKADarminto, Dwi P. 2011. Analisis Laporan Keuangan: Konsep dan Aplikasi. Edisi Ketiga. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.Hanafi, Mamduh M. dan Abdul Halim. 2005. Analisis Laporan Keuangan. Edisi Kedua. Yogyakarta: UPP-AMP YKPN.Hutapea, Agnes. 2007. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta : Zenith Publisher.Jusuf, Permana. ddk, 2006. Prinsip-Prinsip Akuntansi. Jakarta : Salemba Empat.Muhamad, Aliminsyah Ddk, 2003. Pengantar Akuntansi. Edisi Ketujuh. Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.