Daftar isi
Observasi Pembelajaran IPA di SD
Bab I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
Observasi merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam mengetahui bagaimana cara mengajar yang baik. Dalam hal ini kami selaku mahasiswa PGSD melakukan observasi di Sekolah SD NEGERI 2 Kota Serang untuk memenuhi tugas dalam bentuk laporan observasi pembelajaran di kelas khususnya mata pelajaran IPA. Laporan hasil observasi ini disusun guna mememenuhi tugas mata kuliah Pendidikan IPA Kelas Tinggi. Dengan adanya observasi ini diharapkan kita dapat mengetahui bagaimana seorang guru mengajar suatu pembelajaran ( mata pelajaran IPA). Kemudian kita sebagai sorang calon guru tentunya dapat memilih mana yang baik dan tidak baik untuk diajarkan kepada murid kita ketika sudah mengajar kelak.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana proses pembelajaran IPA di sekolah dasar?
2. Apa saja media yang digunakan untuk menunjang pembelajaran IPA di sekolah dasar?
3. Apa saja kesulitan yang dialami guru dalam menyampaikan materi pada pembelajaran IPA?
C. TUJUAN
Tujuan penyusunan laporan observasi ini adalah Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan IPA Kelas Tinggi di Semester IV PGSD, dengan Dosen Pengampu Bapak Encep Andriana. Selain itu tujuan penyusunan laporan observasi ini adalah:
1. Untuk mengetahui pembelajaran IPA SD.
2. Untuk mengetahui media pembelajaran guna menunjang pembelajaran IPA SD.
3. Untuk mengetahui kesulitan yang dialami guru dalam menyampaikan materi khusunya pada pembelajaran IPA SD.
D. MANFAAT.
Manfaat atau kegunaan observasi yang diharapkan adalah sebagai berikut :
1. Dapat memahami bagaimana cara mengajar yang benar dan mengaplikasikannya ketika kita menjadi guru dimasa yang akan datang khususnya pada pembelajaran IPA.
2. Dapat memotivasi kami untuk lebih kreatif khususnya dalam mengajar mata pelajaran IPA.
E. METODE
1. Observasi.
2. Wawancara.
BAB II
PEMBAHASAN
A. KAJIAN TEORI
A. Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam
1. Pengertian Pembelajaran IPA
Pembelajaran adalah suatu proses membelajarkan subjek didik/pembelajaran yang direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi secara sistematis agar subjek didik dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.Sedangkan menurut Dimyati pembelajaran adalah kegiatan guru terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekan pada penyediaan sumber belajar.Berdasarkan kajian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran merupakan proses yang dipersiapkan sedemikian rupa sehingga peserta didik/siswa dapat melaksanakan dengan sebaik-baiknya yang berdampak positif pada pencapaian tujuan yang sudah ditentukan. Asy’ari mengemukakan bahwa “IPA adalah pengetahuan manusia tentang alam yang diperoleh alam dengan cara yang terkontrol”.
Dari pernyataan di atas menyatakan bahwa IPA merupakan ilmu yang mempelajari keadaan dan kejadian alam secara sistematis melalui kegiatan pengamatan, dan percobaan untuk mengetahui fakta, konsep,proses penemuan dan sikap ilmiah. Sehingga pengetahuan dari hasil kegiatan manusia yang diperoleh dengan menggunakan langkah-langkah ilmiah yang berupa metode ilmiah dan didapatkan dari hasil eksperimen atau observasi yang bersifat umum sehingga akan terus disempurnakan.Pembelajaran IPA merupakan proses membelajarkan subjek didik dalam mempelajari peristiwa yang terjadi di alam ini melalui serangkaian proses ilmiah sehingga tercapai tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan.
Berdasarkan pengertian-pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA adalah membelajarkan siswa untuk memahami hakikat IPA (proses dan produk serta aplikasinya) mengembangkan sikap ingin tahu, keteguhan hati, ketekunan dan sadar akan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat serta pengembangan ke arah sikap yang positif.
2. Pentingnya Pembelajaran IPA di SD
Pembelajaran IPA sangat penting bagi siswa karena merupakan mata pelajaran yang sudah diperkenalkan kepada siswa sejak di bangku taman kanak-kanak. Permasalahan IPA dikatakan penting bagi siswa karena berhubungan dengan lingkungan alam sekitar. Depdiknas menyatakan bahwa “Pembelajaran adalah sistem membelajarkan subjek didik atau pembelajaran yang direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi secara sistematis agar subjek didik dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien”.Pembelajaran sebagai upaya atau kegiatan guru dalam rangka untuk membuat siswa belajar. Untuk membuat siswa belajar maka pendidik harus merencanakan dan mendesain suatu pembelajaran antara lain materi, tujuan pembelajaran , strategi maupun metode, sehingga pembelajaran tersebut dapat mencapai tujun pembelajaran secara efektif dan efisien. Menurut Asy’ari pembelajaran IPA pada hakikatnya mencakup beberapa aspek yaitu: faktual, keseimbangan antara proses dan produk, aktif melakukan investigasi, berpikir induktif dan deduktif, dan pengembangan sikap. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA merupakan suatu kegiatan siswa tentang ilmu pengetahuan yang mencakup antara fakta, proses dan produk, dan teori tentang peristiwa alam.
3. Tujuan Pembelajaran IPA
Tujuan pembelajaran IPA di sekolah dasar adalah membantu peserta didik untuk memperoleh ide, pemahaman, pengalaman, keterampilan, dan kemampuan berpikir secara ilmiah serta mampu menerapkannya dalam kehidupan secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Tujuan yang diharapkan dapat dicapai selain pengembangan konsep, juga mengembangkan aspek keterampilan proses siswa dan sikap ilmiah, sehingga tumbuh minat rasa ingin tahu terhadap alam sekitarnya. Harapan lebih lanjut alam ini dapat dijaga dan dilestarikan, karena alam sekitar ini salah satu ciptaan Tuhan.
B. HASIL OBSERVASI
1. Paparan Data
Nama Sekolah : SDN 2 Kota Serang
Akreditasi : A+
Study : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Kelas : III B
Pada observasi di SDN 2 Kota serang yang kami lihat pada pembelajaran IPA yang diajarkan kepada para siswa bukanlah mata pelajaran murni melainkan tematik sehingga pembelajaran yang diajarkan menyangkut beberapa mata pelajaran. Dalam penyampaian materi IPA sang guru Pak Teguh selalu menyelingi dengan permainan yang bertujuan agar siswa bersemangat untuk mengikuti pembelajaran serta untuk mengondisikan sifat anak dalam pembelajaran. Pembelajaran IPA menggunakan metode dan media yang berbeda menyesuaikan materi yang akan diajarkan seperti belajar di luar ruangan kelas, berkeliling melihat alam yang dapat digunakan untuk bahan pembelajaran, menggunakan KIT IPA, CD pembelajaran dengan menggunakan proyektor, atau bahkan memanggil narasumber yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Menurut beliau pembelajaran IPA itu cenderung lebih banyak kegiatan praktikum dari pada ceramah. Kesulitan yang dialami beliau dalam mengajar pembelajaran IPA yaitu adanya beberapa anak yang terlalu aktif yang masih belum bisa beliau kondisikan sehingga beliau mengambil alternatif pembelajaran dengan menggunakan permainan.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Secara umum kegiatan observasi di kelas merupakan suatu kegiatan yang sangat bermanfaat, karena kita bisa memperoleh data informasi yang akuarat langsung dari objek sasaran.
B. SARAN
kegiatan observasi di kelas merupakan suatu kegiatan yang sangat bermanfaat, untuk itu di sarankan pada calon guru seperti kita dapat mengetahui bagaimana seorang guru mengajar suatu pembelajara. Kemudian kita sebagai sorang calon guru tentunya dapat memilih mana yang baik dan tidak baik untuk diajarkan kepada murid kita ketika sudah mengajar kelak.
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.