Laporan Hasil Observasi Bimbingan dan Konseling untuk Anak Usia Dini

Bimbingan dan Konseling untuk Anak Usia Dini

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

     Setiap anak memiliki keunikan masing-masing dan  memiliki kemampuan dan karakteristiknya masing-masing. Mulai dari yang cepat memahami , hingga yang lamban. Tidak jarang dijumpai anak yang bermasalah baik dalam hal interaksi dengan sesama temannya, maupun dalam hal belajar. Mereka dapat dikategorikan sebagai kelompok yang menuntut layanan bimbingan yang khusus.     

      Khususnya akan saya teliti yaitu perilaku anak usia dini atau usia Taman Kanak-Kanak yang saat ini sangat beragam. Ada anak yang sangat mudah untuk diajari dan diberikan arahan,  ada anak yang sangat susah diatur, lebih senang apabila guru mendengarkan cerita mereka daripada mendengarkan cerita gurunya,  dan ada pula yang mengalami kesulitan dalam belajar. Walaupun banyak perbedaan karakter disetiap anak namun pada dasarnya setiap anak itu pintar dan cerdas.   

      Namun pengertian pintar dan cerdas bagi sebagian orang tua dan guru sangatlah sempit, yaitu yang menganggap bahwa anak pintar yaitu anak yang lebih berkembang dalam bidang logis matematis saja. Sehingga anak yang sulit menerima pelajaran dianggap sebagai anak yang bodoh bagi sebagian orang tua dan guru. Jika sudah seperti ini, guru wajib memberikan bimbingan dan konseling kepada anak agar anak mampu mengkondisikan diri mereka untuk dapat berkonsentrasi pada proses pembelajaran

B. Rumusan Masalah

      
     Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dibuat rumusan masalah adalah :

1. Apa pengertian konsentrasi ?

2. Ciri-ciri anak yang sulit berkonsentrasi ?

3. Apasaja faktor anak sulit berkonsentrasi ?

4. Apasaja upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan konsentarsi anak ?

C. Tujuan

     Tujuan dari penulisan hasil observasi ini adalah untuk memenuhi tugas semester 3, mata kuliah Bimbingan Konseling pada Anak Usia Dini.

D. Manfaat

     Manfaat dari penulisan hasil observasi ini agar dapat member kontribusi yang sederhana dalam dunia pendidikan. Selain itu agar bisa menjadi referensi dan penambah pengetahuan bagi para calon penididk pondasi bangsa kelak maupun bagi kalangan umun ataupun para orang tua.

BAB II

LANDASAN TEORI

Proses pembelajaran dikelas anak usia dini tidak lepas dari bagaimana peran guru dalam menciptakan suasana belajar, strategi pembelajaran, model pembelajaran yang digunakan. Antara guru yang memberikan pelajaran harus tercipta korelasi yang evektif dan efisien agar proses pembelajaran pada anak dapat berlangsung dengan baik.

Pendekatan pembelajaranpun juga tidak kalah penting untuk diperhatikan oleh guru anak usia dini dalam pembelajaran dikelas. Pendekatan adalah suatu usaha dalam aktifitas kajian, atau interaksi, relasi dalam suasana tertentu dengan individu atau kelompok melalui penggunaan metode-metode tertentu secara efektif. Dalam pembelajaran juga ada strategi pembelajaran yang merupakan cara guru dalam mengatur, mengintegrasikan semua urutan kegiatan pembelajaran dikelas serta mengorganisasikan tema-tema yang diajarkan dengan media, waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran, untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan secara efektif dan efisien.

Usia sekitar 4-5 tahun anak mulai mampu berkonsentrasi dan menyelesaikan tugas sampai selesai. Jika anak bisa konsentrasi 5 menit saja, secara umum dapat dikatakan konsentrasinya cukup baik, bila lebih dari 5 menit, berarti si anak memang lebih dibanding rata-rata anak umumnya

1. Apa pengertian konsentrasi ?

  Konsentrasi adalah bagaimana anak fokus dalam mengerjakan atau melakukan sesuatu sehingga pekerjaan itu mampu dikerjakan dalam waktu tertentu. Kemampuan anak berkonsentrasi berbeda-beda sesuai dengan usianya. Rentang perhatian anak dalam menerima informasi melalui aktivitas apapun juga berbeda.

Supriyo (2008, 103) Konsentrasi adalah pemusatan perhatian, pikiran terhadap suatu hal dengan mengesampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan. Siswa yang tidak dapat konsentrasi dalam belajar berarti tidak dapat memusatkan pikirannya terhadap bahan pelajaran yang dipelajarinya. Konsentrasi dalam belajar akan meentukan keberhasilan belajar oleh sebab itu maka setiap pelajar perlu melatih konsentrasi dalam kegiatan sehari-hari.

Perhatian  anak pra-sekolah sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya kurang menariknya materi, faktor lingkungan yang ramai, kesulitan anak untuk mengerjakan tugas dan lain-lain. Untuk anak-anak memang sangat dibutuhkan kemampuan yang aktif dalam menyampaikan materi dan disesuaikan dengan perkembangan motoriknya.

Sedangkan yang dimaksud dengan kesulitan konsentrasi adalah bila anak tidak fokus dalam memperhatikan suatu hal atau perhatiannya terpecah dan mudah beralih. Jadi, untuk suatu pekerjaan, dia tidak bisa menuntaskannya. Sedikit-sedikit, perhatiannya sudah berubah dan itu terjadi pada semua hal. Akan tetapi kesimpulan bahwa seorang anak sulit konsentrasi, baru bisa didapat setelah dibandingkan dengan anak normal umumnya.

2. Ciri-ciri anak sulit konsentrasi

Gejala gangguan pemusatan perhatian biasanya muncul pada usia 3 tahun, tetapi diagnosis umumnya baru dapat dipastikan ketika anak telah masuk sekolah. Misalnya KB maupun TK.

Ciri-ciri utama yang tampak yaitu kurangnya perhatian. Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual For Mental Disorder IV (DSM IV ), seorang anak dapat dikatakan memiliki gangguan pemusatan perhatian apabila memiliki enam gejala yang menetap dan telah berlangsung kurang lebihnya 6 bulan dan tidak sesuai dengan tingkat perkembangan anak

1.     Sering gagal memberikan perhatian yang baik terhadap hal-hal yang rinci atau sering melakukan kesalahan yang tidak seharusnya atau ceroboh terhadap perkerjaan sekolah, bermain dan aktivitas-aktivitas lainnya.

2.   Sering mengalami kesulitan untuk mempertahankan perhatian dalam melakukan tugasnya atau dalam kegiatan bermain.

3.      Seringkali tampak tidak mendengarkan atau acuh ketika diajak berbicara.

4.    Seringkali tidak mempu mengikuti aturan dan instruksi dan gagal dalam menyelesaikan  tugas-tugas sekolah, kegiatan sehari-hari ataupun saat bermain.

5.      Seringkali mengallami kesulitan mengorganisasikan tugas atau aktivitas-aktivitasnya.

6.    Seringkali menghindar, menolak atau tidak suka mengikuti kegiatan-kegiatan yang memerlukan konsentrasi lama seperti ketika mengerjakan tugas-tugas sekolah.

7.   Seringkali kehilangan barang-barang yang digunakannya sehari-hari seperti mainan, alat tulis, buku-buku serta peralatan lainnya.

8.      Mudah teralih perhatiannya oleh stimulus atau ransangan yang datang dari luar.

9.      Mudah lupa akan pekerjannya yang dikerjakannya sehari-hari.

3. Apasaja faktor anak sulit berkonsentrasi ?

Sulit berkonsentrasi, terlebih dahulu harus dilihat apa penyebab anak sulit berkonsentrasi? Banyak para orang tua yang bingung dan khawatir mengenai anaknya yang sulit berkonsentrasi atau anaknya termasuk hiperaktif.

Ada tiga hal yang menyebabkan terjadinya kesulitan berkonsentrasi, yaitu:

a.       Faktor eksternal,

Hal yang bisa mempengaruhi, antara lain:

Lingkungan. Misalnya, anak diberi tugas menggambar. Pada saat yang bersamaan, ia mendengar suara ramai dan itu lebih menarik perhatiannya sehingga tugasnya pun diabaikan. Berarti lingkungan mempengaruhi konsentrasinya.

b.      Pola pengasuhan yang permissive,

yaitu pengasuhan yang sifatnya menerima atau membolehkan apa saja yang anak lakukan. Sehingga anak kurang dilatih untuk menyelesaikan suatu tugas sampai selesai dan jika ia mengalami kesulitan orang tua bisa membantunya sehingga ia mampu menyelesaikannya tidak dibiarkan saja anak beralih melakukan sesuatu yang lain.

Adapun Supriyo (2008; 104) menyebutkan bahwa sebab-sebab latar belakang anak tidak dapat konsentrai dalam belajar antara lain yaitu sebagai berikut :

1.      Anak tidak mmempunyai tempat tersendiri

2.      Anak mudah terpengaruh oleh situasi sekitar

3.      Anak tidak  merasa senang/tidak berminat terhadap pelajaran yang dihadapi

4.      Kemungkinan lain badan dalam keadaan lelah/ sakit

.

BAB

III

PEMBAHASAN

1. Analisis

            Nama anak                  : Halimah

            Jenis Kelamin  : Perempuan

            Umur                           : 6 tahun

            Agama             : Islam

            Jumlah saudara            : 1

                                                  Jumlah saudara laki-laki        : 1

                                                  Jumlah saudara permpuan     : –

            Anak ke                       : 2 ( dua )

            Hoby                           : menyukai segala sesuatu yang berbentuk hello kitty

            Tempat Observasi       : Bimbingan Belajar Tunas Melati

            Alamat observasi         : jalan teluk lerong gang Aisyah

2. Sintesis

–          Selalu berbicara terus menerus

–          Selalu ingin didengarkan ceritanya tetapi jika guru sedang menjelaskan atau bercerita enggan mendengarkan

–          sibuk sendiri dengan aktifitasnya

–          perhatiannnya mudah teralihkan ke yang lain yang ada disekitarnya

3. Diagnosis

Halimah adalah anak usia dini yang berusia 6 tahun, dia memiliki kepribadian yang sangat ceria, lincah, suka bernyanyi,  dan suka bercerita. Namun, Halimah sangat sulit untuk berkonsentrasi dalam proses pembelajaran dan mudah teralihkan perhatiannya, karena dia lebih suka bercerita dibandingkan harus fokus pada pembelajaran. Jika diberi tugas, ia tidak pernah menyelesaikan tugas dengan baik kecuali saya sebagai gurunya menemani dan memperhatikan sampai ia selesai mengerjakan. Halimah termasuk anak yang suka mencari perhatian orang lain karena dia tidak suka apabila ada orang lain yang lebih diperhatikan daripada dia.

Jika dilihat dari kepribadian dan tingkah laku halimah , ia termasuk anak yang dimanja oleh orang tuanya, apapun yang diminta olehnya selalu dituruti, apabila ada hal yang tidak bisa dikerjakannya, ia selalu meminta bantuan dan orang tuanya selalu membantu sehingga halimah menjadi anak yang tidak bisa mandiri dan tidak bertanggung jawab. 

Halimah sangat menyukai makanan yang manis-manis seperti permen atau coklat sehingga jarang memakan makanan berat yang akibatnya caca sering merasa lapar yang dapat mempengaruhi konsentrasinya.Terbukti ia kerap kali membawa makanan saat proses belajar baru dimulai,padahal nanti ada jam untuk istirahat. Ia juga terkadang mengantuk pada saat proses belajar mengajar

4. Progmosis

Beberapa bentuk layanan yang kami berikan kepada anak

1. Mengatur posisi duduk anak agar tidak berada dekat dengan jendela, gambar-gambar, atau hal-      hal lain yang dapat mengganggu kosenterasinya.

      2. Memberikan materi dengan pendekatan persuasif. Yaitu pedekatan yang dilakukan face to        

          face disertai bujukan secara halus pada anak agar mau mengikuti pelajaran

      3. Menyingkirkan perlengkapan yang tidak diperlukan dimeja belajar anak, supaya perhatiannya 

          tidak terpecah.

      4.  Menghindarkan penggunaan kalimat-kalimat negatif, sindiran dan kecaman seperti “dasar

          malas!”,  “tuh berantakan lagi kan?!”  “Pasti deh, gak selesai lagi”.

      5.   Tidak memperbolehkan anak membawa makanan ketika datang ke tempat belajar, karena

          akan mengganggu belajar anak

                  5. Treatment ( Penanganan )

     Penanganan Terhadap Anak yang Sulit Berkonsentrasi dalam Belajar

Penanganan terhadap penderita gangguan konsentrasi tidaklah bisa dilakukan oleh guru saja, karena penanganan yang ideal dilakukan harusah bersifat holistik atau menyeluruh. Penangan yang baik haruslah meliputi disiplin ilmu yang dilakukan antara dokter, orang tua, guru dan lingkungan yang berpengaruh terhadap penderita secara bersama-sama.

Cara mengajarkan anak agar memiliki kemampuan konsenterasi  yang baik.

1.      Melatih anak untuk hidup mandiri.

Kemandirian berhubungan erat dengan aktivitas tubuh. Seperti sebuah komputer yang tidak pernah digunakan. Maka akan ada kemungkinan terjadi kerusakan-kerusakan pada beberapa komponennya, salah satu sebabnya …. karena karatan. Apalagi kalau bagian komponen yang diserang ada di dalam CPU, maka computer bisa matot (mati total). Seperti halnya dengan tubuh kita. Bila tubuh kita terlalu dimanja atau terlalu banyak dibiarkan menganggur, maka aktivitas otak kita pun akan menurun. Bila otak jarang beraktivitas, maka fungsi dan kemampuan beberapa bagian otak pun akan menurun. Hal ini bisa menyebabkan sulitnya berkonsentrasi, karena pikiran terlalu sering dibiarkan kosong dan tidak berfungsi. Bila anda terlalu memanjakan anak dan tidak membiasakan buah hati anda untuk hidup mandiri, serta lebih sering meminta si mbak untuk membantu buah hati anda, sebaiknya mulai sekarang latihlah buah hati anda untuk belajar hidup mandiri.

2
.      Berikan perhatian yang cukup

Sudah cukupkah perhatian yang anda berikan pada buah hati anda? Perhatian sangatlah penting bagi buah hati anda. Seperti seorang anak yang tidak pernah diberi makan yang cukup di rumah, maka di luar rumah dia akan sering meminta-minta makanan di luar rumah. Begitu juga dengan buah hati anda. Bila perhatian yang anda berikan sangatlah kurang, maka dia akan lebih sering mencari perhatian di luar rumah. Bila buah hati anda sedang berada di lingkungan sekolah, maka buah hati anda pun akan lebih sering meminta perhatian di sekolah. Di saat jam pelajaran sekolah, buah hati anda (yang masih labil) secara otomatis akan berusaha mencari pemenuhan kebutuhan perhatian. Salah satu caranya adalah dengan mengganggu teman yang lain, atau mengajak teman satu kelasnya mengobrol. Perhatian yang cukup, juga sangat penting agar buah hati anda terlindung dari segala macam kecelakaan, misalnya kepala terantuk, kaki cedera, dll. Karena hal ini juga bisa mengakibatkan seorang anak menjadi susah berkonsentrasi dalam pelajaran.

3.      Jangan Biarkan Anak Terbebani Dengan Aktivitas Yang Tidak Disukai.

Ada kalanya kita memberikan segala sesuatu yang disukai sang buah hati, misalnya memberikan dia uang saku, membelikan mainan yang dia minta, dll. Namun ada kalanya kita harus memberikan sesuatu yang tidak dia sukai, misalnya memberikan macam-macam bimbingan belajar atau melakukan pekerjaan rumah. Dalam hal ini sangat dibutuhkan peran orang tua dalam memperhatikan buah hati anda, sehingga orang tua bisa tahu porsi yang harus diberikan kepada sang buah hati. Bila buah hati anda merasa terbebani dengan segala aktivitas yang tidak disukai, maka anda hari segera mengambil langkah, yaitu dengan mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak disukai, atau mengarahkan ke kegiatan-kegiatan yang disukai. Misalnya, bila anda sebelumnya meminta buah hati anda untuk mengikuti les piano, padahal dia tidak suka, maka anda alangkah lebih baik bila anda menghentikan les piano tersebut. Bila buah hati anda lebih menyukai les gitar, maka anda bisa mengarahkan buah hati anda untuk mengkuti les gitar. Banyak orang menginginkan hobinya menjadi sebuah pekerjaan. Dalam hal ini, anda sebagai orang tua harus pandai-pandai melihat potensi anak dan kesukaannya, lalu mengarahkannya buah hati anda agar potensi yang dia sukai tersbut menjadi sebuah kegiatan yang positif, berguna untuk masa depan, dan tentunya dilakukan tanpa beban. Selain itu, istirahat yang cukup juga sangat penting untuk pemulihan stamina buah hati anda. Jangan biarkan buah hati anda tidur terlalu malam atau belajar terlalu keras sehingga lupa istirahat, karena hal ini justru bisa mengganggu konsentrasi anak dalam menerima pelajaran yang dijelaskan oleh guru di sekolah.

4.      Perhatikan Pola Makanan

Pola makan sangat berpengaruh terhadapt tingkah laku anak. Usahakan buah hati anda menghindari makanan yang mengandung bahan perwarna, vetsin, kafein, dan zat-zat pengawet. Perbanyak makan buah dan sayur akan sangat berguna untuk menunjang kesegaran dan kesehatan tubuh buah hati anda. Dalam usia yang masih sangat belia, usahakan agar buah hati anda menghindari penggunaan paparan logam berat seperti tambalan gigi dari amalgam, kawat gigi dari nikel, dll.

5.      Berikan Hiburan Yang Cukup, Menyenangkan, dan Bermanfaat.

Kebahagiaan adalah sesuatu hal yang diinginkan banyak orang. Dalam diri seorang anak, setiap saat dalam hidupnya selalu ingin diisi dengan keceriaan. Maka sebagai orang tua, jangan lupa memberikan hiburan yang cukup bagi buah hati anda. Supaya buah hati anda tidak merasa tertekan dengan segala aktivitas yang banyak menyita waktu dan tenaga. Luangkan waktu anda sekeluarga untuk berlibur, minimal jalan-jalan ke mall terdekat di rumah anda. Hiburan akan menjadi sangat bernilai bila diisi dengan sesuatu yang bermanfaat, misalnya permaianan belajar bahasa Inggris, atau membuka situs-situs internet tentang pendidikan. Misalnya: lagu2anak.blogspot.com. Bila dihubungkan dengan konsentrasi anak dalam belajar, permainan yang baik adalah catur, bermain alat musik, atau sekedar mendengarkan musik.

BAB

IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Gangguan konsentrasi bukan merupakan penyakit tetapi merupakan gejala penyimpangan perkembangan anak. Gangguan konsentrasi atau inatensi atau kurangnya pemusatan perhatian dapat dilihat dari kegaagalan seorang anak dalam memeberikan perhatian secara utuh terhadap sesuatu, mudah sekali beralih perhatian dari satu hal ke hal lainnya. Kualitas konsentrasi anak terhadap suatu hal kurang baik,sehingga anak sering kali tidak mampu menyelesaikan tugas pembelajarannya.

B. Saran

Selaku calon pendidik yang professional kita harus mampu memahami bermacam-macam karakteristik belajar dan gangguan-gangguan yang sering kali dialami oleh anak didik kita maka bekal ilmu lah yang kita butuhkan dan kemampuan mengidentifikasi bermacam-macam masalah anak didik kita.

Daftar Referensi Situs

http://arasmunandar.wordpress.com/contoh-laporan-studi-kasus-bimbingan-dan-konseling/

http://safaluspubaisa.blogspot.com/2012/11/bimbingan-konseling-paud.html

http://www.bimba-aiueo.com/cara-meningkatkan-konsentrasi-belajar-pada-anak/

http://paudanakceria.wordpress.com/2011/03/11/mengapa-anak-sulit-konsentrasi/

http://www.meadjohnson.co.id/node/836/take?quizkey=a7faa4b6d54b49391c5f03b63b0d0e88

http://lenawanty-ctoepang.blogspot.com/

http://mastin-zellweger.blogspot.com/2013/04/contoh-kasus-bimbingan-konseling.html

http://yarstiara.wordpress.com/2012/06/09/laporan-bimbingan-konseling/

http://www.docstoc.com/docs/15847583/Studi-Kasus-%28Anak-Kurang-Konsentrasi%29

http://creativeparenting-kakzepe.blogspot.com/2011/09/agar-anak-bisa-selalu-konsentrasi-dalam.html

Comments

Leave a Reply