Daftar isi
Konsep dan Peran Kostum
Bab I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
Secara umum Kostum dapat mengarah pada suatu pakaian, atau juga gaya pakaian tertentu pada pemeran, baik dipandang dari status masyarakat, atau dengan rentan waktu atau periode tertentu. Istilah kostum juga dapat merujuk pada sebuah pengaturan artistik baik pada asesoris maupun pada gambar, puisi, patung, bahkan pada lakon cerita, sesuai dengan keadaan yang dideskripsikan.
B. Rumusan Masalah
Untuk membatasi pembahasan dalam makalah ini, maka rumusan masalah hanya dibatasi pada:
- Bagaimana Tata Kostum/Pakaian?
- Seperti apa Sifat dan fungsi kostum?
- Apa saja tipe dalam kostum/pakaian?
C. Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mengasah kemampuan penulis secara akademik untuk membahas tentang kostum/pakaian.
2. Berbagi ilmu pengetahuan seputar Kostum
4. Manfaat
Dengan penyusunan makalah ini semoga bermanfaat bagi :
1. Para pembaca yang memerlukan referensi dalam materi kostum.
2. Sebagai bahan bacaan bagi teman – teman dalam menggali ilmu tentang Kostum/pakaian
Bab II. Pembahasan
A. Tata Kostum/Pakaian
Tak jauh beda dengan rias, tata pakaian pun dapat membantu seorang aktor dalam membawakan peranannya sesuai dengan tuntutan lakin. sangat menantang bagi seorang aktor apabila dalam suatu cerita banyak menggunakan kostum dan rias, maka untuk akan diperlukan lebih banyak latihan penyesuaian diri dengan kostum dan rias.
Adapun tujuan utama penggunaan kostum pada aktor dan aktris dalam sebuah cerita ataupun drama, antara lain untuk :
- Membantu mengidividualisasikan pemain dalam sebuah cerita.
- Membantu mengidentifikasi periode atau rentan waktu dalam sebuah adegan. dengan begitu pemeran akan dicocokkan dengan kostum sesuai dengan kondisi baik berdasarkan umur maupun waktu.
- Menunjukkan jati diri dari pemeran, baik berupa status sosial maupun kekayaan.
- Mengekpresikan gaya pemeran.
B. Sifat dan fungsinya
Sedangkan Sifat dan fungsinya Kostum/pakaian merupakan :
I. Pakaian dasar/foundation
Pakaian dasar ini entah kelihatan atau tidak merupakan bagian kostum yang berikan silvet (latar belakang) pada kostum.
II. Pakaian kaki (sandal/sepatu)
Gaya dari sandal/sepatu selain untuk memberikan efek visual, juga dapat mempengaruhi gaya jalan dari pemeran.
III. Pakaian tubuh (body)
Pakaian tubuh disesuaikan dengan kebutuhan lakon, dan mempertimbangkan usia watak, status sosial, keadaan dan emosi.
IV. Pakaian kepala
Pakaian kepala ini dapat berupa mahkota, topi, kopiah gaya rambut, sanggul, wig, topeng.
V. Kostum pelengkap (aksesoris)
Tujuan dari kostum pelengkap ini untuk memberikan efek dekoratif, efek watak.
C. Tipe kostum/pakaian
Berdasarkan tipenya kostum dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Kostum histories
Umumnya digunakan untuk menyesuaikan periode-periode dalam cerita mengenai yang berkaitan dengan sejarah
2. Kostum modern
Kostum yang digunakan sebagai gambaran kehidupan masyarakat masa kini
3. Kostum nasional
Kostum yang disesuaikan dengan latar peran dari daerah-daerah atau dari tempat spesifik
IV. Kostum Tradisional
Kostum tradisional disesuaikan dengan karakter spesifik simbolis melekat pada simbol-simbol kesukuan, kelompok, klan dan sejenisnya.



Bab III. Penutup
A. Simpulan
Kostum dapat merujuk kepada pakaian atau gaya pakaian dalam sebuah adegan teater, dalam penggunaan kostum pada adegan semata-mata untuk meklasifikasikan pemeran, dengan menyesuaikan alur dan latar cerita, kostum sebagai alat bantu untuk membedakan rentan waktu dalam cerita.
Saran
Penulis menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya pada pembaca apabila terdapat kesalahan dalam penulisan ataupun kekeliruan dalam penyusunan makalah ini. Untuk itu, saran dan kritikan dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, semoga makalah tentang kostum ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita.. terima kasih atas kunjungannya..

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.