Saya mulai dengan arah mata angin dalam bidang ilmu pelayaran, yang umumnya juga sudah ada dimana-mana, di bangku SMP dulu juga sudah, meski tidak sedetil dalam teori ilmu pelayaran
Dalam teori dasar Ilmu Pelayaran Datar (IPD) ada yang namanya arah mata angin yang merupakan lingkaran 360° (360 derajat) bumi dari utara ke utara lagi,yang terdiri dari empat inti utama yakni Utara,Timur,Selatan,Barat, dan di jabarkan lagi ke 16 arah yang masing-masing memiliki sudut sebesar 22,5° (22,5 derajat) sehingga menjadi seperti ini.
arah mata angin utama
U : Utara = 000° (nol derajat)
UTL : Utara Timur Laut = 022.5° (22.5 derajat)
TL : Timur Laut = 045° (45 derajat)
TTL : Timur Timur Laut = 067.5° (67.5 derjat)
T : Timur = 090° (90 derajat)
TMG: Timur Menenggara = 112.5°
T : Tenggara = 135°
SMG: Selatan menenggara = 157.5°
S : Selatan = 180°
SBD : Selatan Barat Daya = 202°
BD : Barat Daya = 225°
BBD : Barat Barat Daya = 247.5°
B : Barat = 270°
BBL : Barat Barat Laut = 292.5°
BL : Barat Laut = 315°
UBL : Utara Barat Laut = 337.5°
Dan kembali lagi ke utara sehingga menjadi 360 derajat.
Dalam ke 16 (enam belas) arah mata angin diatas masih ada juga anak-anaknya hingga menjadi 32 arah, yang didalam ilmu pelayaran di sebut 32 surat, dimana satu tiap-tiap surat memiliki sudut sebesar 11,25° (sebelas koma duapuluh lima derajat).
Penghitungan diatas menjadi patokan dasar dalam berlayar, apalagi berlayar koboy alias manual tanpa ada alat2 navigasi pelayaran seperti Global Positioning Sytem (GPS), Radar, dsb.
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.