Daftar isi
Pacaran dan Dampak Bagi Remaja
Bab I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
Remaja adalah salah satu objek yang paling rentan terhadap pengaruh masa kini. Mulai dari bullying, geng-gengan, tawuran, clubbing, nongkrong yang tak jelas, hingga pergaulan bebas yang sedang marak sekarang, yaitu pacaran.
Pacaran adalah proses perkenalan antara 2 orang yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang lebih sering dikenal dengan pernikahan. Namun pada kenyataannya, penerapan proses tersebut masih sangat jauh dari tujuan sebenarnya.
Dewasa ini, pacaran bukan merupakan tahap proses menuju berkeluarga, namun sebagai objek untuk pelampiasan nafsu semata. Banyak remaja sekarang yang berpacaran laiknya sepasang kekasih yang sudah menikah. Pegangan tangan, berdekatan, berpelukan, ciuman dan terakhir yang paling buruk yaitu berzina sudah tak asing lagi. Dalam Islam pun pacaran tak dibolehkan karena mendekati zina, seperti dalam salah satu ayat Al-Qur’an, ” Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan seburuk-buruk jalan (Q.S. Al-Isra:32)“. Pacaran tak ada dalam proses menuju berkeluarga dalam Islam, melainkan Ta’aruf (perkenalan).
B. Rumusan Masalah
Agar makalah ini lebih tersusun rapi, maka dibuat suatu rumusan masalah sebagai acuan dalam penulisan makalah ini. Adapun rumusan masalahnya adalah :
- Penyebab seorang remaja berpacaran
- Pengaruh berpacaran bagi para remaja
Bab II. Pembahasan
A. Penyebab Seorang Remaja Pacaran
Gemerlap dunia remaja adalah masa-masa terindah dalam kehidupan. Rasa cinta yang menggelora dapat memuncak pada remaja yang sedang jatuh cinta. Dari rasa cinta ini dapat dibuktikan untuk saling mengikat janji kepada orang yang dicintai. Berikut alasan-alasan mengapa remaja berpacaran:
a. Untuk membuktikan ada yang mau
Dengan mempunyai pacar menandakan bahwa seorang remaja tersebut memiliki lawan jenis yang menyukainya
b. Untuk membuktikan bahwa ia masih normal
Remaja yang mempunyai pacar lawan jenis dianggap sebagai remaja yang normal alias tidak memiliki kelainan
c. Ikut trend
Ternyata ada juga remaja yang seperti ini, menjalin hubungan agar tak ketinggalan zaman dan ikut nge-trend
d. Sebagai teman kencan
Agar tak sendiri dalam bepergian, salah satu cara adalah mempunyai pacar agar si pacar bisa diajak jalan bareng
e. Untuk membuktikan bahwa ia sudah mengenal cinta
Remaja sudah ingin dianggap dewasa dalam hal cinta, maka ia menunjukkan bahwa ia sudah mengenal cinta dengan berpacaran
f. Untuk motivasi belajar
Meskipun jarang, ada juga remaja yang menjadikan pacarnya sebagai objek untuk memotivasi dirinya dalam belajar
g. Untuk membuktikan bahwa dia tampan/cantik
Remaja ingin diakui bahwa dia tampan, cantik, keren, tak culun, dan lain-lain. Salah satu cara adalah dengan berpacaran untuk menunjukkan bahwa ia keren dan sebagainya dan layak untuk disukai banyak orang
h. Untuk pamer
Alasan ini termasuk mirip dengan dengan alasan sebelumnya, bedanya adalah bahwa si pacarnya yang ingin dipamerkan bahwa si pacar menawan, tampan, cantik, dan sebagainya
i. Agar tak diolok-olok
Zaman sekarang pacaran sudah lazim, maka dari itu agar tak diejek orang bahwa ia masih jomblo dan tak ada yang mau, maka ia berpacaran dengan siapa saja asal punya pacar
j. Untuk pelampiasan nafsu sesaat
Alasan inilah yang paling buruk. Banyak remaja sekarang yang mempunyai pacar hanya untuk dipandangi, saling berdekat-dekatan, saling pegang, ciuman hingga berzina hanya untuk melampiaskan nafsu yang sudah menggebu-gebu di dalam diri.
B. Pengaruh Pacaran Bagi Remaja
1) Prestasi Sekolah
Bisa meningkat atau menurun. Di dalam hubungan pacaran pasti ada suatu permasalahan yang dapat membuat pasangan tersebut bertengkar. Dampak dari pertengkaran itu dapat mempengaruhi prestasi mereka di sekolah. Tetapi tidak menutup kemungkinan dapat mendorong mereka untuk lebih meningkatkan prestasi belajar mereka
2) Pergaulan Sosial
Pergaulan bisa tambah meluas atau menyempit. Pergaulan tambah meluas, jika pola interaksi dalam peran tak hanya berkegiatan berdua, tetapi banyak melibatkan interaksi dengan orang lainnya (saudara, teman, keluarga, dan lain-lain). Pergaulan tambah menyempit, jika sang pacar membatasi pergaulan dengan yang lain (tidak boleh bergaul dengan yang lain selain dengan aku)
3) Mengisi Waktu Luang
Bisa tambah bervariatif atau justru malah terbatas. Umumnya, aktivitas pacaran tidak produktif (ngobrol, nonton, makan, dan sebagainya), namun dapat menjadi produktif, jika kegiatan pacaran diisi dengan hal-hal seperti olah raga bersama, berkebun, memelihara binatang, dan sebagainya
4) Keterkaitan Pacaran dengan Seks
Pacaran mendorong remaja untuk merasa aman dan nyaman. Salah satunya adalah dengan kedekatan atau keintiman fisik. Mungkin awalnya memang sebagai tanda atau ungkapan kasih sayang, tapi pada umunya akan sulit membedakan rasa sayang dan nafsu. Karena itu perlu upaya kuat untuk saling membatasi diri agar tidak melakukan kemesraan yang berlebihan
5) Penuh Masalah Hingga Berakibat Stres
Hubungan dengan pacar tentu saja tidak semulus diduga, jadi pasti banyak terjadi masalah dalam hubungan ini. Jika remaja belum siap punya tujuan dan komitman yang jelas dalam memulai pacaran, maka akan memudahkan ia stres dan frustasi jika tidak mampu mengatasi masalahnya
6) Kebebasan Pribadi Berkurang
Interaksi yang terjadi dalam pacaran menyebabkan ruang dan waktu untuk pribadi menjadi lebih terbatas, karena lebih banyak menghabiskan waktu untuk berduaan dengan pacar
7) Perasaan Aman, Tenang, Nyaman, dan Terlindungi
Hubungan emosional (saling mengasihi, menyayangi, dan menghormati) yang terbentuk ke dalam pacaran dapat menimbulkan perasaan aman, nyaman, dan terlindungi. Perasaan seperti ini dalam kadar tertentu dapat membuat seseorang menjadi bahagia, menikmati hidup, dan menjadi situasi yang kondusif baginya melakukan hal-hal positif.
Bab III. Penutup
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang saya buat dapat disimpulkan bahwa:
Banyak alasan-alasan yang dikemukakan untuk pacaran, padahal pacaran sendiri lebih banyak dampak negatifnya dibanding positifnya, bagi remaja yang berpacaran dengan menjaga norma dan batasan yang ditentukan oleh orang tua masing-masing dapat menjadikan pacaran sebagai motivasi untuk meningkatkan prestasi belajar, namun sejauh ini umumnya remaja sekarang menggunakan hubungan pacaran melewati batas-batas dan norma-norma yang berlaku di masyarakat sendiri, remaja yang sedang dilanda asmara kebanyakan tidak berfikir panjang sehingga hubungan pacaran itu menjadi tidak sehat, oleh karenanya timbul masalah bagi remaja akibat dari pacaran, masalah yang sering dijumpai adalah hamil diluar nikah, aborsi, bunuh diri, perubahan perilaku dan penyimpangan-penyimpangan lainnya.
B. Saran
Saran bagi remaja yang melakukan hubungan dengan lawan jenis (Pacaran), diharapkan agar tidak melampaui batas dalam pacaran. Dan bagi orang tua agar memberikan arahan dan nasihat kepada anaknya.
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.