Daftar isi
Pembuatan Gamis Di Butik Indah Collection
Bab I. Pendahuluan
A. Latar Belakang Pemikiran
Praktek Kerja Industri merupakan suatu sistem pembelajaran yang dilakukan diluar proses belajar mengajar disekolah dan dilaksanakan pada perusahaan, industri atau instansi yang relevan.Kemudian pelatihan Industri ini dilaksanakan untuk menyiapkan siswa memasuki lapangan kerja dan mengembangkan diri secara berkelanjutan.Dengan pengalaman yang didapatkan saat Pelatihan Industri ini diharapkan siswa mampu memahami dan mengerti bagaimana cara menghadapi dunia kerja,sehingga siswa tidak terlalu asing dengan dunia kerja yang akan dihadapi nanti.
B. Tujuan Penulisan Laporan
- Siswa dapat menerapkan penulisan laporan ilmiah dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar.
- Siswa dapat mengembangkan diri secara berkelanjutan dengan kemampuan yang dimiliki.
- Membangun motivasi siswadalam dunia kerja nanti.
C. Tujuan Prakerin
- Mendapatkan pengalamandalam dunia kerja.
- Menambah wawasan tentang praktek kerja Industri.
- Siswa dapat mengerti,memahami dan memantapkan di dunia usaha.
D. Manfaat Penulisan Laporan
- Memberikan informasi tentang Pelatihan Industri.
- Menambah wawasan bagaimana cara bekerja dengan baik dan mendapatkan hasil yang maksimal.
- Siswa mampu memahami bagaimana cara menulis laporan yang baik dan benar.
E. Manfaat Prakerin
- Siswa mampu memahami,memantapkan dan mengembangkan pengajaran yang didapat saat Praktek Kerja Industri.
- Siswa mampu memahami dan mengerti bagaimana cara menghadapi dunia kerja.
- Siswa dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman dibidang industri.
- Siswa mampu memahami dan mengerti apa itu dunia kerja yang sebenarnya.
Bab II. Kajian Pustaka
A. Kajian Teoritis
- Laporan pembuatan kebaya dengan tekhnik jahit dan pasang payet di CV.CITRA TAILOR oleh Ida Royani, Tahun 2011/2012. Menyimpulkan bahwa dalam proses pembuatan kebaya sangatlah mudah,tetapi harus teliti dan membutuhkan kreatifitas dalam pemasangan payet pada kebaya tersebut.
- Laporan pembuatan gamis dewasa di FEBY COLLECTION oleh Irmaya Sofiyani, Tahun 2012/2013. Menyimpulkan bahwa dalam proses pembuatan gamis dewasa harus teliti dan tidak tergesa-gesa agar memperoleh hasil yang maksimal.
B. Landasan Teori
Busana pesta adalah busana yang digunakan pada kesempatan pesta, dimana busana tersebut dibagi menurut waktunya yaitu pagi, siang, malam (Prapti Karomah dan Sicilia S, 1998:8-9).Menurut Enny Zuhny Khayati (1998) busana pesta malam adalah busana yang dipakai pada kesempatan pesta dari waktu matahari terbenam sampai waktu berangkat tidur, baik yang bersifat resmi maupun tidak resmi.Menurut Sri Widarwati (1993:70) busana pesta adalah busana yang dibuat dari bahan yang bagus dan hiasan yang menarik sehingga kelihatan istimewa.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan busana pesta adalah busana yang dikenakan untuk kesempatan pesta dan dibuat lebih istimewa dari busana lainnya, baik dalam hal bahan, desain, hiasan, maupun teknik jahitannya.
1. Penggolongan Busana Pesta
a. Busana Pesta Pagi
Busana pesta pagi atau siang adalah busana yang dikenakan pada kesempatan pesta antara pukul 09.00-15.00.Busana pesta ini terbuat dari bahan yang bersifat halus, lembut, menyerap keringat dan tidak berkilau, sedangkan pemilihan warna sebaiknya dipilih warna yang lembut tidak terlalu gelap.
b. Busana Pesta Sore
Busana pesta sore adalah busana yang dikenakan pada kesempatan sore menjelang malam.Pemilihan bahan sebaiknya bertekstur agak lembut dengan warna bahan yang cerah atau warna yang agak gelap dan tidak mencolok.
c. Busana Pesta Malam
Busana pesta malam adalah busana yang dikenakan pada kesempatan pesta malam hari.Pemilihan bahan yaitu yang bertekstur lebih halus dan lembut.Mode busana kelihatan mewah atau berkesan glamour.Warna yang digunakan lebih mencolok, baik mode ataupun hiasannya lebih mewah.
d. Busana Pesta Malam Resmi
Busana pesta malam resmi adalah busana yang dikenakan pada saat resmi, mode masih sederhana, biasanya berlengan tertutup sehingga kelihatan rapi dan sopan tetapi tetap terlihat mewah.
2. Karakteristik Busana Pesta
Untuk menghasilkan sebuah busana pesta yang bagus dan bermutu tinggi perlu mempertimbangkan karakteristik dari busana pesta tersebut. Karakteristik busana pesta antara lain :
a. Siluet Busana Pesta
1) Bentuk dasar
Penggolongan siluet menurut bentuk dasar dibedakan menjadi 3, yaitu:
a) Siluet lurus atau pipa (straigh/tabular)
b) Siluet lonceng (bell-shape/bouffant shilouette)
c) Siluet menonjol (bustle shilouette)
2) Pengaruh tekstur
Siluet berdasarkan pengaruh tekstur dibedakan menjadi 2 yaitu siluet tailor dan siluet draperi.
3) Bermacam huruf
Berdasarkan bentuk huruf siluet dibedakan menjadi siluet A, H, I, T, Y, S, X, O, dan L.
b. Tekstur Bahan Busana Pesta
Tekstur adalah sifat permukaan dari suatu benda yang dapat dilihat dan dirasakan. Sifat-sifat permukaan tersebut antara lain: kaku, lembut, kasar, halus, tebal, tipis, dan tembus terang. Tekstur terdiri dari bermacam-macam yaitu tekstur kaku, tekstur kasar dan halus, tekstur mengkilap dan kusam.

Gambar:2.1 macam-macam model gaun pesta
C. Deskripsi Alat dan Bahan
- Alat yang digunakan dalam pembuatan produk praktek kerja industri antara lain :
a. Mesin jahit dan komponennya
Digunakan untuk menjahit bahan atau kain yang telah di potong sesuai pola.
Gambar:2.2 Mesin jahit dam komponennya
b. Mesin obras dan komponennya
Digunakan untuk merapikan tepi jahitan agar serat kain tidak lepas.
Gambar:2.3 Mesin obras dan komponennya
c. Matlyin
Digunakan untuk mengukur panjang bahan yang akan digunakan.
Gambar:2.4 Matlyin
d. Gunting (kain,benang,kertas)
Untuk memotong kain benang dan kertas.
Gambar:2.5 Gunting kain, gunting benang, gunting kertas
e. Cukit (pendedel)
Digunakan untuk melepas jahitan yang salah.
Gambar:2.6 cukit (pendedel)
f. Jarum tangan
Digunakan untuk menjelujur kain,agar memudahkan kita untuk menjahit.
Gambar:2.7 Jarum tangan
g. Jarum pentul dan bantalan jarum
Digunakan untuk mempermudah pada saat menjahit dengan cara disematkan.
Gambar:2.8 Jarum pentul dan bantalan jarum
h. Pinset
Untuk mempemudah memasukan benang pada mesin obras.
Gambar:2.9 pinset
i. Kapur jahit
Digunakan untuk memberi tanda jahitan pada saat membuat pola desain pada kain tau kertas.
Gambar:2.10 kapur jahit
j. Rader
Digunakan untuk memberi tanda jahitan pada pola.
Gambar:2.11 Rader
k. Setrika
Untuk merapikan kain (produk) yang sudah jadi agar tidak kusut.
Gambar:2.12 Setrika
- Bahan yang digunakan dalam pembuatan produk praktek kerja industry antara lain :
a. Kain asahi
Adalah kain yang sering digunakan untuk furing, karena berbahan lembut, tidak panas dan tidak mengkerut.
Gambar:2.13 Kain asahi
b. Kain hycon
Adalah sejenis kain tipis tetapi tidak setipis kain siffon.
Gambar:2.14 Kain hycon
c. Kain sanwos
Adalah kain sejenis sutra cina yang seratnya ringan dan halus.
Gambar:2.15 Kain sanwos
d. Kain keras
Adalah sejenis kain kasar yang salah satu permukaannya terdapat lem, dan berfungsi untuk melapisi kerah pada pakaian.
Gambar:2.16 kain keras
e. Kain fitslin
Adalah sejenis kain halus yang fungsinya untuk melapisi lapisan kerah pada pakaian.
Gambar:2.17 Kain fitslin
f. Benang jahit dan benang obras
Adalah benang yang digunakan untuk menjahit pada pakaian dan benang yang digunakan untuk mengobras.
Gambar:2.18 Benang jahit dan benang obras
g. Ret sleting jepang 50 cm
Adalah bahan digunakan sebagai pelengkap, dan memudahkan saat memakai pakaian tersebut.
Gambar:2.19 ret sleting jepang 50 cm
Bab III. Ruang Lingkup Undah Collection
A. Sejarah INDAH COLLECTION
INDAH COLLECTION berdiri pada tahun 2008 dan awal berdiri dengan nama INDAH KEBAYA dan di pimpin langsung oleh ibu Annastasia Indah purwatiningsih.
Pada mulanya INDAH KEBAYA hanya memproduksi kebaya saja,tetapi pada awal tahun 2009 mulai memproduksi berbagai macam produk ,seperti gaun pesta,kebaya modern,kebaya klasik,seragam sekolah,dll. Kemudian pada saat itu pula nama industri tersebut berubah nama menjadi INDAH COLLECTION.
Dengan tujuan agar produknya dikenal oleh masyarakat luas, INDAH COLLECTION menghasilkan produk dengan mengikuti tren mode yang ada pada zamannya.
INDAH COLLECTION menerima pesanan dari berbagai kota, diantaranya:Tegal,Cirebon,Jakarta,Pekalongan,Purwokerto,Palembang, surabaya, dan berbagai kota lainnya. Produk yang dibuat paling banyak diproduksi di INDAH COLLECTION pada tahun sekarang yaitu gaun,kebaya dan gamis.
B. Struktur organisasi
Struktur organisasi di INDAH COLLECTION adalah sebagai berikut :
Gambar:3.1 Struktur Organisasi
C. Kepegawaian
jumlah karyawan di INDAH COLLECTION berjumlah 2 orang,tugas sehari-harinya adalah menjahit,mengesom,memasang kancing,dll. Tetapi tugas yang paling utama adalah menjahit.
Adapun tugas dan tanggung jawab lainnya adalah :
1. Melaksanakan tugas dengan baik
2. Bertanggung jawab terhadap kebersihan produk
3. Bertanggung jawab terhadap kerusakan produk.
D. Disiplin kerja
Kedisiplinan kerja di INDAH COLLECTION pemimpin tidak membedakan antara atasan dan bawahan,semua berjalan sama dan teratur. Terbukti semua mentaati ketentuan jam kerja yang berlaku pada table dibawah ini :
Hari | Jam masuk | Jam istirahat | Jam pulang |
Senin | 08.00 WIB | 12.30-13.00 WIB | 17.00 WIB |
Selasa | 08.00 WIB | 12.30-13.00 WIB | 17.00 WIB |
Rabu | 08.00 WIB | 12.30-13.00 WIB | 17.00 WIB |
Kamis | 08.00 WIB | 12.30-13.00 WIB | 17.00 WIB |
Jumat | 08.00 WIB | 12.30-13.00 WIB | 17.00 WIB |
Sabtu | 08.00 WIB | 12.30-13.00 WIB | 17.00 WIB |
Minggu | LIBUR | LIBUR | LIBUR |
Gambar:3.2 Jam kerja Industri
E. Pemeliharaan tempat dan lingkungan
1. Situasi lingkungan kerja : situasi lingkungan kerja di INDAH COLLECTION sangat baik dengan ada rasa kebersamaan dan kekeluargaan antar masing-masing pekerja.
2. Kebersihan lingkungan kerja : kebersihan lingkungan kerja di INDAH COLLECTION sangat diperhatikan,karena sebelum dan sesudah bekerja seluruh pekerja selalu membersihkan dan merapikan area kerja,sehingga pelanggan merasa lebih nyaman.
F. Denah lokasi INDAH COLLECTION


Gambar:3.3 Denah lokasi INDAH COLLECTION
Bab IV. Laporan Pelaksanaan Praktik Kerja Industri
A. Jenis produk
Di INDAH COLLECTION memproduksi macam-macam jenis produk diantaranya adalah sebagi berikut :
- Gaun pesta
- Kebaya modern dan kebaya klasik
- Gaun pengantin
- Gamis
- Busana muslim pria dan wanita
- Seragam sekolah dan kerja
- Dan lain-lain
Dari sekian jenis produk yang dihasilkan oleh INDAH COLLECTION,penulis akan memaparkan 1 jenis produk yaitu proses pembuatan gaun pesta,yang penulis pilih guna menyelesaikan atau melengkapi tugas pelatihan Industri.
B. Alat dan Bahan yang digunakan
Alat :
- Mesin jahit beserta komponennya
- Mesin obras beserta komponennya
- Metlyin
- Gunting (gunting kain,gunting benang,gunting kertas)
- Cukit (pendedel)
- Jarum (jarum tangan,jarum payet)
- Jarum pentul
- Pinset
- Kapur jahit
- Rader dan kertas karbon
- Setrika dan meja setrika
Bahan :
1. Kain asahi
2. Kain haikon
3. Kain sanwos
4. Kain keras
5. Kain fitslin
6. Benang jahit dan benang obrass
7. Ret sleting jepang 50cms
C. Keselamatan kerja
1. Memakai pakaian kerja (wearpak)
2. Membersihkan alat sebelum dan sesudah digunakan
3. Menggunakan alat sesuai dengan fungsinya dan bahan sesuai kebutuhan
4. Bersikap hati-hati dan teliti
5. Menyimpan kembali peralatan dan sisa-sisa bahan pada tempatnya setelah selesai digunakan.
6. Membersihkan ruangan kerja sebelum dan sesudah bekerja.
D. Langkah kerja
1. Mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
Dalam ha ini yang perlu di perhatikan dan di persiapkan adalah:
1. Melakukan observasi dan survai alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Penyetelan alat pada mesin jahit dan mesin obras, dan apabila terjadi kerusakan harus di perbaiki.
3. Melengkapi semua alat dan bahan yang akan digunakan apabila masih ada kekurangan.
4. Alat dan bahan yang akan digunakan harus disusun secara rapi.
2. Membuat sketsa desain
a. Tampak depan
b. Tampak belakang
3. Membuat pola sesuai dengan desain
a. Pola gaun
1.Pola badan depan 2. Pola badan belakang
3.pola lengan gaun 4. Pola kerah sanghai “U”
5. Pola rok depan 6. Pola rok belakang
b.Pola bolero
1. pola badan depan 2. Pola badan belakang
3.Pola bagian bawah bolero 4. Pola lengan bolero
5.Pola lapisan kerah depan 6. Pola lapisan kerah belakang
Keterangan;
——- : Lipatan kain
——- : Gunting lurus sampai batas sesuai pola
4. Meletakan pola pada kain yang telah disediakan ,lalu potong kain sesuai dengan pola,dan diberi kampuk 3-4 cm utuk menjahit.
5. Memberi tanda dengan menggunakan rader dan kertas karbon pada bagian kuknat,potongan kain,bagian ret sleting,dll agar memudahkan kita untuk menjahit.
6. Melapisi kerah sanghai “U” dengan menggunakan kain keras,kerah lapisan depan dan belakang dengan menggunakan kain fitslin,kemudian setrika agarfitslin dan kain keras menempel dengan kain,dan selanjutnya digunting sesuai dengan pola.
7. Proses menjahit gaun
a. Menjahit kuknat-kuknat,kemudian menggabungkan bagian bahu dan sisi-sisi pada bagian muka depan dan belakang dengan cara dijahit ,kemudian diobras.
b. Menggabungkan dan menjahit sisi-sisi rok bagian depan dan belakang,kemudian dikerut, bagian furing dan bahan utama dijahit dan dikerut sendiri-sendiri.
c. Menggabungkan bagian muka depan dan belakang dengan rok furing dan bahan utama yang sudah dikerut tadi,kemudian diobras.
Keterangan :
Pola badan muka depan dan
Belakang yang telah digabung
Dan dijahit dengan bagian rok
d. Menjahit ret sleting jepang 50 cm pada bagian belakang gaun,kemudian pada bagian rok bawah dijahit,antara furing dan bahan utama dijahit satu persatu,kemudian di obras.
e. Menjahit kerah sanghai “U” pada bagian kerah yang sebelumnya pola kerah tersebut sudah di temple dengan menggunakan kain keras, caranya kerah tersebut dijahit sesuai pola,kemudian ditindas lalu diobras.
Keterangan:
a.kerah sanghai “U”
yang telah dijahit.
f. Menjahit lengan dengan cara 2 tepi lengan dijahit terlebih dahulu kemudian diobras, menggabungkan lengan dengan badan gaun dengan cara kerung lengan dan kerung badan dijahit ,kemudian diobras,dan pada bagian furing ujung lengen ditekuk 3 cm kemudian disoom,sedangkan pada ujung lengan bahan utama deselesaikan dengan cara diroolwoll.
g. Furing bagian bawah rok diobras kemudian detekuk 5cm,lalu di soom, sedangkan pada bahan utamanya diselesaikan dengan dirollwoll.
8. Proses menjahit bolero
a. Menjahit kuknat-kuknat pada pola badan depan dan belakang
b. Menggabungkan pola badan depan dan belakang dengan cara dijahit tepat bahu bertemu dengan bahu, dan sisi bertemu dengan sisi ,kemudian di obras.
c. Membuat kerutan untuk bagian bawah bolero menggunakan kain dengan panjang 35×120 cm ,setelah dikerut kemudian digabungkan dan dijahit dengan bagian atas bolero,kemudian di obras. Dan pada bagian bawah bolero ditekuk 1cm kemudian dijahit.
d. Menjahit lengan dengan cara menggabungkan tepi lengan kemudian di obras, setelah itu menggabungkan lengan dengan badan dengan cara kerung lengan dan kerung badan di jahit kemudian di obras.
e. Membuat hiasan tali dengan cara kain dengan panjang 30×5 cm ditekuk kemudian dijahit 1 cm,kemudian di pasang dan dijahit pada bagian kerah bawah bolero.
f. Membuat lapisan kerah depan dan belakang bolero yang sebelumnya pola tersebut sudah ditempel dengan kain fitslin,kemudian lapisan digabung dan dijahit dengan pola badan bolero kemudian di selesaikan dengan mengesoom pada bagian bawah lapisan kerah.
g. Proses finishing
a. Menggunting sisa-sisa benang pada gaun dan bolero
b. Menyetrika sampai rapi.
9. Produk yang telah jadi
a. Tampak depan
Gambar:4.21 Gaun pesta jadi tampak depan
b. Tampak belakang
Gambar:4.22 Gaun pesta jadi tampak belakang.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah penulis melaksanakan PRAKERIN di INDAH COLLECTION yang dilaksanakan mulai tanggal 24 Juni2013 sampai dengan 5 Oktober2013. Dalam melakukan proses pembuatan pakaian,gaun maupun yang lainnya kita harus teliti dan tidak tergesa-gesa agar dapat memperoleh hasil yang maksimal ,dan di tempat PRAKERIN ini penulis juga dilatih untuk bertanggung jawab dan bekerja sesuai kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki.
B. Saran-saran
Dalam melakukan kegiatan Pelatihan Industri penulis memiliki beberapa saran agar dapat memperbaiki kualitas dan kuantitas program pelatihan Industri pada tahun yang akan datang.
Adapun saran sebagai berikut :
Saran untuk INDAH COLLECTION :
1. Kedisiplinan karyawan dalam bekerja perlu ditingkatkan.
2. Dalam melakukan pekerjaan harus tepat wktu.
3. Mau bekerja sama dengan SMK/MAK dengan menerima program PRAKERIN setiap tahunnya.
Saran untuk Sekolah :
1. Pembibing seharusnya menjadi motivasi agar para siswa giat dalam Pelatihan Industri.
2.
Memberi bekal yang cukup terhadap siswa sebelum melaksanakan PRAKERIN.
3. Diharapkan lebih banyak lagi fasilitas dan peralatan yang digunakan sesuai dengan kebutuhan zaman sekarang.
DAFTAR PUSTAKA
Pokja Pelatihan Industri , Buku Petunjuk Pelaksanaan Pelatihan Industri,
Tegal SMK N 2 Adiwerna
Sofiyani Irmaya , 2012/2013 ,Laporan Pembuatan Gamis Dewasa, FEBY sCOLLECTION.
Royani Ida , 2011/2012 ,Laporan Pembuatan Kebaya dengan Tekhnik Jahit dan pasang payet. CITRA TAILOR
http://duniaonlinesia.blogspot.com/2013/03/macam-macam-jenis-kain-yang-di-buat.html
http://www.ekosemut-art.com/content/11-macam-macam-jenis-kain
http://susilowatiyuyun92.blogspot.com/2011/06/mengenal-alat-alat- menjahit.html
LAMPIRAN




Diposting 6th November 2014 oleh niki aryanti
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.