Daftar isi
Seni Rupa Terapan Indonesia
Bab I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
Pendidikan seni merupakan saran untuk pengembangan kreativitas anak. Pelaksanaan pendidikan seni dapat dilakukan melalui kegiatan permainan. Tujuan pendidikan seni bukan untuk membina anak-anak menjadi seniman, melainkan untuk mendidik anak menjadi kreatif. Seni merupakan aktivitas permainan. Melalui permainan, kita dapat mendidik anak dan membina kreativitasnya sedini mungkin. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa seni dapat digunakan sebagai alat pendidikan. Melalui permainan dalam pendidikan seni anak memiliki keleluasaan untuk mengembangkan kreativitasnya.
Beberapa aspek penting yang perlu mendapat perhatian dalam pendidikan seni antara lain kesungguhan, kepekaan, daya produksi, kesadaran berkelompok, dan daya cipta. Pendidikan seni adalah segala usaha untuk meningkatkan kemampuan kreatif ekspresif anak didik dalam mewujudkan kegiatan artistiknya berdasrkan aturan-aturan estetika tertentu. selain itu, pendidikan seni di SD bertujuan menciptakan cipta rasa keindahan dan kemampuan mengolah menghargai seni. Jadi melalui seni, kemampuan cipta, rasa dan karsa anak di olah dan dikembangkan.
Selain mengolah cipta, rasa dan karsa seperti yang diterapkan di atas, pendidikan seni merupakan mengolah berbagai ketrampilan berpikir. Hal tersebut meliputi keterampilan kreatif, inovatif, dan kritis. Ketrampilan ini di olah melalui cara belajar induktif dan deduktif secara seimbang.
B. Rumusan Masalah
- Apa pengertian seni rupa terapan?
- Bagaimana sejarah seni rupa terapan?
- Apa makna karya seni rupa terapan?
- Apa saja jenis-jenis seni rupa terapan?
- Bagaimana pembagian karya seni rupa terapan?
- Apa saja contoh seni rupa terapan?
- Daerah-Daerah mana saja pengrajin seni rupa terapan di Indonesia
- Apa saja Produk Karya Seni Rupa Terapan di 33 Provinsi di Indonesia?
C. Tujuan Penulisan
- Untuk mengetahui pengertian seni rupa terapan
- Untuk mengetahui sejarah seni rupa terapan
- Untuk mengetahui makna karya seni rupa terapan
- Untuk mengetahui jenis-jenis seni rupa terapan
- Untuk mengetahui pembagian karya seni rupa terapan
- Untuk mengetahui contoh seni rupa terapan
- Untuk mengetahui Daerah-Daerahpengrajin seni rupa terapan di Indonesia
- Untuk mengetahui hasil karya seni rupa terapan di 33 Provinsi Di Indonesia.
Bab II. Pembahasan
A. Pengertian Seni Rupa Terapan
Seni rupa terapan adalah karya seni rupa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari karena mengandung nilai fungsi tertentu di samping nilai seni yang dimilikinya.Seni rupa terapan biasanya tidak dijadikan pajangan atau hiasan rumah.Tetapi lebih dijadikan untuk alat-alat untuk membantuk memenuhi kebutuhan hidup. Contoh karya seni rupa terapan antara lain rumah adat, batik yang dijadikan pakaian, meja, kursi, senjata tradisional, alat transportasi tradisional.
Seni rupa terapan adalah karya seni yang tidak hanya bisa di pandang keindahannya, namun juga dapat di pergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Karya seni rupa terapan yaitu karya seni rupa yang dirancang untuk tujuan fungsional, yaitu untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis (kejiwaan). Bentuknya berupa benda-benda pakai atau benda guna untuk kebutuhan manusia.
Pengertian seni rupa terapan berbeda dengan pengertian seni rupa murni.Perbedaan seni rupa terapan dengan seni rupa murni adalah dari fungsinya.Seni rupa terapan dapat difungsikan sebagai alat kebutuhan sehari-hari sedangkan seni rupa murni hanya digunakan sebagai hiasan atau pajangan saja.
‘Seni rupa terapan’ terdiri dari 3 kata: seni, rupa, dan terapan. Pengertian seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit untuk dinilai karena masing-masing individu memiliki pandangan seninya masing-masing.Sementara pengertian seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan atau seni yang memiliki bentuk.Pengertian terapan adalah ‘digunakan’.Jadi, pengertian seni rupa terapan secara harfiah adalah suatu benda seni yang berwujud dan juga digunakan.
B. Sejarah Seni Rupa Terapan
Seni rupa terapan khususnya di Indonesia telah berkembang sejak jaman prasejarah. Dimana saat nenek moyang bangsa Indonesia mulai menggunakan kapak batu dan tulang untuk berburu. Kemudian perkembangan seni rupa terapan semakin pesat seiring dengan ditemukannya teknik peleburan logam untuk membuat berbagai senjata dan perhiasan.Mereka juga telah memulai menghias senjatanya supaya terlihat lebih indah.Selain senjata dan perhiasan, peralatan yang juga dibuat dengan teknik peleburan logam adalah nekara, moko, bejana, dll.
C. Makna Karya Seni Rupa Terapan
Karya seni rupa terapan disebut juga karya seni rupa aplikatif, yaitu karya seni rupa yang telah diterapkan atau diaplikasikan pada bentuk-bentuk fungsional. Meliputi apa saja bentuk-bentuk fungsional itu? Segala bentuk yang dibuat dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia disebut bentuk fungsional.Wujudnya dapat berupa perhiasan, pakaian, perabot rumah tangga, perlengkapan makan, perlengkapan pertunjukan, atau perlengkapan ibadah.
D. Jenis-Jenis Seni Rupa Terapan
Jenis seni rupa terapan banyak ragamnya, diantaranya sebagai berikut :
Seni bangunan atau arsitektur berupa banguna tanah, tempat tinggal, kantor, tempat ibadah, dan lain-lain.
Seni dekorasi. Yaitu seni rupa yang sering digunakan dala menghias sebuah ruangan.
Seni ilustrasi yaitu gambar atau foto yang digunakan untuk menjelaskan suatu naskah/teks, sebagai contohnya gambar pada buku bacaan untuk mata pelajaran siswa SD. Fungsi dari gambar tersebut sebagai penjelas dari bacaan sehingga isi bacaan mudah dipahami oleh pembaca. Ilustrasi bisa terdapat di mana-mana, seperti pada buku pelajaran, cerpen dan iklan.
Seni kriya terapan. Yaitu karya seni kerajinan yang berfungsi untuk kepentingan praktis.
Seni grafis terapan/desain komunikasi visual yaitu karya seni rupa yang berfungsi sebagai media komunikasi.
E. Pembagian Karya Seni Rupa Terapan
Supaya lebih mudah memahami dan mengerti tentang seni rupa terapan, maka seni rupa terapan dibagi dalam beberapa kategori seperti kategori menurut fungsinya, wujudnya serta jenis- jenis bentuknya.
1. Pembagian Senirupa Terapan Berdasarkan Fungsi
Karya seni rupa terapan memiliki dua fungsi sebagai berikut.
Pemenuhan kebutuhan yang bersifat praktis (kegunaan), yaitu karya yang fungsi pokoknya sebagai benda pakai, selain juga memiliki nilai hias. Misalnya, perabotan rumah tangga, seperti meja dan kursi, lemari, dan tekstil.
Pemenuhan kebutuhan yang bersifat estetis (keindahan), yaitu fungsi yang semata-mata sebagai benda hias. Misalnya, karya batik atau tenun yang dibuat khusus untuk hiasan dinding dan benda-banda kerajinan untuk penghias ruangan, seperti topeng, patung, dan vas bunga.
2. Pembagian Senirupa Terapan Berdasarkan Wujudnya
Berdasarkan wujud fisiknya, karya seni rupa terapan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
Karya seni rupa terapan dua dimensi (dwimatra) Karya seni rupa terapan dua dimensi, yaitu karya seni rupa yang mempunyai ukuran panjang dan lebar dan hanya bisa dilihat dari satu arah. Misalnya, wayang kulit, tenun, dan batik.
Karya seni rupa terapan tiga dimensi (trimatra) Karya seni rupa terapan tiga dimensi, yaitu karya seni rupa yang dapat dilihat dari segala arah dan memiliki volume (ruang). Misalnya, rumah adat, senjata tradisional seperti rencong dan pedang, serta patung.
3. Pembagian Senirupa Terapan berdasarkan Bentuknya
Karya seni rupa terapan yang terdapat di Indonesia sangat beragam dengan aneka jenis, bentuk, fungsi, dan teknik pembuatannya. Bentuk karya seni rupa terapan tersebut disini kami membaginya dalam empat kategori:
Rumah adat
Senjata Tradisional
Transportasi Tradisional
Seni Kriya
F. Contoh Seni Rupa Terapan
Di bawah ini beberapa contoh karya seni rupa terapan daerah Indonesia:
1. Arsitektur
Candi borobudur merupakan salah satu karya seni rupa terapan Jawa Tengah yang luar biasa, masih banyak karya seni arsitektur yang lain yang ada di Indonesia seperti rumah adat dan pada tempat ibadah.
Karya seni rupa Arsitektur di Indonesia begitu beragam dan banyak jenisnya, mulai dari masa lampau sampai modern, mungkin kita dapat membedakan arsitektur masa lampau, modern, maupun tradisional.
2. Poster
Poster atau plakat adalah karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar.Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau permukaan datar lainnya dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin.Karena itu poster biasanya dibuat dengan warna-warna kontras dan kuat.Poster bisa menjadi sarana iklan, pendidikan, propaganda, dan dekorasi.Selain itu bisa pula berupa salinan karya seni terkenal.
3. Keramik
Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. Kamus dan ensiklopedia tahun 1950-an mendefinisikan keramik sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar, seperti gerabah, genteng, porselin, dan sebagainya. Tetapi saat ini tidak semua keramik berasal dari tanah liat.Definisi pengertian keramik terbaru mencakup semua bahan bukan logam dan anorganik yang berbentuk padat.(Yusuf, 1998:2).
4. Baju / Pakaian
Busana adat Jawa biasa disebut sebagai busana kejawen yang mempunyai perlambang atau perumpamaan terutama bagi orang Jawa yang biasa mengenakannya. Busana kejawen penuh dengan piwulang sinandhi, kaya akan ajaran tersirat yang terkait dengan filosofi Jawa.
Ajaran dalam busana kejawen ini merupakan ajaran untuk melakukan segala sesuatu di dunia ini secara harmoni, yang berkaitan dengan aktivitasnya sehari-hari, baik dalam hubungannya dengan sesama manusia, dengan diri sendiri, maupun dengan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Sementara busana adat Bali menggunakan kamen, kebaya, udeng, sarung, dll. Busana adat Bali digunakan ketika ada upacara adat, ada proses persembahyangan, Purnama, Tilem, dan di beberapa acara resmi di Bali.
Ciri khas pakaian adat Nusantara adalah menggunakan batik. Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian dengan pewarnaan yang menggunakan malam. Batik juga merupakan salah satu warisan UNESCO.
G. Daerah-Daerah Pengrajin Seni Rupa Terapan di Indonesia
Pada hakikatnya seni rupa terbagi menjadi dua, yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan.Karya seni rupa murni adalah karya seni rupa yang diciptakan untuk memenuhi kepuasan batin senimannya dan tidak memiliki tujuan praktis. Karya seni rupa terapan adalah karya seni rupa yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari manusia. Namun dengan keanekaragaman suku dan budayanya banyak melahirkan bermacam-macam carak karya yang berupa seni murni ataupun seni pakai. Adapun daerah-daerah di wilayah Nusantara yang menghasilkan karya seni rupa terapan, antara lain :
Batik terdapat di daerah perajin Solo, Yogya, Pekalongan, Madura.
Keramik terdapatdi daerah perajin Kasongan, Yogyakarta.
Anyaman terdapat di daerah perajin hampir di seluruh Nusantara.
Tenun ikat terdapat di daerah perajin Sumba, Sumbawa, Flores, Jepara
Ukir kayu terdapat di daerah perajin Jepara, Bali, Asmat (Papua)
Perak terdapat di daerah perajin Kota Gede, Yogyakarta.
Kuningan terdapat di daerah perajin Juwana, Jawa Tengah.
Ukir batu terdapat di daerah perajin Muntilan, Magelang, dan Bali.
Kulit terdapat di daerah perajin Cibaduyut, Tunggulangin, Surabaya
H. CONTOH SENI TERAPAN 33 PROVINSI DI INDONESIA
1. PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM (NAD)
Seni Terapan :
* Rumah Aceh (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
* Rencong (berfungsi sebagai senjata)
* Songket (berfungsi sebagai pakaian adat)
* Kain tenun
* Tombak Aceh (digunakan dalam upacara kebesaran raja)
rencong (Seni pakai : Rencong)
2. PROVINSI SUMATERA UTARA (SUMUT)
Seni Terapan :
* Rumah Balai Batak Toba (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
* Piso Surit (berfungsi sebagai senjata)
* Piso Gaja Dompak (berfungsi sebagai senjata)
* Lumpang
lumpang
(Seni terapan : lumpang)
3. PROVINSI SUMATERA BARAT (SUMBAR)
b. Seni Terapan :
· * Rumah gadang (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
· * Karih (berfungsi sebagai senjata)
· * Ruduih (berfungsi sebagai senjata)
· * Piarit (berfungsi sebagai senjata)
· * Kain tenun
· * Jam Gadang (berfungsi untuk menunjukan waktu)
jam+gadang kain+tenun
(Seni terapan : Jam Gadang) (Seni pakai : kain tenun)
4. PROVINSI BENGKULU
Seni Terapan :
* Rumah Bubungan Lima (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
* Kuduk (berfungsi sebagai senjata)
* Badik (berfungsi sebagai senjata)
* Rudus (berfungsi sebagai senjata)
* Keris (berfungsi sebagai senjata)
5. PROVINSI RIAU
Seni Terapan :
· * Rumah Melayu Selaso Jatuh Kembar (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
· * Pedang Jenawi (berfungsi sebagai senjata)
· * Badik Tumbuk Lado (berfungsi sebagai senjata)
· * Candi Muara Takus
muara+takus
(Seni terapan : Candi Muara Takus)
Merupakan candi tertua di Pulau Sumatera.
6. PROVINSI KEPULAUAN RIAU
Seni Terapan :
· Rumah Melayu Selaso Jatuh Kembar (berfungsi sebagai rumah adat)
· * Pedang Jenawi (berfungsi sebagai senjata)
· * Badik Tumbuk Lado (berfungsi sebagai senjata)
badik+tumbuk+lado(Seni terapan : senjata badik tumbuk lado)
7. PROVINSI JAMBI
Seni Terapan :
· * Rumah Panggung (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
· * Badik Tumbuk Lada (berfungsi sebagai senjata)
8. PROVINSI SUMATERA SELATAN (SUMSEL)
Seni Terapan :
· * Rumah limas (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
· * Tombak Trisula (berfungsi sebagai senjata)
tombak+trisula
(Seni terapan : Tombak Trisula)
9. PROVINSI LAMPUNG
Seni Terapan :
· * Nuwo Sesat (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
· * Terapang (berfungsi sebagai senjata)
terapang
(Seni terapan : senjata terapan)
· * Pehduk Payan (berfungsi sebagai senjata)
10. PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Seni Terapan :
· * Rumah Panggung (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
· * Rumah Limas (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
· * Rumah Rakit (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
· * Parang Bangka (berfungsi sebagai senjata)
· * Kedik (berfungsi sebagai senjata)
· * Siwar Panjang (berfungsi sebagai senjata)
11. PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA (DKI) JAKARTA
Seni Terapan :
· * Rumah Kebaya (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
· * Badik (berfungsi sebagai senjata)
· * Parang (berfungsi sebagai senjata)
· * Golok (berfungsi sebagai senjata)
golookk
(Seni terapan : senjata golok)
12. PROVINSI JAWA BARAT (JABAR)
a. Seni Terapan :
* Kesepuhan Cirebon (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
* Kujang (berfungsi sebagai senjata)
Angklung (berfungsi sebagai alat musik)
Anyaman
kujang angklung
(Seni terapan : senjata kujang) (Seni terapan : alat musik angklung)
13. PROVINSI BANTEN
Seni Terapan :
* Rumah Panggung (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
* Golok (berfungsi sebagai senjata)
14. PROVINSI JAWA TENGAH (JATENG)
Seni Terapan :
* Rumah Joglo (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
* Keris (berfungsi sebagai senjata)
* Blangkon Jawa Tengah
keris
blangkon
(Seni terapan : blangkon Jateng) (Seniterapan : senjata keris)
15. PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY)
Seni Terapan :
* Rumah Joglo (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
* Rumah Bangsal Kencono (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
* Keris Jogja (berfungsi sebagai senjata)
* Candi Borobudur (berfungsi sebagai tempat ibadah)
borobudur
(Seni terapan : Candi Borobudur)
* Candi Prambanan
* Candi Mendut
* Candi Kalasan
16. PROVINSI JAWA TIMUR (JATIM)
Seni Terapan :
* Rumah Joglo (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
* Clurit (berfungsi sebagai senjata)
clurit
(Seni terapan : senjata clurit)
17. PROVINSI KALIMANTAN BARAT (KALBAR)
Seni Terapan :
* Rumah panjang (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
* Mandau (berfungsi sebagai senjata)
mandau
(Seni terapan : senjata Mandau)
18. PROVINSI KALIMANTAN TENGAH (KALTENG)
a. Seni Terapan :
· * Rumah Betang (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
· * Mandau (berfungsi sebagai senjata
· * Lunjuk Sumpit Randu (berfungsi sebagai senjata)
19. PROVINSI KALIMANTAN SELATAN (KALSEL)
a. Seni Terapan :
· * Rumah Banjar (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
rmh+banjar
(Seni terapan : Rumah Banjar)
· * Keris (berfungsi sebagai senjata)
· * Bujak Beliung (berfungsi sebagai senjata)
20. PROVINSI KALIMANTAN TIMUR (KALTIM)
Seni Terapan :
· * Rumah lamin (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
rmh+lamin
(Seni terapan : Rumah Lamin)
· * Mandau (berfungsi sebagai senjata)
21. PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT (NTB)
Seni Terapan :
· * Dalam Loka Samawa (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
· * Keris (berfungsi sebagai senjata)
· * Sampari (berfungsi sebagai senjata)
· * Sondi (berfungsi sebagai senjata)
· * Alat musik Serunai (berfungsi sebagai alat musik)
serunaii
(Seni terapan : alat musik Serunai)
22. PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (NTT)
Seni Terapan :
* Rumah Musalaki (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
* Sundu (berfungsi sebagai senjata)
Sasando (berfungsi sebagai alat musik)
sasando (Seni terapan : alat musik sasando)
23. PROVINSI BALI
Seni Terapan :
· * Gapura Candi Bentar (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
· * Keris (berfungsi sebagai senjata)
24. PROVINSI SULAWESI BARAT (SULBAR)
Seni Terapan :
· * Mamuju (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
· * Keris (berfungsi sebagai senjata)
25. PROVINSI SULAWESI UTARA (SULUT)
Seni Terapan :
* Rumah Bolaang Mongondow (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
bolaang+mongondow
(Seni terapan : Rumah Bolaang Mongondow)
* Keris (berfungsi sebagai senjata)
* Peda (berfungsi sebagai senjata)
* Sabel (berfungsi sebagai senjata)
26. PROVINSI SULAWESI TENGAH (SULTENG)
Seni Terapan :
Souraja / Rumah besar (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
rmh+souraja
(Seni terapan : Rumah Besar/Souraja)
* Pasatimpo (berfungsi sebagai senjata)
27. PROVINSI SULAWESI TENGGARA (SULTRA)
Seni Terapan :
* Laikas (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
rmh+laikas
(Seni terapan : Rumah Laikas)
* Keris (berfungsi sebagai senjata)
28. PROVINSI SULAWESI SELATAN (SULSEL)
Seni Terapan :
* Tongkonan (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
* Badik (berfungsi sebagai senjata)
29. PROVINSI GORONTALO
Seni Terapan :
* Bandayo Po Boibe (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
* Bele li Mbui (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
* Dulohupa (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
rmh+dulohupa
(Seni terapan : Rumah Dulohupa)
* Keris (berfungsi sebagai senjata)
* Sabele/Parang (berfungsi sebagai senjata)
30. PROVINSI MALUKU
Seni Terapan :
* Rumah Baileo (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
* Parang Salawaki / Salawaku (berfungsi sebagai senjata)
* Kalawai (berfungsi sebagai senjata
31. PROVINSI MALUKU UTARA
Seni Terapan :
* Rumah Baileo (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
rmh+baileo
(Seni terapan : Rumah Baileo)
* Keris (berfungsi sebagai senjata)
32. PROVINSI PAPUA & PAPUA BARAT
Seni Terapan :
* Rumah Honai (berfungsi sebagai tempat tinggal/rumah adat)
rmh+hanoi belati
(Seni terapan : Rumah Hanoi) (Seni Terapan:Pisau Bealati)
* Pisau Belati (berfungsi sebagai senjata)
* Panah dan Busur Irian (berfungsi sebagai senjata)
Bab III
Penutup
A. Kesimpulan
Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep titik, garis,bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.
Seni rupa terapan adalah hasil karya seni rupa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan mempunyai fungsi atau manfaat.Fungsi karya seni rupa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi estetis dan fungsi praktis.Fungsi estetis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia tentang rasa keindahan. Misalnya lukisan, patung,dan benda hias. Fungsi praktis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia akan benda pakai. Misalnya vas bunga, kursi ukir, dan bingkai foto.
Jenis-jenis seni rupa terapan antara lain:
· Seni Kulit
· Seni Ukir
· Seni Anyaman
· Seni Batik
· Seni Keramik
· Seni Tenun
· Seni Logam
B. Saran
Generasi muda hendaknya mampu mengapresiasi karya seni rupa terapan dengan mempelajari dan mengembangkan menjadi karya seni yang bermanfaat. Hal ini sangat baik untuk melestarikan budaya dan seni serta dapat dijadikan sebagai bahan wirausaha kelak.
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.