Makalah Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia

Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia

Bab I. Pendahuluan

A. Latar Belakang

Anatomi berasa dari bahasa yunani yang terdiri dar ana yang artinya memisah-misahkan atau mengurai. Dan tomos yang artinya memotong-motong, jadi anatomi berarti mengurai dan memotong. Ilmu bentuk dan susunan tubuh di peroleh dengan cara mengurai badan melalui potongan bagian-bagian dari badan dan hubungan alat tubuh satu dengan yang lainnya sedangkan fisiologi adalah ilmu yang mempelajari faal fungsi atau pekerjaan dari tiap jaringan tubuh atau bagian dari alat tubuh tersebut dan untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada tubuh orang sakit kita harus terlebih dahulu mengetahui struktur dan fungsi tiap alat-alat dari susunan tubuh manusia yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Makanisme dan sifat khusus tubuh manusia hidup di luar pengendalian kita sendiri, misalnya rasa haus dan lapar yang membuat kita mencari minum dan makan, perasaan dingin membuat kita mencari kehangatan dan perlindungan.

Manusia sebenarnya bergerak secara otomatis karena kita mempunyai perasaan, fikiran, dan pengetahuan yang merupakan suatu rangkaian kehidupan yang otomatis memungkinkan kita hidup pada berbagai keadaan. Pada manusia gugusan sel berfungsi khusus yang terdiri dari system saluran pencernaan untuk mencerna dan mengabsorpsi makanan. System pernafasan berfungsi untuk mengambil oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida di sebut tata cara kerja. Pada masing-masing system berperan dalam fungsi tubuh secara keseluruhan, jadi ilmu fisiologi adalah ilmu yang berfungsi untuk menjelaskan faktor-faktor fisik dan kimia yang bertanggung jawab terhadap asal-usul perkembangan dan kemajuan kehidupan dari virus atau bakkteri yang paling sederhana sampai manusia yang paling rumit.

B. Rumusan Masalah
· Bagaimana sistem rangka dan otot pada tubuh manusia?
· Bagaimana sistem saraf pada tubuh manusia?
· Bagaimana sistem transportasi dan respirasi pada manusia?
· Bagaimana sistem saraf dan indera pada tubuh manusia?
· Bagaimana sistem pencernaan pada manusia?
· Apa yang dimaksud dengan nutrisi dan apa saja macamnya?
C. Tujuan
· Mengetahui sistem rangka dan otot tubuh manusia.
· Mengetahui sistem saraf tubuh manusia.
· Mengetahui sistem transportasi dan respirasi pada tubuh manusia.
· Mengetahui sistem saraf dan indera pada tubuh manusia.
· Mengetahui sistem pencernaan pada manusia.
· Mengetahui berbagai macam nutrisi


BAB II
PEMBAHASAN
A. SISTEM RANGKA DAN OTOT
1. Sistem rangka
Rangka menurut KBBI adalah tulang tulangan dan kerangka. Rangka manusia merupakan susunan dari tulang dan kerangka yang ada pada tubuh manusia. Rangka manusia di bagi menjadi 3 yaitu rangka kepala, rangka badan dan rangka anggota gerak.
a) Rangka kepala
Rangka kepala di kenal dengan nama tengkorak. Rangka tulang kepala berbentuk bulat, di susun oleh tulang-tulang yang berbentuk pipih. Tulang-tulang tersebut bersatu membentuk sendi tetapi tidak dapat di gerakkan.
b) Rangka badan
Rangka badan di susun oleh berbagai macam tulang di antaranya :
· Ruas tulang belakang, sambungan antar tulang yang dapat di gerakkan ke depan atau membungkuk ke depan dan kesamping. Sehingga tubuh dapat di bungkukan.
· Tulang dada yang dapat di gerakkan.
· Tulang-tulang rusuk, sambungan tulang-tulang rusuk dapat di gerakkan.
· Tulang rangka badan ada yang berbentuk pipih, misalnya pada tulang rusuk dan belikat.
· Rangka badan membentuk rongga dada yang berfungsi untuk melindungi paru-paru, jantung, hati dan lambung.
c) Rangka anggota gerak
Rangka anggota gerak terdiri atas rangka tangan dan rangka kaki. Rangka tangan dan rangka kaki di susun oleh tulang-tulang yang berbentuk pipa dan keras. Setiap tulang di hubungkan dengan sendi sehingga dapat bergerak.
Klasifikasi rangka dapat di bedakan menjadi dua, yaitu rangka aksial dan rangka apendikular.
· Rangka aksial
Rangka aksial berada di pertengahan ( sumbu utama ) tubuh. Rangka tersebut terdiri atas tengkorak, tulang belakang (tulang punggung), tulang iga ( tulang rusuk ) dan tulang dada. Tengkorak kepala di bentuk oleh cranium (tulang tempurung kepala) pelindung otak dan tulang muka sebagai pembentuk wajah. Tulang belakang disusun oleh ruas-ruas tulang, atau vertebra yang saling berkaitan satu dengan yang lain oleh cakram tulang rawan (cakram invertebral).tulang rusuk di bangun bersama-sama oleh ruas-ruas tulang punggung, tulang rusuk dan tulang dada. Sangkar tulang rusuk melindungi organ-organ dalam yang ada di dalamnya seperti jantung dan paru-paru. Tulang dada merupakan tulang pipih berbentuk seperti pedang yang di bedakan atas bagian hulu (manubrium sterni), bagian badan (korpus sterni), dan bagian taju pedang (proseus rifoid).
· Rangka apendikular
Merupakan rangka tubuh yang berhubungan dengan pergerakan. Rangka tersebut meliputi gelang bahu beserta anggota gerak atas dan gelang panggul beserta anggota gerak bawah. Tulang anggota gerak atas terdiri atas 1 tulang lengan atas (humerus), 1 tulang hasta (ulna) dan 1 tulang pengumpil (radius). Tulang hasta dan tulang pengumpil juga di sebut tulang lengan bawah. Tulang anggota gerak bawah terdiri dari 1 tulang paha (femur), 1 tulang kering (libia), dan 1 tulang betis (fibula).
System rangka pada manusia tersusun dari beberapa jaringan ikat yaitu tulang, tulang rawan (kartilago), dan jaringan ikat fibrosa.
a) Tulang
Rangka manusia dewasa di susun oleh 206 tulang, jumlahnya hamper 40% dari total bobot tubuh. Ada dua jenis tulang yang ada di dalam tubuh manusia yaitu tulang kompak dan tulang spons. Tulang kompak tersusun dari banyak unit osteon atau system havers. System havers terdiri atas satu saluran pusat yang di kelilingi oleh lamela. Measing-masing saluran berisi pembuluh darah. Pembuluh limfe dan saraf. Tulang spons atau trabekula merupakan bagian dalam beberapa tulang keras yang memiliki rongga seperti spons. Struktur spons tersebut di susun untuk menahan tekanan dari beberapa arah. Rongga-rongga di dalam trabekula tersebut berisi sumsum tulang merah, yaitu jaringan pembuat sel darah. Contoh tulang spons adalah tulang panggul, tulang rusuk, tulang dada, ruas-ruas tulang belakang, serta pangkal tulang lengan dan kaki.
Selain itu tulang juga mempunyai bentuk-bentuk. Bentuk-bentuk tersebut adalah sebagai berikut :
· Tulang pipa (epifise)
Epifise merupakan tulang panjang berbentuk seperti pipa yang kedua ujungnya membentuk seperti bonggol. Sebagian besar epifise disusun oleh tulang spons (trabekula). Biasanya dalam epifise terdapat lapisan kartilago hialin, yaitu tempat terjadinya sambungan antar tulang (persendian). Bagian tengah pipa berisi sumsum tulang kuning berlemak. Contoh tulang pipa ini adalah tulang paha, tulang lengan, tulang pengumpil, tulang betis dan tulang kering.
· Tulang pipih
Tulang pipih berbentuk seperti lempengan tulang yang berfungsi untuk melindungi organ-organ di bawahnya dan tempat melekatnya otot. Contoh tulang pipih ini adalah tulang trngkorak, tulang rusuk, tulang dada, dan tulang belikat.
· Tulang pendek
Tulang pendek berbentuk bulat atau kubus yang berukuran pendek. Tulang yang terdapat pada persendian tersebut berfungsi untuk meredam getaran akibat goncangan. Contoh tulang pendek adalah tulang telapak tangan, dan tulang telapak kaki.
· Tulang sesamoid
Tulang sesamoid merupakan tulang kecil yang berbentuk seperti biji. Tulang tersebut terdapat di dalam tendon yang menghubungkan tulang dengan otot. Contoh tulang sesamoid adalah tulang patela.


· Tulang tidak beraturan
Tulang ini mempunyai bentuk yang tidak beraturan. Contoh tulang tidak beraturan adalah tulang vertebra ( tulang belakang ), tulang rahang, tulang wajah, dan tulang panggul.
b) Tulang rawan ( kartilago )
Tulang rawan tak sekuat tulang keras.tetapi lebih fleksibel karena mengandung kolage yang elastis. Selain itu matriks tulang rawan hanya mengandung sidikit kalsium dan fosfor. Tulang rawan tidak mempunyai jaringan saraf sehingga sangat sesuai dengan lapisan sendi (jaringan penyambung) yang mengalami tekanan pergerakan yang kuat. Tulang rawan berfungsi sebagai pendukung rangka tubuh pada lokasi tertentu di lokasi tubuh. Tulang rawan terdiri atas sel-sel tulang rawan yang di sebut kondrosit yang di kelilingi oleh matriks kondrin. Pada saat masih embrio tulang rawan di bentuk oleh jaringan mesenkin. Setelah dewasa tulang rawan di bentuk oleh perikondrium dengan membentuk kondroblas. Kondroblas tersebut akan membentuk kondrosit.
c) Jaringan ikat fibrosa
Jaringan ikat fibrosa mengandung sel-sel fibroblast dan serat berkolagen. Jaringan tersebut merupakan penyusun ligament ( penghubung tulang dengan tulang ) dan tendon ( penghubung otot dan tulang ).
2. Sistem otot
Otot berfungsi sebagai alat gerak penyokong tubuh dan membantu homeostatis. Sebagai alat gerak aktif, otot mempunyai tiga kemampuan yaitu kontraktibilitas (kemampuan untuk memendek/berkontraksi), ekstensibilitas (kemampuan untuk memajang/relaksasi), dan elastisitas (kemampuan untuk kembali ke keadaan semula).
Jaringan otot dapat di bedakan menjadi tiga macam, yaitu otot polos, otot lurik, dan otot jantung.
a) Otot polos
Otot polos bekerja di luar kesadaran karena tidak di pengaruhi oleh system syaraf pusat sehingga sering disebut otot tak sadar. Otot polos berbentuk seperti gelendong yang merincing pada kedua ujungnya, mempunyai serat memanjang, dan setiap sel mempunyai satu nucleus di tengah.
Ransangan kontraksi otot polos berasal dari system saraf autonom. Otot polos dapat di temukan pada kulit, organ-organ dalam, sistem reproduksi, pembuluh darah utama, dan system ekskresi.
b) Otot lurik
Otot lurik atau otot rangka tersusun dari susunan miofibril. Serabut otot berbentuk memanjang, mempunyai banyak nucleus dan serat-serat yang melintang dan memanjang.
Otot lurik bekerja di bawah pengaruh system saraf pusat atau di bawah kendali sadar. Oleh karena itu, otot lurik sering di sebut otot sadar (otot volunteer).
Kontraksi otot lurik menyebabkan terjadinya gerakan pada berbagai tulang dan tulang rawan pada rangka tubuh. Otot lurik merupakan penyusun sebagian besar daging pada manusia.
c) Otot jantung
Jaringan otot jantung merupakan penyusun sebagian besar jantung manusia. Sel-sel otot jantung mempunyai serat memanjang dan serat melintang, tetapi tidak sempurna, mempunyai inti sel di tengah dan serat-serat yang bercabang pada sambungan antarselnya.
Otot jantung bekerja secara tidak sadar (involunter). Sumber ransangan berasal dari system saraf otonom. Ransang otonom tersebut hanya berfungsi untuk mempercepat atau memperlambat kontraksi jantung.
Kontraksi otot terjadi jika rangsang yang berasal dari saraf motorik melepaskan zat transmitter (asetilkolin), yang mengakibatkan perubahan permeabilitas pada sarkolema (membrane sel otot). Ion di luar sarkolema akan mengalir dengan cepat kedalam sel dan menyebabkan terjadinya pelepasan ion dari dalam kantong reticulum sarkolem. Selanjutnya, ion akan bersenyawa dengan troponin sehingga tempat aktif miofilamen terlepas dari pemblokiran tropomision. Lepasnya tropomision menyebabkan interaksi antara aktin dengan myosin. Serabut myosin akan menggerakkan serabut aktin sehingga kedua serabut tersebut Nampak saling meluncur. Akibatnya, jarak masing-masing serabut menjadi lebih dekat sehingga ukuran sel menjadi memendek atau mengerut.
B. Sistem Saraf
Pengendalian fungsi organ-organ di dalam tubuh dilakukan melalui sistem saraf. Sistem saraf adalah sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh. Secara anatomi sistem saraf dapat dibagi menjadi dua, yaitu susunan saraf tepi (perifer) dan susunan saraf pusat.
1. Susunan Saraf Pusat
Susunan saraf pusat merupakan pusat dari seluruh kendali dan regulasi pada tubuh, baik gerakan sadar atau gerakan otonom. Pada prinsipnya susunan saraf pusat memiliki fungsi:
a. Pusat persepsi, pemahaman, dan interpretasi
b. Pusat pengambilan keputusan dan respon
c. Pusat pengendalian motoric
d. Pusat pengendalian otonomik
e. Penyimpanan ingatan (memory)
Susunan saraf pusat tersusun oleh otak (encephalon) dan sumsum tulang belakang (medulla spinalis).
a. Otak (encephalon)
Otak merupakan organ yang telah terspesialisasi sangat kompleks. Berat total otak dewasa adalah sekitar 2% dari total berat badannya atau sekitar 1,4 kilogram dan mempunyai sekitar 12 miliar neuron. Pengolahan informasi di otak dilakukan pada bagian-bagian khusus sesuai dengan area penerjemahan neuron sensorik. Permukaan otak tidak rata, tetapi berlekuk-lekuk sebagai pengembangan neuron yang berada di dalamnya. Semakin berkembang otak seseorang, semakin banyak lekukannya. Lekukan yang berarah ke dalam (lembah) disebut sulkus dan lekukan yang berarah ke atas (gunungan) dinamakan girus. Adapun pembagian adalah sebagai berikut:
1) Forebrain (prosencephalon)
Forebrain terdiri dari dua bagian utama, yaitu: telencephalon dan diencephalon. Uraian lebih lengkapnya adalah sebagai berikut:
a) Telencephalon
Telencephalon terdiri dari kedua belah hemisphere yang simetris dan membentuk otak besar (cerebrum).Telencephalon merupakan bagian terbesar dari otak manusia dan memiliki fungsi yang paling kompleks. Ia mengatur gerakan tidak disadari (volunteer), mengintepretasikan input sensoris dan bertugas sebagai mediator (perantara) bagi prosesproses kognitif seperti belajar, berbicara dan memecahkan masalah. Adapun bagian-bagian dari telencephalon adalah:
§ Cerebral cortex
Cerebral cortex adalah jaringan yang melapisi hemisphere. Bentuk jaringan cerebral ini bergelombang (berlipat-lipat). Dua pertiga bagian cortex tersembunyi di dalam lipatan-lipatan tersebut, sehingga luas cerebral cortex yang kurang lebih ±75 cm2 dengan ketebalan ±3 mm hanya menempati ruang sebesar ±25cm2.
§ Major fissures
Major fissures adalah jurang yang dalam pada lipatan cerebral cortex.
§ Major gyri
Major gyri adalah punggung gelomban atau bagian permukaan lipatan yang tampak pada cerebral cortex.
§ Four lobes
Four lobes adalah 4 bagian pada major fissures yang meliputi: frontal lobe, parietal lobe, temporal lobe, dan occipital lobe.
§ Limbic system
Lymbic System terdiri dari limbic cortex dan satu set struktur interkoneksi (penghubung antara struktur telencephalic dan diencephalic) yang terletak di pusat forebrain. Struktur utama dari sistem limbic ini adalah hippocampus (seahorse =kuda laut karena bentuknya seperti kuda laut) dan amygdala (disebut juga almond, karena bentuknya seperti biji almond) yang merupakan satu kumpulan nuklei yang terletak di ventrikel lateral pada lobus temporal, atau terletak di bagian anterior dari hippocampus
§ Basal ganglia sytem
Basal ganglia adalah kumpulan subcortical nuclei pada forebrain yang terletak di bagian anterior dari ventrikel lateral. Secara umum basal ganglia terlibat dalam proses pengendalian gerakan.

b) Diencephalon
§ Thalamus
Thalamus (Bahasa Yunani = thalamos yang berarti ruangan di dalam) terletak di bagian dorsal dari diencephalon dan melingkupi dua sisi otak. Tiap bagian terletak pada sebelah sisi ventrikel ketiga. Kedua lobus thalamus ini dihubungkan oleh massa intermedia yang terletak dibagian ventrikel ketiga
§ Hypothalamus
Hypothalamus terletak di kedua sisi bagian inferior dari ventrikel ketiga di bagian dasar otak, persis di bawah thalamus. Meskipun bentuknya kecil (hypo = kurang), kira-kira 1/10 ukuran thalamus, hypothalamus memegang peranan penting. Hypothalamus mengontrol sistem saraf otonom dan sistem endokrin, serta memegang peranan penting dalam pengaturan perilaku bermotivasi
§ Optic chiasm pituitary gland
Optic chiasm pituitary gland adalah tempat produksi hormone dan pengontrolan kelenjar-kelenjar endokrin.
2) Midbrain atau mesencephalon, terdiri dri dua bagian utama yaitu: tectum dan tegmentum.
3) Hindbrain, terditi dari:
a) Metenchepalon (otak samping)
§ Pons
Pada metencephalon terdapat saluran-saluran (traktus) yang naik (ascending) dan turun (descending), nuclei dari cranial nerves, nuclei yang mengatur tidur dan terjaga dari tidur, dan bagian dari reticular formation. Bagian-bagian tersebut membentuk suatu gundukan pada bagian permukaan ventral dari batang otak yang disebut pons.
§ Cerebellum
Cerebellum (otak kecil) merupakan versi miniatur dari cerebrum (permukaanya juga bergelombang)
b) Myelencephalon
Myelencephalon hanya terdiri dari satu struktur utama, yaitu Medulla Oblongata dan langsung berhubungan dengan sumsum tulang belakang.
b. Sumsum Tulang Belakang (medulla spinalis)
Sumsum tulang belakang berbentuk silindris dengan ketebalan kira-kira seukuran jari kelingking manusia dewasa. Fungsi utama dari sumsum tulang belakang adalah mendistribusikan perintah saraf-saraf motoric ke organ-organ gerak (efektor) seperti kelenjar-kelenjar endokrin dan otot, serta mengumpulkan informasi-informasi yang akan dikirim ke otak. Sumsum tulang belakang juga memiliki beberapa fungsi saraf autonomik dan mengontrol gerakan-gerakan reflex. Sumsum tulang belakang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang yang terdiri dari 31 ruas dan terbagi atas bagian-bagian berikut:
ª Cervical (leher), terdiri dari 8 ruas tulang
ª Thoracic (dada), terdiri dari 12 ruas tulang
ª Lumbar (punggung bawah), terdiri dari 5 ruas tulang
ª Sacral (panggul), terdiri dari 5 ruas tulang
ª Coccygeal (ekor), terdiri dari 1 ruas tulang
Sumsum tulang belakang terletak di tengah rongga (spinal foramen) ruas-ruas tulang belakang. Panjang sumsum tulang belakang kira-kira hanya 2/3 panjang ruas-ruas tulang belakang dan 1/3 bagian yang lain diisi oleh akar saraf-saraf tulang belakang yang terdiri dari cauda equina (ekor utama). Ruas-mas tulang belakang lebih panjang daripada sumsum tuIang belakang karena meskipun pada tahap embryonal panjang sumsum tulang belakang sama dengan panjang mas tulang belakang, namun pada perkembangannya mas-mas tulang belakang berkembang lebih cepat daripada sumsum tulang belakang.
2. Susunan Saraf Tepi
Saraf tepi berfungsi sebagai alat penghantar impuls (potensial aksi) atau alat konduksi impuls (potensial aksi) dari reseptor perifer menuju saraf pusat atau disebut saraf sensoris, serta membawa impuls dari saraf pusat menuju effector atau disebut saraf motoric. Susunan saraf tepi (perifer) terdiri dari:
a. Saraf Somatis (Sadar)
Saraf somatic adalah saraf yang membawa informasi sensoris ke sistem saraf pusat dan membawa pesan-pesan dari sistem saraf pusat ke otot-otot dan kelenjar-kelenjar di seluruh tubuh. Saraf sadar bekerja sesuai kesadaran. Saraf somatic terdiri dari dua jenis, yaitu:
§ Saraf-Saraf Tulang Belakang (Spinal Nerves)
Saraf-saraf tulang belakang terdiri dari 31 pasang saraf. Saraf-saraf tersebut mengarah keluar rongga dan bercabang-cabang di sepanjang perjalanannya menuju otot atau reseptor sensoris yang hendak dicapainya. Cabang-cabang saraf tulang belakang ini umumnya disertai oleh pembuluh-pembuluh darah.
§ Saraf-Saraf Kepala (Carnial Nerves)
Saraf-saraf kepala terdiri dari 12 pasang yang bertugas meninggalkan permukaan ventral otak. Sebagian besar saraf-saraf kepala ini mengontrol fungsi sensoris dan motorik di bagian kepala dan leher. Dua belas saraf tersebut adalah:
· Saraf olfaktori, saraf optik, dan saraf auditori. Saraf-saraf ini merupakan saraf sensori.
· Saraf okulomotori, troklear, abdusen, spinal, hipoglosal. Kelima saraf tersebut merupakan saraf motorik.
· Saraf trigeminal, fasial, glossofaringeal, dan vagus. Keempat saraf tersebut merupakan saraf gabungan dari saraf sensorik dan motorik.
b. Saraf Otonom (Tak Sadar)
Sistem saraf ini bekerja tanpa disadari, secara otomatis, dan tidak di bawah kehendak saraf pusat. Kerja saraf otonom ternyata sedikit banyak dipengaruhi oleh hipotalamus di otak. Sistem saraf otonom ini dibedakan menjadi dua, yaitu:
§ Sistem Saraf Simpatik
Saraf ini terletak di depan ruas tulang belakang. Fungsi saraf ini terutama untuk memacu kerja organ tubuh (mempercepat detak jantung, memperbesar pupil mata, memperbesar bronkus), walaupun ada beberapa yang malah menghambat kerja organ tubuh (memperlambat kerja alat pencernaan, menghambat ereksi, dan menghambat kontraksi kantung seni).
§ Sistem Saraf Parasimpatik
Sistem saraf yang kerjanya berlawanan dengan sistem saraf simpatik. Karena perlawanan tersebut mak terbentuklah keadaan yang seimbang.
Sistem saraf tersusun oleh dua jenis sel, yaitu:
Sel Saraf (Neuron)
Neuron adalah sel fungsional yang menyusun jaringan saraf. Jumlah neuron yang terdapat pada susunan saraf adalah 1011. Neuron-Neuron bergabung membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan impuls (potensial aksi). Impuls merupakan manifestasi elektris antara didalam dan diluar membrane sel. Perubahan impuls tersebut terjadi karena perubahan konsentrasi di dalam dan diuar sel. Elektrolit utama yang berperan pada perbedaan impuls adalah natrium, kalium, dan chlor.
Penghantaran impuls dilakukan sepanjang membrane sel neuron. Namun apabila axon bermyelin maka penghantaran dilakukan secara salutatory pada node of ranvier. Satu sel saraf tersusun dari:
a) Badan sel
Badan sel saraf merupakan bagian yang paling besar dari sel saraf Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Pada badan sel saraf terdapat inti sel, sitoplasma, mitokondria, sentrosom, badan golgi, lisosom, dan badan nisel. Badan nisel merupakan kumpulan retikulum endoplasma tempat transportasi sintesis protein.
b) Dendrit
Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang- cabang. Dendrit merupakan perluasan dari badan sel. Dendrit berfungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.
c) Akson
Akson adalah serabut sel saraf panjang yang merupakan perjuluran sitoplasma badan sel. Di dalam akson terdapat benang-benang halus yang disebut neurofibril. Neurofibril dibungkus oleh beberapa lapis selaput mielin yang banyak mengandung zat lemak dan berfungsi untuk mempercepat jalannya rangsangan. Selaput mielin tersebut dibungkus oleh sel- sel sachwann yang akan membentuk suatu jaringan yang dapat menyediakan makanan untuk neurit dan membantu pembentukan neurit. Lapisan mielin sebelah luar disebut neurilemma yang melindungi akson dari kerusakan. Bagian neurit ada yang tidak dibungkus oleh lapisan mielin. Bagian ini disebut dengan nodus ranvier dan berfungsi mempercepat jalannya rangsangan.
Sel Glia (Neuroglia)
Neuroglia adalah sel penunjang. Jumlah neurologi jauh lebih banyak dari neuron yang ada yaitu 20-30 kali jumlah neuron. Neuroglia mengandung berbagai macam sel yang secara keseluruhan bertugas di otak dan medulla spinalis. Sedangkan sel Schwann bertugas di luar sistem saraf pusat. Neuroglia secara struktur mirip dengan neuron namun tidak dapat menghantarkan impuls. Fungsi sel glia sebagai:
a. pelindung atau proteksi terhadap neuron, baik sebagai pelindung mekanis apabila ada suatu trauma
b. membuat selubung myelin
c. membentuk sawar darah otak (blood brain barriers) bersama endothel kapiller
d. beberapa bahan dasar pembentuk neurotransmitter
e. mengambil hasil katabolisme neurotransmitter di celah sinap
f. mengabsorbsi beberapa bahan metabolit dari neuron.
C. Sistem Transport dan Respirasi
Istilah bernapas, seringkali diartikan dengan respirasi, walaupun secara harfiah sebenarnya kedua istilah tersebut berbeda. Pernapasan artinya menghirup dan menghembuskan napas. Oleh karena itu, bernapas diartikan sebagai proses memasukkan udara dari lingkungan luar ke dalam tubuh dan mengeluarkan udara sisa dari dalam tubuh ke lingkungan. Sedangkan respirasi merupakan suatu proses pembakaran (oksidasi) senyawa organic (bahan makanan) di dalam sel sehingga diperoleh energi. Energi yang dihasilkan dari respirasi sangat menunjang sekali untuk melakukan beberapa aktivitas, misalnya mengatur suhu tubuh, pergerakan, pertumbuhan, dan reproduksi. Oleh karena itu, kegiatan pernapasan dan respirasi sebenarnya saling berhubungan.
a. Alat Pernapasan
Sistem respirasi manusia dapat terjadi karena adanya alat-alat pernafasan. Alat pernafasan manusia terdiri dari:
1. Hidung, merupakan muara keluar masuknya udara pernapasan. Di dalam hidung, udara mengalami beberapa perlakuan sebagai berikut:
a. Udara yang masuk ke hidung akan disaring dulu oleh rambut hidung, sehingga debu dan partikel kotoran tidak masuk ke dalam paru-paru.
b. Udara dihangatkan oleh kapiler darah yang ada di dalam hidung, sehingga suhunya sesuai dengan suhu tubuh.
c. Udara dilembabkan oleh lapisan lendir yang ada di dalam rongga hidung
2. Faring, merupakan saluran sepanjang 12,5-13 cm sebagai kelanjutan dari saluran hidung yang meneruskan udara ke laring. Faring terletak di antara saluran pernapasan dan saluran pencernaan.
3. Pangkal tenggorokan (laring), terdiri dari lempengan-lempengan tulang rawan. Dinding bagian dalam dapat digerakkan oleh otot untuk membuka dan menutup glotis. Glotis merupakan lubang/celah yang menghubungkan trakea dengan faring. Pada saat menelan makanan, laring terangkat ke atas sehingga tekak menutup rongga glottis (rongga di antara pita suara), sehingga makanan tidak akan masuk ke dalam trakea. Pada laring orang dewasa terdapat jakun. Satu tulang rawan pada laring dapat digerakkan oleh otot-otot laring sehingga dapat menutup dan membuka, menegakkan dan melemaskan pita suara. Pita suara pada wanita lebih pendek dibandingkan dengan laki-laki, sehingga suaranya lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.
4. Batang tenggorok (Trakea), berupa saluran berongga dengan dinding dari cincin-cincin tulang rawan. Pada trakea otot polos untuk menjaga agar bronkus tidak mengempis saat bernapas. Trakea juga mengandung lendir dan silia untuk menyring debu dan bakteri masuk bersama udara agar tidak sampai ke paru-paru.
5. Cabang batang tenggorok (bronkus), merupakan percabangan trakea menuju paru-paru kiri dan paru-pau kanan. Bronkus bercabang-cabang lagi membentuk bronkiolus. Bronkiolus yang paling ujung disebut bronkiolus respirasi. Pada bronkilus respirasi terdapat gelembung-gelembung alveolus. Alveolus merupakan tempat terjadinya pertukaran gas antara darah (di dalam pembuluh darah) dengan udara bebas. Oksigen dari udara berdisfusi ke dalam darah sedangkan karbon dioksida dan uap air dari darah berdifusi ke udara.
6. Paru-paru (pulmo), jumlahnya sepasang dan terletak di rongga dada. Paru-paru merupakan tempat terjadinya pertukaran gas yaitu oksigen dan karbon dioksida. Paru-paru kanan terdiri dari 3 gelambir, sedangkan paru-paru kiri terdiri dari 2 gelambir. Paru-paru terbungkus oleh selaput rangkap yang disebut pleura. Diantara selaput rangkap ini terdapat caian yang berfungsi untuk melindungi paru-paru dari gesekan ketika mengembang dan mengempis.


b. Proses Pernapasan
Proses pernapasan pada manusia dimulai dari hidung. Udara yang dihirup pada waktu menarik nafas (inspirasi) masuk melalui lubang hidung (nares) kiri dan kanan selain melalui mulut. Pada saat masuk, udara disaring oleh bulu hidung yang terdapat di bagian dalam lubang hidung. Pada waktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi. Semula kedudukan diafragma melengkung keatas menjadi lurus sehingga rongga dada menjadi mengembang. Hal ini disebut pernapasan perut. Bersamaan dengan kontraksi otot diafragma, otot-otot tulang rusuk juga berkontraksi sehingga rongga dada mengembang. Hal ini disebut pernapasan dada.
Akibat mengembangnya rongga dada, maka tekanan dalam rongga dada menjadi berkurang. Setelah melewati rongga hidung, udara masuk ke kerongkongan bagian atas (naro-pharinx) lalu kebawah untuk selanjutnya masuk tenggorokan (larynx). Setelah melalui tenggorokan, udara masuk ke batang tenggorok atau trachea, dari sana diteruskan ke saluran yang bernama bronchus atau bronkus. Saluran bronkus ini terdiri dari beberapa tingkat percabangan dan akhirnya berhubungan di alveolus di paru-paru. Udara yang diserap melalui alveoli akan masuk ke dalam kapiler yang selanjutnya dialirkan ke vena pulmonalis atau pembuluh balik paru-paru. Gas oksigen diambil oleh darah. Dari sana darah akan dialirkan ke serambi kiri jantung dan seterusnya.
Selanjutnya udara yang mengandung gas karbon dioksida akan dikeluarkan melalui hidung kembali (ekspirasi). Pengeluaran napas disebabkan karena melemasnya otot diafragma dan otot-otot rusuk dan juga dibantu dengan berkontraksinya otot perut. Diafragma menjadi melengkung ke atas, tulang-tulang rusuk turun ke bawah dan bergerak ke arah dalam, akibatnya rongga dada mengecil sehingga tekanan dalam rongga dada naik. Dengan naiknya tekanan dalam rongga dada, maka gas karbon oksida dari dalam paru-paru keluar melewati saluran pernapasan.
Saat menghembuskan napas tidak semua udara dalam paru-paru keluar. Di dalam masih ada sebagian udara menetap. jadi, ada beberapa volume udara, diantaranya:

Jenis VolumeUkuran VolumePengertian
Tidal500 ccVolume udara yang masuk dan keluar paru-paru saat terjadi pernapasan biasa.
Suplemen1500 ccVolume udara yang masih dapat dikeluarkan dari paru-paru setelah ekspirasi normal
Komplemen1500 ccVolume udara yang masih dapat dihirup setelah inspirasi normal
Vital3500 ccJumlah volume tidal + volume suplemen + volume komplemen atau volume maksimal yang dapat dikeluarkan dalam satu ekspirasi setelah inspirasi maksimal
Residu1000 ccVolume udara yang tersisa di dalam paru-paru setelah melakukan ekspirasi maksimal

Transport gas respirasi oleh darah

Pertukaran gas di dalam tubuh tidak hanya berlangsung di paru-paru, melainkan juga di jaringan. Pertukaran gas terjadi karena perbedaan tekanan udara. Gas yang bertekanan tinggi akan berdifusi ke tempat gas yang bertekanan rendah. Transport itu terjadi di dalam respirasi eksternal dan internal.
1. Respirasi Eksternal
Reapirasi eksternal merupakan Pertukaran gas dalam paru-paru, dimana darah akan mendapatkan O2 dari udara dan udara mendapatkan CO2 dari darah,sehingga darah Venous berubah menjadi darah arterial. Respirasi eksternal berhubungan dengan proses pertukaran gas antara udara di dalam alveolus dengan darah di dalam kapiler paru-paru. Darah yang masuk ke kapiler paru-paru membawa CO2 bertekanan lebih tinggi daripada tekanan udara di atmosfer. Oleh karena itu, CO2 berdifusi keluar dari darah masuk ke paru-paru.
Sebagian besar dari CO2 yang di bawa oleh plasma darah berupa ion bikarbonat (HCO3-), sedangkan sisanya berupa CO2 bebas yang segera berdifusi keluar tubuh. Setelah mendapat ion hydrogen (H+) dari HHb, ion bikarbonat membentuk asam karbonat. Selanjutnya, asam karbonat (H2CO3) terurai menjadi air dan karbondioksida.
Darah yang masuk ke kapiler paru-paru mengandung sedikit O2, sedangkan udara di dalam alveolus mengandung banyak O2 bertekanan tinggi. Oleh karena itu, O2 berdifusi ke dalam plasma dan masuk ke dalam sel-sel darah merah di dalam paru-paru. Selanjutnya, hemoglobin menangkap O2 membentuk oksihemoglobin (HbO2).
2. Respirasi Internal
Respirasi internal merupakan pertukaran gas dalam jaringan, dimana darah arterial akan memberikan O2 pada jaringan dan jaringan memberikan CO2 pada darah, sehingga darah arterialberubah menjadi darah venous. Respirasi internal berhubungan dengan pertukaran gas antara darah di dalam pembuluh kapiler dengan cairan jaringan. Darah yang masuk ke kapiler mengandung oksihemoglobin. Oksihemoglobin akan membebaskan O2 sehingga berdifusi keluar dari darah dan masuk ke jaringan.
Setelah CO2 berdifusi ke dalam darah, sebagian kecilnya bergabung dengan hemoglobin dan membentuk karboksihemoglobin. Kebanyakan CO2 akan berikatan dengan air membentuk asam karbonat. Dengan bantuan enzim karbonat anhidrase, asam karbonat segera terurai membentuk ion hydrogen (H+) dan ion bikarbonat (HCO3-).

Ion bikarbonat yang terbentuk segera berdifusi keluar dari sel darah merah dan di bawa oleh plasma darah. Bagian globin dari hemoglobin akan berikatan dengan ion hydrogen membentuk HHb yang disebut hemoglobin tereduksi.
Proses internal dan eksternal dapat dilihat pada bagan berikut:

b. Frekuensi Pernapasan

Pada umumnya setiap menit manusia mampu bernapas antara 15-18 kali. Cepat atau lambatnya manusia bernapas disebabkan oleh beberapa factor, antara lain:
1. Umur, umumnya semakin bertambah umur seseorang akan semakin rendah frekuensi pernapasannya
2. Jenis kelamin, umumnya laki-laki lebih banyak bergerak, sehingga lebih banyak memerlukan energy
3. Suhu tubuh, semakin tinggi suhu tubuh semakin cepat frekuensi pernapasannya
4. Posisi tubuh, ini berpengaruh terhadap meknisme inspirasi dan ekspirasi.
D. Sistem Saraf dan Indra
1. Hidung
Saraf pembau yang terletak pada selaput lendir dirongga hidung atas, kerang hidung atas dan permukaan atas kerang hidung tengah.Sel saraf pada hidung berfungsi menangkap zat kimia yang terdapat dalam udaraSaraf pada hidung terdiri atas nervus, olfaktorius (saraf pembau), nervus trigeminus, nervus ethmoidalis anterior, dan nervus palatinus anterior
2. Lidah
Memiliki palayanan pensyarafan yg majemuk. Otot-otot lidah mendapat pensyarafan dari urat syaraf hipoglusus (syaraf otak ke 12).
3. Telinga
Saraaf kranial dalam telinga berperan dalam proses mendengar dan menjaga keseimbangan tubuh.
4. Mata
Saraf optikus merupakan kumpulan jutaan saraf yang membawa pesan visual dari retina ke otak. Rangsangan berupa cahaya bisa di interpretasikan di otak melalui saraf optikus. Berarti saraf optikus meribah cahaya menjadi struktur kimia atau listrik agar bisa di hantarkan di sistem saraf pusat (otak). Bagian saraf yang mengandung saraf optikus pada bagian retina .retina megandung saraf cahaya dan pembulu cahaya.
5. Saraf akulomotoris adalah saraf mata yang bertanggung jawab
terhadap pergerakan bola mata, membua kelopak mata dan menggatur kontrasi upil mata. Saraf ini berperan untuk mendukung proses penglihatan yang sempurna. Misalnya jika jumlah cahaya yang masuk ke mata, maka saraf optikus akan menggerakan iris untuk mengecilkan pupil.
6. Kulit
Paccini, merupakan ujung saraf pada kulit yang peka terhadap rangsangan atau saraf perasaan tekanan kuat letak nya di sekitar akar rambut. Ruffini merupakan ujung saraf pada kulit yang peka rehadap rangsangan panas. Meisner erupakan ujung saraf perasaan pada kulit yang peka terhaadap sentuhan. Klause merupakanujung saraf perasaan yang peka terhadap rangsangan dingin. Ujung saraf tanpa selaput, merupakan ujung saraf pada nyeri.
E. SISTEM PENCERNAAN MANUSIA
Sistem pencernaan atau sistem gastroinstestinal (mulai dari mulut sampai anus) adalah sistem organ dalam manusia yang berfungsi untuk menerima makanan, mencernanya menjadi zat-zat gizi dan energi, menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah serta membuang bagian makanan yang tidak dapat di cerna atau merupakan sisa proses tersebut dari tubuh. Makanan yang masuk ke dalam sistem pencernaan dipecah menjadi molekul sederhana melalui dua cara, yaitu cara mekanis dan kimiawi. Cara mekanis ialah melibatkan pergerakan otot, misalnya mulut, gigi, dan gerak peristaltik. Cara kimiawi ialah dilakukan oleh enzim pencernaan. Sistem pencernaan manusia tersusun dari:
1. Saluran pencernaan yang terdiri atas mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, anus, dan rektum.
a. Mulut
Manusia memasukkan makanan ke dalam tubuh dengan cara ditelan, cara seperti ini disebut ingesti. Mulut dilengkapi dengan beberapa alat tubuh, yaitu lidah, gigi, dan kelenjar saliva (air liur)
1) Lidah
Lidah berfungsi untuk membantu membolak-balikkan makanan, membantu mendorong makanan saat ditelan, sebagai alat pengecap atau perasa, serta merupakan alat indera yang sensitif terhadap suhu dingin/panas dan tekanan.
2) Gigi
Gigi bayi pertama kali muncul sesudah berusia enam bulan, disebut gigi susu yang berjumlah 20, yaitu:
a) Delapan gigi seri (insisivus/I), untuk memotong makanan;
b) Empat gigi taring (caninus/ C), untuk mencabik-cabik makanan.
c) Delapan gigi graham untuk mengunyah makanan.
Pada anak usia 6-14 tahun, gigi susu akan tanggal dan diganti oleh gigi tetap yang berjumlah 32. Gigi tetap terdiri atas 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 gigi graham depan (premolar/P), dan 12 gigi graham belakang (molar/M).

3) Kelenjar Saliva

Kelenjar saliva digunakan untuk memudahkan penelanan makanan, membantu mencerna makanan secara kimiawi karena mengandung enzim amilase (ptialin) dan lipase, serta melindungi selaput mulut terhadap suhu panas atau dingin dan kondisi asam atau basa.
Dalam rongga mulut manusia terdapat tiga pasang kelenjar saliva, yaitu glandula parotis (menghasilkan saliva atau ludah), glandula sublingualis( mengahsilkan air dan lendir), glandula submandibularis (menghasilkan air dan lendir.
b. Faring
Faring merupakan bagian yang pendek tempat pertemuan jalur makanan dan udara. Pada saat makanan berada di dalam faring, langit-langit lunak berotot naik untuk mencegah makanan masuk ke rongga hidung; pernapasan akan terhenti sementara; laring naik dan epiglotis tertutup untuk mencegah makanan masuk ke dalam laring. Lidah mencegah makanan kembali ke dalam mulut. Kontraksi otot faring menggerakkan gumpalan makanan (bolus) ke dalam kerongkongan.
c. Kerongkongan
Kerongkongan merupakan sebuah tabung lurus, berotot, dan berdinding tebal. Bolus akan melalui kerongkongan menuju lambung yang disebabkan oleh gerak peristaltik dinding kerongkongan. Gerak peristaltik adalah gerak bergelombang dari depan sampai belakang yang ditimbulkan oleh
kontraksi dan relaksasi otot yang terjadi secara berurutan.
d. Lambung
Lambung (ventrikulus) terletak dibawah sekat rongga badan atau di bagian atas rongga perut. Lambung mempunyai bebrapa fungsi utama yaitu:
1) Menyimpan makanan
2) Mengaduk makanan
3) Mempersiapkan proses hidrolisis enzimatik protein (proses pencampuran makanan dengan enzim-enzim).
Lambung terdiri atas tiga bagian. Makanan pertama kali asuk ke lambung melalui kardiak, kemudian makanan menuju fundus dan pilorus. Pilorus berdekatan dengan otot pengunci (sfinkter pilorus) yang berguna untuk mengatur penyaluran makanan ke usus.

Dinding lambung terdiri atas beberapa lapisan otot, yaitu otot memanjang dilapisan luar, otot melingkar dilapisan tengah, dan otot yang tersusun miring dilapisan dalam. Apabila otot-otot tersebut berkontraksi, makanan di dalam lambung akan bercampur dengan getah lambung dan hancur menjadi bubur. Dalam diding lambung terdapat kelenjar lambung yang menghasilkan lendir, getah lambung, dan hormon gastrin.
a) Lendir lambung, dihasilkan oleh sel penghasil lendir.
b) Getah lambung, di dalamnya terdapat bahan-bahan sebagai berikut:
1)) Asam klorida (HCl)
2)) Pepsin
3)) Renin
c) Hormon Gastrin, merupakan hormon yang merangsang lambung untuk menyekresi getah lambung.
Dalam lambung, makanan akan dicerna hingga menjadi kimus (bubur usus) yang berwarna kekuningan dan bersifat asam. Pada saat kimus masuk ke dalam usus, sifat asam dengan cepat dinetralkan oleh sekresi cairan bersifat basa dari hati dan pankreas.
e. Usus Halus
Usus halus mempunyai panjang kira-kira 8,5 meter. Pada dindingnya terdapat banyak kelenjar yang menghasilkan getah usus, yang disebut kelenjar liberkuhn.
1) Struktur usus halus
Struktur usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu:
a) Duodenum (usus dua belas jari), yaitu bagian depan usus halus dengan panjang kira-kira 25 cmm, berbentuk U, dan menjadi muara saluran empedu serta pankreas.
b) Jejenum (usus kosong), bagian kedua usus halus dengan panjang kira-kira 7 m.
c) Ileum (usus penyerapan), bagian terakhir usus halus dengan panjang kira-kira 1 m.


Suatu irisan melintang usus halus menggambarkan susunan mikroskopis dari saluran pencernaan (gambar). Susunan dari arah luar ke dalam berturut-turut adalah selaput luar ( lapisan serosa), lapisan otot licin, lapisan jaringan ikat vaskuler (lapisan submukosa), dan lapisan mukosa.
Pergerakan makanan dalam usus halus disebabakan oleh kontraksi lapisan otot usus halus. Kontraksi tersebut menyebabkan gerakan segmentasi dan peristalsis. Segmentasi adalah gerakan memeras isi disepanjang saluran untuk mencampur kimus.
Pada epitel mukosa terdapat banyak sel goblet yang menghasilkan lendir untuk melicinkan makanan serta melindungu usus terhadap kelecetan dan luka-luka akibat zat kimia. Pada mukosa juga terdapat vilus (jonjot usus) yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan.
Makanan yang masuk ke dalam usus halus berbentuk bubur (kimus). Asam klorida (HCl) yang ikut masuk merangsang kelenjar di dinding usus untuk menghasilkan hormon sekretin (mengatur pengeluaran getah pankreas) dan hormon kolesistokinin (mengatur pengeluaran empedu). Getah pankreas dan empedu dialirkan melaluli saluran koledokusyang bermuara di duodenum. Hasil perombakan oleh getah pankreas dan empedu akan di serap oleh sesl-sel absorpsi.
Beberapa peptidase, seperti pepsin, tripsin, dan kimotripsin saling bekerja sama dalam memecah molekul protein. Lemak yang diemulsikan oleh garam empedu dirombak oleh lipase menjadi asam lemak dan gliserol. Hasil perombakan berupa partikel-partikel yang secara langsung dapat diserap oleh usus.
2) Proses penyerapan makanan di dalam usus halus
Sel-sel usus halus menyerap zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Material sisa yang tidak dapat dipergunakan lai oleh tubuh disalurkan ke uasus besar.
Pada penyerapan lemak, asam lemak bereaksi dengan garam empedu membentuk emulsi, kemudian bersama gliserol diserap kel dalam vilus. Dalam vilus , asam lemak terpisah dengan garam empedu dan mengikat gliserin membentuk lemak (fosfolipid). Fosfolipid dilepaskan ke dalam sistem getah bening berupa bulatan-bulatan kecil berlapis protein (kilomikron), kemudian dibawa ke vena di dekat jantung.
Zat-zat gizi lain, misalnya vitamin, mineral, dan air akan diabsorpsi oleh pembuluh darah kapiler. Garam empedu yang tersisa akan masuk ke dalam darah dan dibawa ke hati untuk dibentuk menjadi empedu kembali.
f. Usus Besar (kolon) dan Anus
Kolon manusia terbagi menjadi 3 bagian, yaitu bagian yang naik (asenden), melintang (trasenden), dan turun (desenden). Saluran kolon berakhir pada suatu ruang yang disebut rektum. Rektum bermuara dipermukaan tubuh dalam lubang yang disebut anus. Dalam rektum terdapat otot yang berfungsi untuk menahan turunnya feses ke anus, disebut katup Housten.
Anatar usus besar dan usus halus dipisahkan oleh klep yang disebut ileoskum yang berguna unuk mencegah makanan agar tidak kembali ke usus halus. Pada ujung ileosekum terdapat apendiks (umbai cacing; usus buntu). Kolon menyerap kembali air dan garam yang berasal dari zat-zat buangan dari usus halus.
Usus besar mengandung poulasi bakteri simbion yang bekerja pada subtrat selulosa tumbuhan, pektin, sel-sel usus yang lepas, dan polisakarida dari lendir usus. Hasil fermentasinya berupa asam organik, gas metan, hidrogen. Selama digesti juga terdapat populasi bakteri yang memproduksi vitamin B dan K. Vitamin tersebut diserap oleh sel-sel permukaan usus besar. Sisa-sisa proses pencernaan dibuang melalui anus (defekasi).
2. Kelenjar pencernaan yang terdiri atas hati dan pankreas
Hati dan pankreas merupakan hasil pertumbuhan bagian depan usus yang berkelenjar. Hati merupakan kelenjar pencernaan yang terbesar, bobotnya dapat mencapai 2 kg. Fungsinya adalah sebgai berikut:
a. Menghasilkan empedu (bilus).
b. Tempat penimbunan zat-zat makanan dari darah berupa glikogen.
c. Menyerap unsur besi dai darah yang telah rusak.
d. Tempat penyimpanan darah.
e. Tempat pembentukan fibrinogen dan heparin.
f. Mengubah provitamin A (karoten) menjadi vitamin A dan provitamin D (ergosterol) menjadi vitamin D.
g. Detosifikasi (menawarkan sifat racun) obat dan minuman alkohol.
h. Tempat penghancuran sel darah merah.
Empedu disimpan dalam kantong empedu sebelum masuk ke usus. Empedu bersifat basa sehingga menetralkan zat makanan bersifat asam yang keluar dari lambung serta membuat pH yang baik untuk kerja enzim pankreas dan enzim usus. Empedu juga mengandung garam empedu yang membantu proses hidrolisis lemak di usus.


Pankreas berfungsi sebagai kelenjar eksokrin, kelenjar endokrin, dan menghasilkan enzim. Peran pankreas sebagai kelenjar eksokrin adalah menghasilkan getah pankreas yang mengandung berbagai zat yaitu:
1) Natrium bikarbonat (NaHCO3), bermanfaat menetralkan keasaman isi usus dan menaikkan pH-nya menjadi sekitar 8.
2) Amilase pankreas (disakarase), yaitu enzim yang berperan untuk memecah pati menjadi campuran maltosa dan glukosa. Beberapa jenis amilase pankreas antara lain:
3) Lipase pankreas (steapsin), yaitu enzim yang menghidrolisis lemak menjadi campuran asam lemak dan monogliserida.
4) Protase (peptidase), yaitu enzim yang memecah protein. Getah pankreas mengandung 3 jenis protase yaitu, tripsinogen, kimotripsinogen, dan karboksipeptidase.
5) Nuklease, yaitu enzim yang menghidrolisis asam nukleat (ARN dan ADN) menjadi menjadi komponen nukleotida.
F. NUTRISI
Nutrisi adalah zat-zat gizi atau zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh tubuh manusia yang bertujuan menghasilkan energi yang nantinya akan digunakan untuk aktivitas tubuh serta mengeluarkan zat sisanya (hasil metabolisme). Nutrisi dapat dikatakan sebagai ilmu tentang makanan, zat-zat gizi dan zat lain yang terkandung, aksi, reaksi, dan keseimbangan yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit.
1. Nutrien (Zat-Zat Gizi)
Elemen Nutrien / Zat Gizi
a. Karbohidrat
b. Protein
c. Lemak
d. Vitamin
e. Mineral
f. Air
Karbohidrat, lemak dan protein disebut energi nutrein karena merupakan sumber energi dari makanan , sedangakn vitamin, mineral dan air merupakan substansi penting untuk membangun, mempertahankan dan mengatur metabolisme jaringan.
Fungsi zat gizi yaitu :
1) Sebagai penghasil energi bagi fungsi organ, garakan dan kerja fisik
2) Sebagai bahan dasar untuk pembentukan dan perbaikan jaringan
3) Sebagai pelindung dan pengatur
a. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber energi utama.. Hampir 80% energi dihasilkan dari karbohidrat. Setiap 1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kkal. Karbohidrat yang disimpan dalam hati dan otot berbentuk glikogen dengan jumlah yang sangat sedikit. Glikogen adalah sintesis dari glukosa, pemecahan energi selama masa istirahat/puasa. Kelebihan energi karbohidrat berbentuk asam lemak.
1. Jenis Karbohidrat
Berdasarkan susunan kimianya karbohidrat digolongkan menjadi 3 jenis yaitu : Monosakarida, disakarida, dan polisakarida.
a. Monosakarida
Monosakarida merupakan jenis karbohidrat yang paling sederhana dan merupakan molekul yang paling kecil. Dalam bentuk ini molekul dapat langsung diserap oleh pembuluh darah. Jenis dari Monosakarida adalah glukosa dektrosa yang banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran, fruktosa banyak terdapat pada buah, sayuran, madu, dan glukosa yang berasal dari pecahan disakarida.
b. Disakarida
Jenis disakarida adalah sukrora, maltosa, dan laktosa. Sukrosa dan maltosa banyak pada makanan nabati, sedangkan laktosa merupakan jenis gula dalam air susu baik susu ibu maupun susuhewan.
c. Polisakarida
Merupakan gabungan dari beberapa molekul monosakarida. Jenis polisakarida adalah zat pati, glikogen dan selulosa.
Fungsi Karbohidrat adalah:
a. Sumber energi yang murah
b. Sumber energi utama bagi otak dan syaraf
c. Membuat cadangan tenga tubuh
d. Pengaturan metabolisme tubuh
e. Untuk efesiensi penggunaan protein
f. Memberikan rasa kenyang
Sumber karbohidrat umunya adalah makanan pokok, umumnya berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti beras, jagung, kacang, sagu, singkong, dan lain-lain. Sedangkan pada karbohidrat hewani berbentuk glikogen.
· Metabolisme Karbohidrat
Proses dari makanan sampai dapat digunakan oleh tubuh melalui pencernaan, absorpsi, dan metabolisme. Metabolisme Karbohidrat berbentuk monosakarida dan disakarida diserap melalui mukusa usus. Setelah proses penyerapan (dalam pembuluh darah) semua berbentuk monosakarida. Monosakarida (Fruktosa, Galaktosa, Glukosa) yang masuk bersama-sama darah dibawa ke hati. Di dalam hati Monosakarida diubah menjadi glukosa dan dialirkanmelaui pembuluh darah ke otot. Di dalam otot glukosa dibakar membentuk glikogen melalui Proses Glikoneogenesis.

b. Protein
Protein berfungsi sebagai pertumbuhan, mempertahankan dan mengganti jaringan tubuh. Setiap 1 gram protein menghasilkan 4 kkal. Bentuk sederhana dari protein adalah asam amino. Asam amino disimpan didalam jaringan dalam bentuk hormon dan enzim. Asam amino esensial tidak dapat disintesis didalam tubuh tetapi harus didapatkan dari makanan. Jenis asam amino esensial diantaranya lisin, triptofan, fenilanin, leusin.Berdasarkan susunan kimianya, protein dapat dibagi menjadi 3 golongan yaitu :
1) Protein sederhana
Jenis ini tidak berikatan dengan zat lain, misalnya abumin,dan globulin.
2) Protein bersenyawa
Protein ini dapat membentuk ikatan dengan zat seperti dengan glikogen membentuk glikoprotein, dengan hemoglobin membentuk kromoprotein.
3)Turunan atau devirat dari protein
Termasuk dalam turunan protein adalah albuminosa, pepton, dan gelatin.
· Fungsi Protein
1. Untuk keseimbangan cairan yaitu dengan meningkatkan tekanan osmotic koloid, keseimbangan asam.
2. Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan
3. Pengaturan metabolisme
4. Sumber energi di samping karbohidrat dan lemak
5. Dalam bentuk kromosom, proein berperan sebagai tempat menyimpan dan meneruskan sifat-sifat keturunan dalam bentuk genes.
· Sumber protein
1. Protein hawani yaitu protein yang berasal dari hewan seperti susu, daging, telur, hati, udang, ikan, kerang, ayam dan sebagainya.
2. Protein nabati yaitu protein yang berasal dari tumbuhan seperti jagung, kedelai, kacang hijau, terigu, dan sebagainya.
· Metabolisme Protein
Jika makanan yang sudah berada dalam lambung, maka akan dikeluarkan enzim protease yaitu pepsin. Pepsin mengubah protein menjadi albuminosa dan pepton. Albuminosa dan pepton di dalam usus halus diubah menjadi asam-asam amino dengan bantuan enzim tripsin dari pancreas dan selanjutnya diserap atau berdifusi ke aliran darah yang menuju ke hati.Asam-asam amino disebar oleh hati ke jaringan tubuh untuk menganti sel-sel yang rusak dan sebagian digunakan untuk membuat protein darah. Karena protein dapat larutdalam air sehingga umumnya dapat dicerna secara sempurna dan hampir tidak tersisa protein makanan dalam feses. Asam amino yang tidak dapat digunakan ditranspor kembali ke hati kemudian dilepaskan ikatan nitrogennya sehingga terpecah menjadi dua macam zat yaitu asam organic dan amoniak. Amoniak dibuang melalui ginjal, sedangkan asam organic dimanfaatkan sebagai sumber energi.
c. Lemak
Lamak atau lipid merupakan sumber energi paling besar. Lemak terbagi atas 2, yaitu:
a. Lemak Baik
Yaitu lemak tidak jenuh (unsaturated fat) yang biasa terdapat pada kacang-kacangan, ikan salmon, kenari dan . Lemak baik ini memiliki kandungan Asam Omega 3 yang berguna untuk memelihara kesehatan, menurunkan tekanan darah dan mencegah terjadinya jantung koroner.
b. Lemak Jahat
Yaitu lemak Jenuh (saturated fat) dan lemak trans (trans fat) yang terdapat pada daging,jeroan atau makanan yang digoreng. Lemak jahat yang berlebih akan meningkatkan kadar total dan LDL dalam darah. Kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan penyaklit jantung, tekanan darah tinggi dan pemicu . Konsumsi lemak dalam sehari tidak boleh melebihi 35% dari total kebutuhan kalori harian dan agar bermanfaat, lemak yang dikonsumsi harus lemak baik (lemak tidak jenuh).
· Fungsi Lemak
1. Memberikan kalori, dimana setiap 1 gram lemak dalam peristiwa oksidasi akan memberikan kalori sebanyak 9 kkal.
2. Melarutkan vitamin sehingga dapat diserap oleh dinding usus.
3. Memberikan asam-asam esensial
· Sumber Lemak
Menurut sumbernya lemak berasal dari nabati dan hewani. Lemak nabati mengandung lebih banyak asam lemak tak jenuh seperti terdapat pada kacang-kacangan, kelapa dan lain-lainnya. Sedangkan Lemak hewani banyak mengandung asam lemak jenuh dengan rantai panjang seperti pada daging sapi, kambing dan lainnya.
· Metabolisme Lemak
Lemak diserap melalui proses secara pasif dalam bentuk gliserol asam lemak karena giserol larut dalam air. Gliserol asam lemak masuk dalam pembuluh darah dan dibawa ke hati. Kemudian didalam hati dengan proses kimiawi Gliserol diubah menjadi Glikogen. Bersama metabolisme Hidarat Arang gliserol akan menghasilkan tenaga. Lemak yang dibakar mempunyai hasil sampingan yang disebut Colesterol.
c. Mineral
Mineral adalah elemen anorganik untuk tubuh karena perannya sebagai katalis dalam reaksi biokimia. Mineral dapat diklasifikasikan menjadi makromineral yaitu jika kebutuhan tubuh 100 mg atau lebih dan mikromineral jika kebutuhan tubuh kurang dari 100 mg. Termasuk dalam makromineral adalah kalsium, magnesium fosfat sedangkan yang temasuk dalam mikromineral adalah klorida, yodium, iron,zinc. Secara umum fungsi dari mineral adalah :
1) Membangun jarigan tulang
2) Mengatur tekanan osmotik dalam tubuh
3) Memberikan elektemb elektrolit untuk keperluan otot-otot dan saraf
4)Membuat berbagai enzim
d. Vitamin
Vitamin adalah substansi organik, keberadaannya sangat sedikit pada makanan dan tidak dapat dibuat di dalam tubuh. Vitamin sangat berperan dalam proses metabolisme karena fungsinya sebagai katalisator. Vitamin dapat diklasifikasikan menjadi :
1) Vitamin yang larut air : Vitamin B kompleks, B1, B2, B3, B12, folic acid, serta vitamin c.
2) Vitamin yang larut dalam lemak : A , D , E , K
Fungsi utama vitamin adalah untuk pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan kesehatan.
e. Air
Air merupakan zat makanan paling dasar yang dibutuhkan oleh manusia. Tubuh manusiaterdiri atas 50-70% air. Bayi memiliki proporsi air yang lebih besar dibandingkan denganorang dewasa. Semakin tua umur seseorang, maka proporsi air dalam tubuh akan semakin berkurang. Pada oang dewasa asupan air antara 120-1500 cc per hari, namun dianjurkan 1900 cc untuk optimal. Selain itu, air yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan 500- 900 cc per hari.
Kebutuhan air akan meningkat jika terjadi pengeluran air, misalnya
– Melalui keringat berlebih
– Muntah
– Diare
– Gejala Dehidrasi.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Anatomi dan fisiologi Manusia adalah ilmu yang mempelajari struktur tubuh manusia beserta fungsinya. Sistem penyusun tubuh manusia terdiri dari :
· Sistem rangka dan otot
· Sistem saraf
· Sistem transportasi dan respirasi
· Sistem saraf dan indera
· Sistem pencernaan makanan
· Nutrisi

· Sistem Gerak terdiri dari sistem
· Sistem
· Sistem Endokrin
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2010.http://klikbelajar.com/pelajaran-sekolah/pelajaran-biologi/sistem-saraf-manusia/.(Online) 7 Desember 2015.
StaffLIPI.2010.http://www.bit.lipi.go.id/pangankesehatan/documents/artikel_kolesterol/sistem peredaran_darah_dan_sistem_ekskresi.pdf (Online) 7 Desember 2015.
Atlas of Human Anatomy Interactive, Icon Learning Sistems, 2003.
Raven, P. Prof. dr, Atlas Anatomi, Jakarta, Djambatan, 2005.
Syaifudin, H. Drs. B.AC. Anatomi Fisiologi, EGC, 1997.
World Book Encyclopedia Deluxe 2005, Word Book Inc. Chicago.
http://athoenk46.wordpress.com/2010/02/26/anatomi-tubuh-manusia/
§

Comments

Leave a Reply

Index