Makalah Olahraga Tradisional

Olahraga Tradisional

Bab I. Pendahuluan

A. Latar Belakang

Pendidikan jasmani merupakan suatu pelajaran yang mengajarkan peserta didik bagaimana cara untuk mendapatkan tubuh yang sehat. Bahkan bukan bagaimana cara mendapatkan tubuh yang sehat saja, tetapi bagaimana cara untuk mendapatkan dan mencapai keadaan tubuh yang segar. Tubuh dikatakan telah mencapai kesegaran apabila mampu melaksanakan aktifitas dalam waktu yang lama, penuh waspada, tidak lelah, dan masih menyimpan energi dalam keadaan darurat / emergency.

Olahraga asli dari berbagai daerah di Indonesia, mungkin belum terkenal di tingkat nasional namun cukup populer di daerah asalnya. Khazanah budaya bangsa yang sebaiknya tetap diperhatikan dan di bina sebelum habis punah dilanda oleh arus globalisasi, terutama oleh permainan era digital dengan menggunakan perangkat komputer.

Dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat juga membuat perubahan yang mendasar pada permainan anak-anak. Saat ini banyak anak-anak yang sudah tidak memainkan lagi permainan-permainan daerah seperti main gala, cakbur dan berbagai permainan menarik lainnya. Akibatnya permainan-permainan daerah tersebut tidak di kenal lagi. Padahal permainan seperti ini memiliki nilai olahraga yang tinggi. Oleh karena itu, kami mencoba mengkombinasikan permainan kecil dengan ide permainan yang kami rancang menjadi permainan yang baru dan menarik.

B. Tujuan

Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan permainan tradisional, alat yang digunakan dalam permainan tersebut, cara bermain permainan tradisional, dan manfaat yang diperoleh dengan memainkan permainan .

C. Manfaat

Mempernkenalkan kembali permainan tradisioanl kepada pembaca, khususnya kepada anak-anak sehingga mereka dapat mengenal kembali permainan tradisional yang ada di Indonesia serta menambah wawasan bagi penulis.

Bab II. Pendahuluan

Tidak banyak jenis olahraga tradisional Indonesia yang muncul di permukaan. Beberapa olahraga tradisional yang sudah diketahui secara umum adalah Pencak Silat, Egrang, Bakiak/Terompah, Tarik Tambang, Balap Karung, Karapan Sapi, Kelereng, Gasing, dan Sumpit. Sementara yang lain, seperti Benteng, Galah Asin, Benjang, Langga, Manggurebe, Pacu Jalur, Pathol dan Zawo-Zawo, hanya dikenal oleh kalangan terbatas, terutama di daerah tempat olahraga itu berasal.Manfaat dari mengembangkan olahraga tradisional Indonesia adalah agar Olahraga tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi selanjutnya sebagai warisan kekayaan budaya bangsa, jangan sampai hilang dan musnah. Olahraga tersebut terdokumentasi dan tersosialisasikannya sehingga akan dikenal sebagai olahraga yang berasal dari Indonesia. Hal tersebut menjadi semakin penting karena UNESCO (Organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu dan Budaya) mulai mendokumentasikan kebudayaan seluruh negara di dunia sebagai warisan kebudayaan dunia (world heritage).Berikut ini adalah macam-macam olahraga tradisional antara lain:

1. Permainan tradisional boy-boyan

Permainan tradisional yang berasal dari Jawa Barat yang memadukan kerja motorik anak dan juga mengasah kemampuan dalam membuat strategi dan saling bekerja sama.

Permainan ini menggunakan alat yang bisa didapat di mana saja dan tak perlu mengeluarkan uang untuk mendapatkannya. Seperti pecahan genting yang bisa didapat di sekitar rumah dan sebuah bola kecil yang empuk (bisa dibuat dari kertas yang dilapisi plastik). Bola yang digunakan harus empuk dan tidak keras. Karena selain untuk dilempar ke susunan genting yang berbentuk menara, bola tersebut juga digunakan untuk dilempar ke tubuh pemain. Jadi, diusahakan bolanya harus empuk agar tidak melukai pemain.

a. Hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum bermain Boy-boyan:

  1. terdiri dari 2 tim
  2. masing-masing tim terdiri dari 4-8 orang
  3. sediakan pecahan genting yang berbentuk lingkaran, segitiga atau sesuai dengan kesepakatan bersama sebanyak 7-10 genting
  4. sediakan bola kasti/bola yang terbuat dari kertas yang dilapisi plastik.

b. Cara bermain Boy-boyan:

  1. Siapkan 7-10 genting tersebut, kemudian disusun terlebih dahulu
  2. satu dari kedua tim melakukan swuit
  3. Tim yang kalah sebagai penjaga/penghadang
  4. Tim yang menag harus merobohkan genting yang telah tersusun
  5. Tim yang menjadi penghadang harus mencegah tersusunnya kembali genting tersebut
  6. Tim penghadang harus mengambil bola yang dingunakan untuk melempar genting tadi dan di lemparkan kepada tim pemain yang berusaha menyusun genteng tersebut
  7. Pemain yang terkena lemparan bola, harus keluar dari tim. Bengitu pula seterusnya
  8. Apabila tim pemain sudah terkena semua dan genting tersebut belum tersusun maka diganti oleh tim penghadang
  9. Dan apabila sudah tersusun semua genting tersebut maka orang yang berhasil menyusun mengatakan “BOY“

c. Manfaat permainan Boy-boyan:

1.      Melatih kekompakan2.      Melatih konsentrasi3.      Mengasah kemampuan strategi yang tepat\

2. Permainan Bentengan

Bentengan adalah permainan yang dimainkan dilapangan terbuka yang tujuannya untuk menyerang dan mengambil alih benteng  lawan dengan menyentuh tiang atau pilar yang telah dipilih oleh lawan dan meneriakkan kata benteng. Kemenangan juga bisa diraih dengan menawan seluruh anggota lawan dengan menyentuh tubuh mereka. Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi penawan dan yang tertawan ditentukan dari waktu terakhir saat si penawan atau tertawan menyentuh benteng  mereka masing-masing.

Dalam permainan bentengan, biasanya masing-masing anggota mempunyai tugas sebagai penyerang, mata-mata, pengganggu, dan penjaga benteng. Permainan ini sangat membutuhkan kecepatan berlari dan juga kemampuan strategi yang handal, agar bisa mengelabui musuh.

a. Hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum bermain Bentengan

  1. Terdiri dari 2 tim
  2. Masing-masing tim terdiri dari 6-10 orang
  3. Masing-masing tim menentukan bentengnya, bentengnya bisa berupa  : pohon, tiang atau tembok
  4. Sediakan tempat tahanan kurang lebih sekitar 4-6 meter dari benteng masing-masing tim.

b. Cara bermain Bentengan

  1. Kedua tim melakukan swuit
  2. Tim yang menang maju satu-satu untuk menyerang terlebih dahulu
  3. Anggota tim lawan akan berusaha menyentuh orang yang maju terlebih dahulu
  4. Untuk menghindari sentuhan lawan bisa kembali ke benteng masing-masing dan begitu seterusnya
  5. Apabila salah satu dari tim terkena sentuhan lawan, maka menjadi tahanan dibenteng lawan
  6. Apabila ingin membebaskan tahanan, maka cukup mendatangi benteng lawan dan menyentuh salah satu anggota badannya teman kita yang ditahan
  7. Tim lawan jangan sampai menyentuh kita dam teman kita yang baru di bebaskan
  8. Apabila kita disentuh atau teman kita yang baru dibebaskan tersentuh lagi oleh lawan maka kita atau teman kita menjadi tahanan kembali
  9. Ingat harus ada anggota tim yang menjaga bentengnya
  10. Apabila benteng lawan tidak ada yang menjaga, maka pemain dapat menyentuh benteng tersebut kemudian teriak “BENTENG”
  11. Maka tim yang bisa menyentuh benteng lawan tersebut yang akan menjadi pemenagnya.

c. Manfaat bermain Bentengan:

  1. Dapat melatih kekompakan
  2. Dapat melatih konsentrasi
  3. Mengasah kemampuan strategi yang tepat
  4. Menigkatkan kekuatan dan ketangkasan

3. Harimau dan Rusa

Harimau dan rusa adalah permainan yang dimainkan oleh banyak orang, sekitar minimal 10 orang. Satu orang berperan sebagai harimau dan satu orang lagi berperan sebagai rusa. Anggota yang tidak menjadi harimau atau rusa berperan sebagai kandang rusa untuk perlindungan rusa apanila suatu waktu dikejar oleh harimau. Kandang rusa berbentuk lingkaran

Lingkaran dibentuk denga cara saling bergandengan satu sama lainnya. Harimau berada di luar lingkaran, da rusa berada di dalam kandang. Namun rusa harus keluar untuk mencari makan. Apabila rusa tidak keluar dalam 30 detik, maka rusa kalah. Rusa harus berada di luar kandang minimal 30 detik juga. Pintu kandang akan terbuka secara cepat, supaya harimau tidak bisa masuk ke dalam kandang Harimau bertugas menangkap rusa saat rusa berkeliaran di luar kandangnya. Apabila harimau berhasil, maka harimau menang.  Dan harimau juga menang apabila harimau berhasil masuk ke dalam kandang rusa.

Dalam permainan ini dibutuhkan konsentrasi yang tinggi untuk peran harimau dan rusa. Dan sebagai kandang rusa, anggota membutuhkan kekompakan yang asangat tinggi juga. Hukuman dapat ditentukan atas keptusan bersama anggota.

a)       JUMLAH ANGGOTA
Jumlah anggota minimal 10 orang. Satu orang sebagai harimau dan satu orang lagi sebagai rusa. Selebihnya menjadi kandan g rusa. Permainan ini akan lebih menarik apabila dimainkan oleh banyak orang.
b)            BAHAN DAN PERLENGKAPAN YANG DIBUTUHKAN
Bahan dan perlengkapan yang diperlukan untuk bermain dalam permainan ini adalah sebagaia berikut :·                Lapangan untuk bermain, sebaiknya dalam skala yang besar. Agar rusa dan harimau leluasa dalam berlari.
c)      TATA CARA PERMAINAN1.      Satu orang berperan sebagai rusa2.      Satu orang berperan sebagai harimau3.      Anggota lainnya berperan sebagai kandang rusa4.      Kandang rusa berbentuk lingkaran. Lingkran dibentuk dengan cara saling bergandengan satu sama lainnya.5.      Rusa bertugas melindungi dirinya dari serangan harimau. Namun rusa harus keluar kandang dalam hitungan 30 detik.6.      Satu anggota bertugas memberi aba-aba denga cara menghitung.7.      Harimau bertugas menangkap rusa apabila dia keluar kandang, namun permainan juga aka dimenangkan oleh harimau apabila dia berhasil masuk ke kandang rusa.8.      Pintu kandang rusa dapat berpindah-pindah sesuai keinnginan anggota yang menjadi kandang rusa tersebut.9.      Pintu kandang terbuka dengan cara melepaskan gandengan tangan.10.  Apabila kandang terbuka maka rusa harus keluar dan siap-siap untuk dikejar oleh harimau.11.  Selama pintu kandang belum terbuka, harimau ada kesempata mengejar rusa.12.  Namun saat pintu kandang terbuka, rusa harus memasuki kandang sebelum harimau masuk trlebih dahulu.13.  Permainan berhasil apabila rusa tertangkap atau harimau berhasil memasuki kandang.14.  Permainan berlangsung selama 30 menit.15.  Apabila rusa kalah, maka rusa akan memdapat hukuman sesuai kesepakatan bersama.
d)      PERATURAN PERMAINAN1.      Kandang rusa harus melindungi rusa dan menyelamatkan dari serangan harimau2.      Harimau tidak bisa menerobos kandang kecuali dari pintu kandang yang sedang terbuka.3.      Rusa harus keluar selama 30 detik.4.      Harimau boleh mengejar sejauh mungkin saat rusa berada di luar kandangnya.5.      Permainan selesai saat harimau berhasil menangkap rusa atau meemasuki kandagnya.
e)        NILAI OLAHRAGA YANG TERKANDUNGPermainan ini memiliki nilai afektif, kognitif da npsikomotor sebagai bentuk dari pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan. Lebih terperinnci sebagai berikut :a.       Nilai afektifNilai afektif adalah nilai keaktifan dalam melaksanakan permainan ini. Nilai afektif yang baik saat anggota serius dalam bermain da nmelaksanakan tugas dengan baik dan benar.
b.      Nilai kognitifNilai kognitif adalah nilai tertulis berdasarkan penguasaan materi. Dinilai baik apabila anggota mengerti aturan main dan memahami perannya dalam permainan harimau dan rusa.c.       Nilai psikomotorNilai psikomotor adalah nilai prilaku dalam permainan. Nilai ini berupa kehadiran dan mentaati peraturan bermain. Psikomotor yang baik harus melaksanaka permainan sesuai peraturan permainan

4. Egrang

Egrang atau jangkungan adalah galah atau tongkat yang digunakan seseorang agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Egrang berjalan adalah egrang yang diperlengkapi dengan tangga sebagai tempat berdiri, atau tali pengikat untuk diikatkan ke kaki, untuk tujuan berjalan selama naik di atas ketinggian normal.

Siswi Cantik SMA Olahraga Tradisional Engran

Di dataran banjir maupun pantai atau tanah labil, bangunan sering dibuat di atas jangkungan untuk melindungi agar tidak rusak oleh air, gelombang, atau tanah yang bergeser. Jangkungan telah dibuat selama ratusan tahun.

Teknis Permainan Egrang

Lapangan dan Peralatan

Permainan egrang ini tidak membutuhkan tempat (lapangan) yang khusus. Dapat dimainkan di mana saja, asalkan di atas tanah. Jadi, dapat di tepi pantai, ditanah lapang atau di jalan. Luas arena permainan egrang ini hanya sepanjang  7-15 meter dan lebar sekitar 3-4 meter. Peralatan yang digunakan adalah dua batang bambu bata (volovatu) atau kayu yang relatif lurus dan sudah tua dengan panjang masing-masing antara 2,5-3 meter. Cara membuatnya adalah sebagai berikut. Mula-mula bambu dipotong menjadi dua bagian yang panjangnya masing-masing sekitar 2½-3 meter. Setelah itu, dipotong lagi bambu yang lain menjadi dua bagian dengan ukuran masing-masing sekitar 20-30 cm untuk dijadikan pijakan kaki. Selanjutnya, salah satu ruas bambu yang berukuran panjang dilubangi untuk memasukkan bambu yang berukuran pendek. Setelah bambu untuk pijakan kaki terpasang, maka bambu tersebut siap untuk digunakan.

Pemain

Permainan egrang dapat dilakukan oleh pria dan wanita dengan memakai pakaian olahraga yang pantas.Permainan egrang dapat dikategorikan sebagai permainan anak-anak. Pada umumnya permainan ini dilakukan dilakukan oleh anak laki-laki yang berusia 7–13 tahun, taruna/ remaja /dewasa 13 tahun ke atas. Jumlah pemainnya 2–6 orang.

Tahap-tahap Permainan

Perkelompok diperlombakan dalam seri, dari garis start sampai garis finis dipimpin juri star dan waktu dicatat oleh petugas pencatat waktuSebelum perlombaan dimulai, para atlet berdiri dibelakang garis start dengan memegang egrangAba-aba perlombaan oleh wasit/juri star adalah : bersedia, siap, “YA” pada aba-aba bersedia, tangan memegang egrang (kanan dan kiri), aba-aba siap satu kaki (kanan atau kiri) di atas tempat berpijak dan setelah aba-aba “YA” Lari. Pengganti ya dapat diganti dengan suara peluit/sejenisPara atlet dinyatakan gugur apabila :– Menginjak garis lintas lebih dari dua kali

– Kaki jatuh menyentuh tanah/lantai lebih dari dua kali
– Dengan sengaja mengganggu atlet lain
5.Waktu terbaik/jangkauan terjauh dalam seri ( 1 orang ) berhak mengikuti seri berikutnya
6.Atlet yang terganggu jalannya oleh atlet lainnya boleh meneruskan larinya atau mengulang
7.Pada tahap ini perlombaan dilanjutkan lagi dengan menampilkan para pemenang dari masing-masing perlombaan yang kelak akan menghasilkan 3 orang saja yangkemudian berhak mengikuti perlombaan meraih gelar juara 1, 2,dan 3.
–          Pemenang
pemenang ditentukan berdasarkan kecepatan waktuwaktu yang diambil adalah kaki terakhir menyentuh garis finish

5. Permainan Sondah

Sondah adalah permainan tradisional sederhana yang cara memainkannya hanya dibutuhkan sebatang kapur untuk menggambar bentuk persegi sebanyak 8 buah di lantai atau di tanah lapang.Mungkin kita merasa bahwa permainan Sondah/engklek adalah permainan asli tradisional Indonesia, tapi faktanya bukan. Permainan ini berasal dari Roma, Itali. Permainan ini di roma disebut permainan Hopscotch yang mempunyai arti Hop (melompat atau lompat) dan scotch (garis-garis yang berada di dalam permainan tersebut). Awalnya di Roma permainan Sondah/Hopscotch ini di gunakan untuk latihan perang para tentara Roma. Biasanya permainan ini dilakukan tentara Roma di daerah Great North Road (Perjalanan untuk penjajahan daerah dari glosgow, Skotlandia ke Inggris). Arena permainan di buat lebih luas yaitu lebih dari 100 kaki (31 Meter) panjangnya. Permainan ini untuk melatih kecepatan, kekuatan dan stamina tentara Roma sambil membawa perlengkapan perang.

–          Alat yang digunakan untuk bermain sondah

Alat yang digunakan dalam permainan Sondah tidak banyak dan tidak sulit untuk dicari. Alat untuk membuat garisnya sendiri tergantung dari tempat kita bermain.

Di Luar rumah : jalan aspal komplek ( kapur) lapangan yang di cor (menggunakan kapur) dan di tanah (garis dengan menggunakan kayu atau apapun yang bisa digunakan sebagai alat pembuat garis d tanah)Dirumah : garasi (gunakan selotip) dan dalam rumah (gunakan karpet Puzzle)

–           Cara bermain Sondah

Buatlah tempat untuk bermain Sondah. Persegi pertama digambar paling awal berderet horizontal hingga persegi ketiga, namun pada persegi keempat dan kelima digambarkan sejajar vertikal. Berikutnya persegi ke enam dibuat diatasnya, tepat diantara persegi keempat dan kelima. Lalu yang terakhir persegi ketujuh dan kedelapan dibuat persis seperti persegi keempat dan kelima namun posisinya berada diatas persegi keenam, dan ada yang disebut gunung yaitu yang berada di paling atas.Setelah selesai, setiap pemain harus memilih / mencari kojo untuk dilempar. Contohnya seperti pecahan genting atau batu, dan sebagainya.

–           Maanfaat bermain permainan tradisional SondahCara memainkan permainan Sondah cukup sederhana dan juga menyehatkan.
Tentunya dapat melatih keseimbangan, Karena setiap pemain diwajibkan untuk melompati setiap persegi dengan sebelah kaki sajaKetangkasan dan kekuatan kaki si pemain, sebaiknya kaki yang digunakan untuk menopang berat tubuh ialah kaki kanan, karena biasanya sebagian besar orang lebih nyaman untuk berjinjit dengan kaki kanan dibandingkan kaki kirinya. Sulit menjaga keseimbangan ketika kaki kiri digunakan untuk menopang berat tubuh. Jika pemain kurang cermat dalam menjaga keseimbangan kakinya, maka tentunya ia akan terjatuh dan gugur dalam permainan.Ketika bermain permainan Sondah ini dapat dipastikan bahwa si pemain mengeluarkan keringat dan membakar banyak kalori akibat melompat-lompat dengan satu kaki. Sama saja dengan kegiatan berolahragaMengajarkan ke ikhlasan, dalam permainan selalu ada yang menang dan kalah, disitulah ditanamkan bahwa mennag dan kalah adalah hal yang biasa yang penting kita belajar untuk besok bagimana caranya untuk bisa menang.Mengenal lingkungan sekitar, anak diajarkan untuk mengenal lingkunagn sekitar , karena permainan ini dilakukan di luar rumah.

Bab III. Penutup

A. Kesimpulan

Perubahan jaman membuat kita berubah dari waktu ke waktu. Dalam menghadapi perubahan tersebut, kita harus bisa mendasari hidup kita dengan hal-hal yang bersifat positif. Dengan cara melestarikan kebudayaan-kebudayaan tradisional akan lebih memupuk warga yang berkepribadian menghadapi perubahan jaman. Dan waktu itu sangat baik apabila dilakukan semenjak kecil. Dari pelestarian-pelestarian permainan tradisional.

B. Saran

Setiap pemain harus dalam keadaan yang baik dan mampu untuk berlari dengan cepat agar dapat memenangkan permainan. Sebelum bermain sebaiknya dilakukan peregangan terlebih dahulu agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Di dalam melakukan peregangan diharapkan untuk melakukannya dengan serius agar permainan dapat berjalan dengan lancar.

Di dalam melakukan permainan, pemain haruslah bersikap jujur dalam memungut puntung. Apabila ketahuan melakukan pelanggaran, maka kelompok tersebut akan didiskualifikasi.Setelah permainan selesai, hitunglah denyut nadi masing-masing pemain untuk mengetahui keadaan tubuhnya, apakah sudah termasuk dalam kategori segar kondisi tubuh pemain atau belum. Jika belum, pemain diharapkan untuk meningkatkan aktivitasnya supaya bisa mencapai kondisi yang dikatakan sega (kesegaran jasmani).

Comments

Leave a Reply

Index